Connect with us

Berita Teratas

Xiaomi Redmi 9C Resmi di Indonesia, Baterai 5.000 mAh Harga Rp. 1 juta

Published

on

KOMPAS.com – Belum lama diluncurkan Redmi 9A di Indonesia, Xiaomi membawa kembali ponselnya tingkat awal baru, yaitu Redmi 9C melalui acara peluncuran yang digelar secara virtual pada Rabu (9/9/2020).

Country Director Xiaomi Indonesia, Alvin Tse mengatakan Redmi 9C hadir dengan kelebihan pada bentuknya baterai dengan kapasitas besar.

Redmi 9C hadir dengan baterai yang besar 5.000 mAh. Ini memberi Anda baterai yang bisa bertahan seharian penuh, “kata Alvin saat berbicara di acara pengenalan Redmi 9C.

Baca juga: Harga Xiaomi Redmi 9A Rp. 999.000 mulai dijual hari ini

Lebih lanjut Alvin mengatakan daya tahan baterai pada Redmi 9C sudah ditingkatkan, sehingga ponsel tersebut diklaim tidak mengalami penurunan kualitas baterai meski sudah dipakai hampir empat tahun.

Redmi 9C mengusung layar diagonal 6,53 inci dengan panel IPS LCD beresolusi HD Plus. Di bagian atas tersemat poni berbentuk tetesan air (tetesan air) yang memuat kamera selfie 5 MP.

Di punggungnya terdapat tiga buah kamera dan sebuah LED flash yang tersusun secara simetris dalam satu modul persegi. Ketiga kamera tersebut terdiri dari kamera utama 13 MP, kamera makro 2 MP, dan kamera kedalaman 2 MP.

Ponsel ini juga memiliki sensor sidik jari yang ada di bagian belakang, dekat dengan modul kamera belakang.

Redmi 9C dibekali dengan Helio G35 System-on-chip (SoC) yang dipadukan dengan kombinasi RAM dan penyimpanan, masing-masing 3 GB / 32 GB dan 4 GB / 64 GB.

Pengguna juga dapat memperluas kapasitas penyimpanannya dengan kartu microSD. Slot microSD ini terpisah dari slot Dual SIM.

Baca juga: Spesifikasi dan harga lengkap Redmi 9A di Indonesia

Sedangkan untuk menunjang kegiatan bermain gameXiaomi juga membekali ponsel ini dengan teknologi HyperEngine terbaru yang diklaim mampu memberikan pengalaman bermain game yang mulus.

READ  Administrasi Trump menyiapkan upaya besar untuk melindungi monumen yang mencakup US Marshals dan perintah eksekutif

Redmi 9C menjalankan sistem operasi Android 10 yang dilapisi dengan antarmuka MIUI 12. Fitur lainnya termasuk Micro USB, konektor jack audio 3.5mm, dan Bluetooth 5.0

Ponsel ini bisa didapatkan pertama kali mulai 15 September melalui Mi.com, Mi Store dan nomor perdagangan elektronik lain. Tersedia tiga varian warna yang disediakan yaitu Midnight Grey, Sunrise Orange, dan Twilight Blue.

Harga Redmi 9c di Indonesia Indonesia adalah Rp. 1.399.000 untuk varian 3 GB / 32 GB dan Rp. 1.599.000 untuk 4 GB / 64 GB.

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Teratas

Ketahui, Perbedaan Kekebalan Kelompok Melalui Vaksin dan Infeksi

Published

on

VIVA – Program vaksintentang COVID-19 yang dicanangkan pemerintah, ditargetkan dapat menjangkau minimal 70 persen jumlah penduduk kekebalan kawanan atau kekebalan populasi. Namun sayangnya masih terdapat disinformasi yang mengakibatkan kesalahpahaman di masyarakat.

Guru Besar Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran Cissy Rachiana Sudjana Prawira-Kartasasmita menjelaskan. kekebalan kawanan dapat diperoleh dengan dua skema, yaitu imunisasi dan infeksi.

Menurutnya, imunisasi merupakan upaya menciptakan kekebalan terhadap penyakit yang disebabkan oleh virus atau bakteri. Selain itu, infeksi memungkinkan virus atau bakteri menyebar ke semua orang tanpa mengembangkan kekebalan.

Ia mengatakan, imunisasi lebih dianjurkan daripada melalui infeksi.

“Kita tidak bisa begitu saja (melakukan skema infeksi), kerugiannya banyak, jangan sampai meninggal, penyakitnya bertambah parah, rumah sakit jadi penuh, alat tidak cukup, kalau lewat infeksi. Jadi yang selalu dianjurkan melalui imunisasi. Kalau imunisasi bisa dilakukan secara massal, ”kata Cissy dalam Productive Dialogue ‘Exploring Vaccines and Immunization’ di Media Center Committee for Handling COVID-19 and National Economic Recovery (KPCPEN), Selasa, 27 Oktober 2020.

Dia mengingatkan lagi kekebalan kawanan melalui infeksi sangat tidak dianjurkan. Apalagi di era pandemi COVID-19 saat ini.

