Connect with us

Ekonomi

Sudah Bulat, Pengusaha Pastikan Upah Minimum 2021 Tak Naik!

Published

on

Jakarta, CNBC Indonesia – Musim pembahasan Upah Minimum Provinsi (UMP) dan Upah Minimum Kabupaten / Kota (UMK) telah tiba. Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, pembahasan upah kali ini bertepatan dengan berlakunya UU Ciptaker dan dampak pandemi Covid-19 yang membuat perekonomian mengalami resesi.

Ketua Umum Apindo Hariyadi B Sukamdani mengatakan usulan gaji tahun depan tidak akan naik. Artinya, UMK dan UMP 2021 tidak akan berubah dibandingkan tahun 2020. Keyakinan wirausaha ini hanya berjarak dua minggu, sebelum gubernur menetapkan Upah Minimum Provinsi (UMP) 2021 pada 1 November.

“Yang kita tahu dari Dewan Pengupahan Nasional tahun 2021 upah minimumnya sama dengan 2020. Itu yang kita tahu. Jadi, semoga ada kesepakatan untuk semuanya,” ujarnya di Menara Kadin, Kamis (15/10). / 20).


Menurutnya, hal ini tidak lepas dari payung hukum penetapan upah. Selama ini aturan dasar yang digunakan adalah PP 78/2015 tentang pengupahan. Kini, PP terancam tidak berlaku karena UU Ciptaker mulai berlaku.

“UU Cipta Kerja ini masih dalam proses. Kalau pakai PP 78/2015 juga ada kendala, karena rumusannya adalah peningkatan pertumbuhan ekonomi nasional dan inflasi. Dari segi pertumbuhan ekonomi nasional kita masih minus, dan inflasi sedang. deflasi, “tambahnya. .

“Jadi sulit untuk menentukan besaran upah seperti kondisi normal. Jadi yang kita tahu dari Dewan Pengupahan Nasional kenaikan upah tahun depan sama dengan tahun 2020,” ujarnya.

Sementara itu, ia menegaskan, kebijakan upah minimum ini tetap ada di UU Ciptaker. Namun, memang ada penghapusan Upah Minimum Sektoral (UMSK) Kota / Kabupaten.

“Kalau tidak ada upah sektoral. Karena kalau ada upah minimum itu paling rendah. Kalau terkait sektor dan lain-lain itu bipartit. Benar-benar mengembalikan upah minimum, upah minimum. Jadi UMP dan UMK. Jadi UMK. Tetap, ”jelasnya.

READ  RI Terancam Krisis Jarum Suntik, Siapkah Emiten Farmasi Indonesia?

Meski begitu, penetapan UMK diberikan persyaratan tambahan dalam UU Ciptaker. Persyaratan ini terkait dengan kinerja di setiap daerah terkait pertumbuhan ekonomi dan penyerapan tenaga kerja.

Artinya kalau suatu daerah pertumbuhannya buruk maka daya serap tenaga kerjanya juga buruk. Jadi tentu saja tidak bisa mengimbangi kenaikan normal. Tapi sebaliknya. Kalau daerahnya bagus pertumbuhannya, daya serapnya bagus. , jadi harus meningkat. Jadi tidak bisa digeneralisir. Memang susah, investasi tidak mau masuk ke sana. Tapi kalau terus meningkat malah akan tertinggal, ”jelasnya.

Dikatakan bahwa pembahasan tentang kenaikan upah minimum pada tahun 2021 sedang berlangsung. Ketidaksepakatan antara pekerja dan pengusaha mulai mereda. Kedua pihak memiliki pandangan yang berbeda tentang besaran kenaikan UMP 2021 seperti yang terjadi pada tahun-tahun sebelumnya.

Ketua Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal menilai kenaikan UMP 2021 tidak jauh berbeda dengan tahun 2020. Kenaikan UMP pada 2021 seharusnya mencapai 8,51%.

“Saya kira hampir sama. Inflasi sekitar 3%, lalu pertumbuhan ekonomi tahun lalu sekitar 5,01%. Jadi sekitar 8% juga,” ujar Iqbal kepada CNBC Indonesia.

[Gambas:Video CNBC]

(Hai, Hai)


Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ekonomi

Memperbaiki! Darmawan Junaidi Disahkan sebagai Direktur Utama Bank Mandiri Siang Ini. Inilah Profil

Published

on

Bisnis.com, JAKARTA – Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. akan diatur Darmawan Junaidi selaku direktur utama siang ini, Rabu (21/10/2020).

