Connect with us

Ekonomi

Tiba-tiba, Nissan dikabarkan menghentikan produksi Nissan X-Trail

Published

on

Jakarta, CNBC Indonesia – Nissan dikabarkan melakukan ‘eutanasia’ atau menghentikan produksi Nissan X-Trail di Thailand. Kabar ini tentu mengejutkan, karena menyangkut pasokan Nissan X-Trail ke Indonesia yang selama ini dipasok Negeri Gajah Putih tersebut.

Pos Bangkok dalam artikel berjudul Nissan mengakhiri 3 model di Thailand Berdasarkan sumber tersebut, terungkap bahwa mereka telah menyuntikkan tiga model mobil mereka, yakni X-Trail, Teana, dan Sylphy. Kabar ini berawal dari sertifikat Nissan Motor Thailand kepada jaringan dilernya di seluruh tanah air.

Surat tersebut menjelaskan bahwa produksi lokal untuk ketiga model tersebut berakhir pada 31 Agustus dan distribusi dihentikan pada 1 September 2020.




Keputusan tersebut didasarkan pada strategi pemasaran dan penjualan baru Nissan di Thailand. Nissan akan lebih fokus pada mobil kompak, mobil kecil multifungsi dan kendaraan listrik. Alih-alih ketiga model di atas, Nissan berkonsentrasi pada mobil kompak, city car, mobil niaga, dan kendaraan listrik.

Sedangkan Nissan di Indonesia seperti dikutip dari CNN IndonesiaPihak Nissan Motor Indonesia (NMI) memastikan saat ini X-Trail tetap dipasarkan di Tanah Air meski ada kabar X-Trail sudah tidak diproduksi lagi di Thailand.

Nissan Indonesia mengakui X-Trail yang dijual di dalam negeri diimpor dari Thailand, kecuali versi hybrid yang diimpor dari Jepang.

“Sampai saat ini, X-Trail masih kami jual di Indonesia yang kami impor utuh dari Thailand,” kata Direktur Pemasaran Nissan Indonesia Bagus Susanto, Jumat (11/9/2020).

[Gambas:Video CNBC]

(Hai, Hai)


READ  Ambles 30%, 5 Saham Ini Bikin Investor 'Senam Hati'
Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ekonomi

Ini buruk! Konflik Covid-19, Dana Asing Habis Hampir Rp. 2 T

Published

on

Jakarta, CNBC Indonesia – Penjualan saham asing di Bursa Efek Indonesia (BEI) semakin besar. Dalam 35 menit perdagangan, asing membukukan nilai jual bersih hampir Rp. 2 triliun.

Berdasarkan data BEI, hingga 14,08 nilai jual bersih asing mencapai Rp 1,75 triliun di semua pasar. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) turun 3,68% ke level 5.571,95.

Saham yang dilepas asing, yakni PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM) senilai Rp 384 miliar. Saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) dilepas asing senilai Rp 194,6 miliar.


Kemudian saham PT Bank Sentral Asia Tbk (BBCA) senilai Rp 201,4 miliar dan PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP).

Sentimen negatif menyelimuti perdagangan saham hari ini, salah satunya dengan banyaknya kasus positif Covid-19 yang membuat Presiden Joko Widodo (Jokowi) kecewa dengan penanganan pandemi ini.

Hal itu diungkapkan Jokowi saat memimpin rapat terbatas membahas Laporan Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional, di Istana Merdeka, kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta.

Semuanya semakin parah, kata Jokowi, Senin (30/11/2020).

Baca: Covid Kecewa Jokowi Meledak, Asing Panik & Bikin IHSG Jatuh
Berdasarkan data yang diterima Kepala Negara per 29 November 2020, rata-rata kasus aktif meningkat menjadi 13,41%. Meski masih lebih baik dari angka dunia, namun angka tersebut lebih tinggi dari rata-rata kasus aktif minggu lalu yang sebesar 12,78%.

“Angka kesembuhannya sama. Minggu lalu 84,03%, sekarang 83,44%,” ujarnya.

Sebagai informasi, kasus Covid-19 berulang kali mencatat rekor selama November 2020. Hal ini semestinya menjadi bendera merah bagi seluruh pemangku kepentingan, baik dari pemerintah hingga masyarakat, untuk semakin melaksanakan protokol kesehatan.