Selain itu, ini juga disebabkan oleh tingkat penularan virus yang berbeda. Sedangkan COVID-19 termasuk dalam kategori penularan tingkat tinggi.

Seperti diketahui, saat ini kasus COVID-19 di Tanah Air masih tinggi. Untuk itu, selalu patuhi protokol kesehatan dan selalu lakukan 3M: Memakai Masker, Menjaga Jarak dan Jauh dari Keramaian serta Cuci Tangan Pakai Sabun.

#ingatpesanibu
#jagajarak
#pakaimasker
#cucitanganpakaisabun
# Satgas Covid-19

Baca juga: Libur Panjang, Satgas COVID-19 Minta Masyarakat Jauhi Keramaian

Continue Reading

Berita Teratas

NASA menemukan air untuk pertama kalinya di permukaan bulan …

Published

on

Jakarta – Untuk pertama kalinya, Paragraph DuniaIni menentukan keberadaan air di permukaan BulanDiterangi oleh matahari. Mereka juga menemukan bahwa air lebih umum di bulan daripada yang diperkirakan sebelumnya, dengan balok-balok es bersembunyi dalam bayang-bayang “kegelapan abadi”, beberapa hanya sekecil satu sen, kata studi baru.

Ilmuwan telah menemukan tanda air Bulan Sejak 2009. Kemudian, pada 2018 lalu, dia memastikan keberadaan air es di permukaan bulan. (Baca juga: NASA siap meluncurkan teleskop luar angkasa barunya pada akhir Oktober 2021)

Sekarang, para peneliti telah menemukan dalam dua studi baru keberadaan air di salah satu kawah terbesar di permukaan yang diterangi cahaya bulan. Mereka juga menemukan bahwa permukaan bulan mungkin berisi banyak titik es rahasia di “perangkap dingin”, yang merupakan area bulan yang teduh secara permanen.

“Jika Anda bisa membayangkan berdiri di permukaan bulan di dekat salah satu kutubnya, Anda akan melihat bayangan di mana-mana,” kata penulis studi Paul Hine, profesor di Laboratorium Fisika Atmosfer dan Antariksa di Universitas Colorado di Boulder. Ilmu Kehidupan.

“Banyak dari bayang-bayang kecil itu mungkin dipenuhi es,” katanya.

Temukan air di bulan
Dalam sebuah penelitian, para peneliti yang dipimpin oleh Casey Honeyball, seorang peneliti postdoctoral di NASA di NASA Goddard Space Flight Center di Maryland, mempelajari air di Bulan menggunakan data dari teleskop udara SOFIA (Stratospheric Observatory of Infrared Astronomy) milik NASA.

Melalui pengamatan ini, para ilmuwan telah menemukan, untuk pertama kalinya dalam sejarah, keberadaan air di permukaan bulan yang diterangi matahari.

Pekerjaan sebelumnya untuk mengidentifikasi air di bulan didasarkan pada penanda spektral, yang merupakan berbagai “kode batang” yang digunakan para ilmuwan untuk mengidentifikasi bahan, yang dipantulkan sebagai fungsi panjang gelombang. Namun, data tersebut tidak membedakan antara air dan molekul hidroksil (OH) yang menempel pada mineral di permukaan bulan.

READ  Anggota parlemen Yahudi menghadapi eksodus dari Dewan Perwakilan Rakyat
Continue Reading

Berita Teratas

Indonesia Belum Memutuskan untuk Membeli Vaksin AstraZeneca Covid-19 dari Inggris

Published

on

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional Airlangga Hartarto membantah kabar bahwa Indonesia tidak bisa membeli vaksin Covid-19 produksi AstraZeneca asal Inggris.

Menurut Airlangga, informasi tersebut tidak sepenuhnya benar.

Hal tersebut disampaikan Airlangga dalam talkshow bertajuk Update KPCPEN: Prinsip Keamanan Vaksin Covid-19 melalui siaran YouTube BNPB Indonesia, Selasa (27/10/2020).

“Beritanya tidak sepenuhnya benar. Karena kita belum memutuskan,” kata Airlangga.

Baca juga: Filipina Tidak Akan Memohon Vaksin Covid-19, Presiden Duterte: Kami Akan Bayar

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian menjelaskan, vaksin AstraZeneca merupakan salah satu kandidat vaksin yang penelitiannya dilakukan di negara lain.

Padahal, menurutnya harga vaksin tersebut paling mendekati harga yang terjangkau masyarakat.

Selain itu, kelebihan vaksin AstraZeneca mampu memastikan produksi vaksin dalam jumlah besar.

Namun, kata Airlangga, ketersediaan vaksin ini belum bisa dilakukan dalam waktu dekat.

Karena itu, arahan Presiden untuk vaksin itu seperti AstraZeneca, Novavax dan lainnya masih terus dikaji dan tentunya nanti dilihat sesuai dengan kebutuhan yang ada di Indonesia dan juga kerjasama kedepannya, ”jelasnya.

READ  Anggota tim SWAT mengundurkan diri dari unit dengan alasan keselamatan
Continue Reading

Trending