Kepastian ini didapat dari sumber Bisnis yang berada di tim penilai pagi ini. “Pak Darmawan,” jawabnya singkat.

Adapun pesan singkat yang dikirim Bisnis Kepada Darmawan hingga berita ini diturunkan belum ada tanggapan.

Darmawan Junaidi saat ini menjabat sebagai Direktur Treasury, International Banking, dan Special Asset Management di Bank Mandiri. Ia menjabat sejak Agustus 2017. Pria berusia 53 tahun ini lebih banyak berkecimpung di bidang tersebut Perbendaharaan.

Sejak merger Bank Mandiri pada tahun 1999, hingga menjabat sebagai Group Head of Treasury Bank Mandiri pada tahun 2016. Sedangkan untuk outside treasury menjabat sebagai Regional CEO Bali & Nusa Tenggara Bank Mandiri pada tahun 2015.

Pada Rapat Umum Pemegang Saham Bank Mandiri Desember 2019, beliau kembali diangkat sebagai Direktur Treasury, International Banking, & Special Asset Management, yang juga bertanggung jawab atas upaya penyelesaian kredit bermasalah (pemulihan pinjaman), masalah hukum (hukum), dan penyediaan solusi segmen grosir perbankan transaksi.

Selain Bank Mandiri, pada tahun 2016 hingga 2017 Darmawan menjabat sebagai Direktur Keuangan PT Semen Indonesia (Persero) Tbk. Bahkan pernah menjabat sebagai Plt. Direktur Utama di perusahaan semen milik negara periode Mei-Agustus 2017.

Jabatan Komisaris Utama PT Semen Kupang Indonesia juga telah dijabat sejak November 2016 hingga Agustus 2017.

Secara akademis, Darmawan menyelesaikan pendidikannya di Bidang Hukum Perdata, Universitas Sriwijaya pada tahun 1990. Kemudian ia mengasah ilmunya melalui sejumlah pelatihan eksekutif seperti Strategi Pengembangan untuk Penciptaan Nilai dari London School of Business.

READ  RI Terancam Krisis Jarum Suntik, Siapkah Emiten Farmasi Indonesia?

Selain itu, kepemimpinan dan keterampilan pengembangan tim yang solid juga diperoleh melalui Sekolah Bisnis Booth Universitas Chicago hingga Universitas Northwestern, Chicago.

Dengan terpilihnya Darmawan, berarti mencopot dua calon lainnya yang sebelumnya disebut-sebut akan mengisi kursi bank nomor satu berkode saham BMRI itu. Mereka adalah Hery Gunadi, saat ini menjabat sebagai Wakil Direktur Bank Mandiri dan Ahmad Siddik Badruddin, Direktur Manajemen Risiko Bank Mandiri.

Konten Premium

Masuk / Daftar


Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga yang terkena virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, bantu donasi sekarang! Klik disini untuk lebih jelasnya.


Continue Reading

Ekonomi

Sekali lagi, situasi sulit ini masih berupa demo

Published

on

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Penanaman Modal, Luhut Binsar Pandjaitan. (Sumber: KOMPAS.com/ANDRI DONNAL PUTERA)

JAKARTA, KOMPAS TV – Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Penanaman Modal Luhut Binsar Pandjaitan sindiran masyarakat Indonesia yang masih berdemonstrasi di tengah pandemi virus corona atau Covid-19.

Sindiran tersebut disampaikan Luhut pada acara Indy Fest 2020: Energy for the Country yang digelar secara virtual pada Senin (19/10/2020).

Sindiran itu bermula saat Luhut bercerita tentang perjalanannya Revolusi industri dalam sejarah peradaban manusia.

Baca juga: Ribuan Pekerja dan Pelajar di Sekitar Istana, Mahfud MD Perintahkan Petugas Tak Bawa Peluru Tajam

“Revolusi industri dalam peradaban manusia berada di akhir abad ke-18, 20, awal abad ke-70 dan hari ini,” kata Luhut dalam keterangannya yang dikutip, Selasa (20/10/2020).

Dalam perkembangan revolusi industri, menurut Luhut, Indonesia masih tertinggal jauh dalam beradaptasi dengan era industri 4.0. Apalagi jika dibandingkan dengan Jerman, AS, Inggris, dan China.

Karena itu, kata Luhut, Indonesia harus mengejar ketertinggalan.