Indonesia telah mencatat rekor peningkatan kasus harian sebanyak 4 kali lipat. Tertinggi terjadi pada Minggu (29/11/2020) dengan 6.267 penderita Covid-19 per hari.

READ  IHSG menguat 0,10% menjadi 5.004 pada perdagangan Rabu (7/10), net sell oleh asing Rp 2 triliun

Selain itu, tercatat pula kasus kematian dengan 169 pasien meninggal dalam sehari pada 27 November 2020. Kemarin, kasus kematian juga menyamai rekor.

Sementara itu, nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) melemah pada perdagangan pasar spot hari ini, setelah menguat 0,57% selama sepekan terakhir.

Pada Senin (30/11/2020), US $ 1 dibandrol dengan harga Rp. 14.080 / US $ di pasar spot. Rupiah melemah 0,07% dibandingkan penutupan perdagangan terakhir pekan lalu. Sebelumnya pada pembukaan perdagangan, rupiah menguat 0,07% menjadi Rp 14.060 / US $.

[Gambas:Video CNBC]

(hps / hps)


Continue Reading

Ekonomi

BRI Syariah mengucurkan dana PEN sebesar Rp1 triliun dalam tiga bulan

Published

on

ILUSTRASI. Nasabah melakukan transaksi di kantor cabang BRI Syariah./pho KONTAN / Carolus Agus Waluyo / 17/11/2020.

Reporter: Dina Mirayanti Hutauruk | Editor: Handoyo.

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. PT Bank BRIsyariah Tbk (BREEZE) berkomitmen untuk terus mendukung program National Economic Recovery (PEN) yang digagas oleh Pemerintah. Setelah mendapatkan penempatan dana Rp1 triliun pada September 2020, BRIsyariah telah menyalurkan Rp1.152 triliun.

Direktur Utama BRIsyariah Ngatari menjelaskan penempatan dana Pemerintah sebesar Rp1 triliun dengan target penyaluran Rp2 triliun. Hingga akhir November 2020, BRIsyariah telah menyalurkan dana PEN kepada 11.492 nasabah.

BRIsyariah menyalurkan dana PEN kepada pelaku UMKM, baik yang produktif maupun yang berdagang. “Sekitar 41% persen penerima PEN ada di sektor perdagangan. Misalnya sembako dan alat kesehatan. Sedangkan sisanya di sektor produksi, pertanian dan jasa,” jelas Ngatari dalam keterangan resminya, Minggu (29/11). ).

BRIsyariah berkomitmen untuk mengalokasikan dana PEN untuk pelaku UMKM. BRIsyariah menyadari bahwa UMKM merupakan tulang punggung perekonomian nasional yang mampu menyerap hingga 97% dari total tenaga kerja.

Baca juga: Faisal Basri mengatakan perekonomian Indonesia masih negatif pada awal 2021, kata Kementerian Keuangan

Menurut Ngatari, strategi penyaluran PEN antara lain menggandeng komunitas pengusaha mikro yang membutuhkan bantuan permodalan dan digitalisasi yang selanjutnya akan mempercepat proses pencairan dana melalui beberapa inovasi seperti aplikasi i-Kurma dan Salam Digital.

i-Kurma adalah aplikasi untuk memproses aplikasi pembiayaan. Aplikasi ini memudahkan pemasar pembiayaan BRIsyariah untuk mengecek data calon nasabah karena sudah terkoneksi online dengan Dukcapil dan OJK sehingga proses pengambilan keputusan lebih cepat. Adanya transformasi digital seperti aplikasi i-Kurma memberikan pertumbuhan aset, DPK, dan pembiayaan BRIsyariah di atas rata-rata nasional.

READ  Investor asing lego saham tersebut saat IHSG menguat di sesi pertama Senin (23/11)

Sedangkan Salam Digital merupakan portal aplikasi pembiayaan yang memberikan kemudahan dalam mengakses aplikasi nasabah secara cepat dan sesuai dengan prinsip syariah. Salam Digital dapat diakses melalui www.salamdigital.brisyariah.co.id untuk mendapatkan fasilitas pembiayaan yang lebih mudah dan cepat.

DONASI, Dapatkan Voucher Gratis!

Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terima kasih atas perhatiannya, terdapat voucher gratis senilai donasi yang dapat digunakan berbelanja TOKO SELAMAT.



Continue Reading

Ekonomi

Selamat datang di window dressing, inilah stock rekomendasi dari para analis

Published

on

ILUSTRASI. Secara historis, pergerakan saham di bulan Desember selalu meningkat akibat aksi window dressing, tidak terkecuali tahun ini.

