Connect with us

Berita Teratas

Wanita Italia membuat 90 boneka zaitun selama operasi otak

Published

on

Wanita Italia membuat 90 boneka zaitun selama operasi otak

Dia memasak makanan Italia untuk melindungi mie-nya!

Seorang wanita berusia 60 tahun dari Marche di negara itu wilayah Mempersiapkan lusinan boneka zaitun yang lezat saat menjalani operasi otak – untuk mengurangi risiko merusak organ vital, menurut laporan Rabu.

Ketika para dokter mengangkat tumor otak dari lobus temporal kirinya, pasien yang tidak disebutkan namanya itu mengambil 90 buah zaitun yang sudah dilapisi tepung roti dan goreng di dapur darurat di dalam ruang operasi, menurut BBC.

Dokter, yang melakukan apa yang disebut “operasi otak sadar” di Rumah Sakit Riuniti di Ancona, mengatakan menjaga wanita itu terlibat dalam kegiatan yang akrab sementara di bawah pisau membantu melindungi fungsi otak seperti bicara dan memori.

“Untuknya, kami membutuhkan gerakan tangan yang cepat,” kata ahli bedah saraf Roberto Trignani Kantor berita Italia Ansa. “[It] memungkinkan kita untuk memantau pasien saat kita mengerjakan fungsi otak mereka dan untuk mengkalibrasi tindakan kita. ”

Dia menambahkan bahwa, dalam kasus ini, prosedur “berjalan sangat baik.”

Pasien membuat 90 zaitun hijau “Ascoli-style” – disajikan dengan daging dan dilapisi remah roti goreng – selama satu jam, kata Trignani, yang telah melakukan operasi pada lebih dari 60 orang.

Selama operasi otak yang serupa, pasien telah diminta untuk bernyanyi, memainkan alat musik atau menonton kartun.

READ  Pengunjuk rasa mempertanyakan setelah mengancam akan membakar NYC Diamond District
Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Teratas

Tidak ada lagi pencapaian – Jumat, 6 Agustus 2021

Published

on

Dewan Redaksi (Jakarta Post)

Premium

Jakarta
Jumat, 6 Agustus 2021

“Nunik Heravathi Hudojo memiliki seorang ibu rumah tangga, seorang ibu, seorang guru dan sebuah rumah kos, sebuah depot dan sebuah warung yang menyajikan makanan ala rumahan.”

Kalimat di atas adalah kalimat pembuka dari artikel pertama dalam seri “Rakyat, Bukan Angka” kami, yang ditujukan untuk orang-orang yang lebih peduli dengan statistik dan banyak lagi.

Nunik, yang meninggal karena penyakit Kovit-19 pada 15 Desember 2020 di Malang, Jawa Timur, dibunuh oleh satu dari 100.636 nyawa di Indonesia pada hari Rabu, menurut catatan resmi, dan kami semua mendedikasikan halaman pertama untuk edisi Kamis kami.

Krisis kesehatan masyarakat telah mempengaruhi kita semua dalam banyak hal, dan setiap nyawa yang hilang karena penyakit adalah tragedi nasional.

Di antara rekan-rekan kami Jakarta Post, Salah satu guru senior kami kehilangan saudara laki-laki dan perempuan karena Pemerintah-19, yang lain dirawat di rumah sakit …

Baca cerita lengkapnya

Berlangganan sekarang

IDR mulai dari 55.000 / bulan

  • Akses tak terbatas ke konten web dan aplikasi kami
  • E-posting surat kabar digital harian
  • Tidak ada iklan, tidak ada batasan
  • Hak istimewa untuk acara dan program kami
  • Berlangganan buletin kami

READ  Di tengah pandemi, sekelompok pencari suaka dipindahkan ke kota kecil di pedesaan Irlandia. Kemudian mereka mulai menguji positif untuk Covid-19
Continue Reading

Berita Teratas

Penggemar Marvel tidak senang dengan penghilangan Agen Carter di episode Becky’s Legends

Published

on

Episode baru Peggy Carter-centric dari seri Marvel Legends telah membuat marah beberapa penggemar — berkat penolakan Agen Carter untuk diakui secara kanonik.

Review 10 menit, bagaimana jika didesain untuk menjaring penonton…? Memperkenalkan Kapten Carter ke dunia pada bulan Agustus, ia menjelaskan sejarah karakter Haley Adwell di MCU.

Continue Reading

Berita Teratas

Mulyani mengatakan dibutuhkan Rp3 triliun untuk mengatasi perubahan iklim

Published

on

TEMPO.CO, Jakarta Menteri Keuangan Sri Mulyani Indravati pada Rabu dalam webinar CSIS mengatakan biaya kontribusi CO2 atau mitigasi perubahan iklim terlalu tinggi, dengan investasi yang dibutuhkan untuk memitigasi US$365 miliar dan bagian pemerintah mencapai 26 persen.

“Pada 2030 diperkirakan Rp3,461 triliun dan angka itu dinaikkan menjadi Rp3.779 triliun,” kata Menkeu dalam acara virtual pada 4 Agustus.

Ini berarti bahwa negara dapat merumuskan kebijakan atau kerangka kerja dengan sektor publik dan swasta secara internasional yang dapat menerjemahkan perkiraan dan mengisi kesenjangan keuangan dan mencapai komitmen perubahan iklim.

Bapak Mulyani menjelaskan bahwa 2030 akan menjadi tonggak perubahan iklim dan momen penting bagi banyak negara yang telah berjanji pada Perjanjian Paris.

Menteri juga mencontohkan bencana alam global seperti bencana banjir di Jerman, kebakaran hutan di Turki dan California, yang semuanya mendorong negara-negara untuk mewujudkan komitmen ini.

“Perubahan iklim itu nyata dan ketersediaannya menyusut karena dunia saat ini memanas lebih dari 1 persen,” katanya. Sri Mulyani.

Melangkah: Shri Mulyani memprediksi kenaikan anggaran kesehatan 2021 akan lebih dari Rp300tn

Hendardio Honky

READ  Studi Awal Mengatakan Kulit Manggis Berpotensi Menjadi Anti-Covid-19
Continue Reading

Trending