READ  Hidroponik di atap rumah yang membawa berkah
Continue Reading

Ekonomi

Segera selenggarakan RUPS, inilah calon-calon kuat Ketua Direktur Utama Bank Mandiri

Published

on

ILUSTRASI. Suasana customer service di Kantor Cabang Utama (KCU) Bank Mandiri Bintaro, Tangerang Selatan, Selasa (23/6). / Pho KONTAN / Carolus Agus Waluyo / 23/06/2020.

Reporter: Laurensius Marshall Sautlan Sitanggang | Editor: Tendi Mahadi

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. PT Bank Mandiri Tbk akan menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) besok, Rabu (21/10). Tentunya salah satu agenda utama tidak lain adalah penetapan kursi direktur utama yang saat ini kosong setelah direktur utama sebelumnya Royke Tumilaar ditugaskan untuk memimpin PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI).

Posisi direktur pelaksana yang kosong di salah satu bank terbesar di tanah air ini juga membawa banyak informasi yang beredar di pasar. Menurut sumber KONTAN, sebenarnya ada beberapa nama calon penerus Royke untuk memimpin bank berkode saham tersebut BMRI itu. Namun, dia yakin kursi tersebut akan diisi secara internal oleh perseroan.

“Kemungkinan besar akan datang dari dalam (internal), artinya ada direksi yang akan naik,” ujarnya belum lama ini. Menurut informasi berbeda, nama direksi Bank Mandiri memang calon Direktur Utama.

Baca juga: Dengan outlook stabil, Taspen mendapatkan peringkat triple A dari Pefindo

Kandidat tersebut adalah Hery Gunardi, yang saat ini menjabat sebagai wakil direktur pelaksana sekaligus penjabat (Plt) direktur utama Bank Mandiri saat ini.

Wajar jika nama Hery digaungkan, karena kiprahnya di dunia perbankan memang lumayan lama dan bisa dibilang dia salah satu bankir senior di Tanah Air. Hery juga pernah menjadi anggota tim merger pendirian Bank Mandiri pada 1998-1999.

Ia juga pernah menduduki beberapa posisi penting di Mandiri Group seperti Direktur AXA Mandiri Financial Services tahun 2003-2006, manajemen kekayaan kepala kelompok merangkap sebagai Komisaris Utama AXA Mandiri Financial Services (2006-2009) dan kemudian menjadi group head jaringan Jakarta (2009-2011, dan terus berlanjut jaringan distribusi kepala kelompok 2011-2013 tahun yang lalu.

READ  Suku bunga deposito tertinggi adalah 5,63%, lihat suku bunga deposito terakhir bank akhir pekan ini

Hery juga pernah menjabat berbagai posisi direksi di Bank Mandiri, seperti direktur mikro dan ritel, direktur konsumer, direktur distribusi, Direktur bisnis kecil & jaringan, dan sutradara transaksi konsumen & eceran sampai posisi terakhirnya sebagai wakil direktur pelaksana.

Calon internal yang juga dibisikkan oleh sumber KONTAN, yakni Darmawan Junaidi. Darmawan bahkan digadang-gadang sebagai salah satu calon terkuat. Sama seperti Hery, Darmawan juga membesarkan nama dan seluruh karirnya di Bank Mandiri, tepatnya dari tahun 1999 hingga saat ini.

Baca juga: Begini Nasib Industri Perbankan Saat Pandemi Virus Corona (Covid-19)

Adapun saat ini, Darmawan dipercaya oleh pemegang saham melalui Rapat Umum Pemegang Saham Desember 2019 untuk kembali menjabat sebagai direktur perbendaharaan, perbankan internasional dan manajemen aset khusus. Darmawan bisa dikatakan memiliki peran penting di Bank Mandiri, posisinya sebagai direktur tresuri tentu membuatnya bertanggung jawab untuk menjaga kestabilan likuiditas Bank Mandiri, sekaligus mencari rejeki dari bisnis tresuri.

Ia juga bertanggung jawab untuk mengelola perbaikan kredit atau pemulihan pinjaman hingga solusi transaksi perbankan untuk segmen korporasi atau grosir. Meski berkarir lebih lama di Bank Mandiri, Darmawan juga sempat menjajal posisi sebagai direktur keuangan di sebuah perusahaan milik negara, yakni PT Semen Indonesia Tbk.

DONASI, Dapatkan Voucher Gratis!

Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terima kasih atas perhatiannya, terdapat voucher gratis senilai donasi yang dapat digunakan berbelanja TOKO SELAMAT.



Continue Reading

Trending