Reporter: Kenia Intan | Editor: Khomarul Hidayat

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Secara historis, pergerakan saham di bulan Desember selalu meningkat karena adanya aksi ganti jendela, tahun ini tidak terkecuali. Analis Panin Sekuritas William Hartanto memperkirakan IHSG berpotensi menguat meski dibayangi aksi tersebut. profit taking.

Perkiraan saya penguatannya agak terbatas, 5.800 hingga 6.000, ”jelasnya kepada Kontan.co.id, Minggu (29/11). Selain ganti jendelaPenguatan IHSG juga akan didorong oleh sentimen lain seperti pembagian dividen.

Seperti kata William, ganti jendela tahun ini memang terjadi lebih awal dari tahun-tahun biasanya. Menurut dia, ganti jendela sudah terjadi sejak minggu ke-2 November 2020. Hal ini dipicu oleh libur akhir tahun yang lebih panjang.

Oleh karena itu, tidak mengherankan jika dalam sebulan terakhir IHSG bergerak naik signifikan. Mengutip data RTI Business, selama sebulan IHSG naik 12,77% menjadi 5.783.335 hingga Jumat (27/11). Selain didorong oleh sentimen ganti jendelaPenguatan IHSG dalam sebulan terakhir juga didorong oleh sentimen pemilihan presiden AS.

Baca juga: IHSG Diprediksi Akan Menguat, Ini Rekomendasi Saham Senin (30/11)

Melihat proyeksi IHSG pada Desember 2020, William berpesan agar investor memperhatikan saham-saham penggerak indeks seperti BBCA, TLKM, HMSP, BBRI, BMRI, BBNI atau apapun ASII.

Selain itu, William berpesan kepada investor untuk mengikuti sentimen yang muncul sepanjang bulan Desember 2020. Misalnya, BUMN di sektor konstruksi yang kemungkinan mendapat kontrak baru atau berita perkembangan vaksin yang berpotensi mempengaruhi saham. di sektor farmasi.

“Saham yang bisa dilihat secara keseluruhan ASII, BBCA, BBRI, BBNI, BMRI, TLKM, HMSP, LPPF, RALS, PETA, WSKT, ADHI, PTPP, KAEF, IRRA, LSIP, AALI, “dia menambahkan.

READ  Ambles 30%, 5 Saham Ini Bikin Investor 'Senam Hati'

Sedangkan di bagian wajah ganti jendela Pada Desember, Analis Modal Sekuritas Chris Apriliony cenderung menyukai saham bluechip sebagai TLKM, ICBP dan ANTM. Karena TLKM harganya masih jauh dari harga tahun lalu. Sementara itu, harga saham TLKM juga mulai menguat saat ini.

Bagi ICBP, laba atas laporan keuangan yang akan dirilis diproyeksikan lebih tinggi dibanding 2019. Sementara itu, rebound harga nikel menambah daya tarik saham ANTM.

Selain saham-saham tersebut, Chris menyarankan investor untuk mencermati saham-saham lain di seri indeks LQ45. Pertimbangannya, secara historis pergerakan saham LQ45 di bulan Desember cenderung menguat.

Asal kamu tahu, ganti jendela Hal tersebut dilakukan untuk meningkatkan laporan keuangan atau harga saham perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Sedangkan reksa dana atau perusahaan yang berinvestasi di pasar modal biasanya menempatkan dananya pada saham LQ45. Misalnya, perusahaan besar suka pengelola dana reksa dana asing, reksa dana asing, atau dana pensiun. Dengan demikian, indeks ini lebih bermanfaat sebagai acuan dibandingkan saham lainnya.

Berdasarkan pantauan Chris, berdasarkan histori pergerakan indeks LQ45, berikut ini beberapa saham yang berpeluang tinggi untuk kembali rebound pada Desember 2020. Peluangnya pun mulai dari 70% hingga 90%. Beberapa dari saham ini adalah SMGR, ASII, PGAS, TOWR, SCMA, BMRI, Untrim, BBCA, INCO, BBNI, BBRI, ICBP, JSMR, PTBA, TLKM dan UNVR.

DONASI, Dapatkan Voucher Gratis!

Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terima kasih atas perhatiannya, terdapat voucher gratis senilai donasi yang dapat digunakan berbelanja TOKO SELAMAT.



Continue Reading

Trending