Connect with us

Berita Teratas

Spesifikasi Reno4 dan Reno4 Pro

Published

on

Jakarta, Selular.ID – Oppo telah merilis dua seri Reno terbarunya, yakni Reno4 dan Reno4 Pro. Kedua smartphone ini tampil dengan fitur kamera yang mumpuni. Kedua seri tersebut dibandrol dengan harga yang berbeda.

Seperti diketahui, Reno4 yang diumumkan awal Agustus lalu dibandrol dengan harga Rp4.999 juta. Sedangkan Reno4 Pro yang baru diluncurkan dijual dengan harga Rp7.999 juta, dengan selisih harga Rp3 juta. Tentunya perbedaan kedua seri Reno4 tersebut juga berbeda.

Berikut Spesifikasi Reno4 dan Reno4 Pro

Kamera
Oppo Reno4 menambahkan konfigurasi 4 kamera di bagian belakang. Desain 4 lensa tampak berlapis vertikal dengan bingkai persegi, mengadopsi desain kontemporer. Ini terdiri dari kamera utama 48MP, lensa ultra lebar 8MP, lensa makro 2MP, dan lensa mono 2MP. Ini fitur AI Color Portrait, Monochrome Video, Night Flare Portrait, Ultra Steady Video, Ultra Dark Mode, Ultra 108 MP Clear Image, 960fps Slow-motion, dan sebagainya.

Untuk kamera, Oppo Reno4 Pro juga menggunakan konfigurasi empat kamera yang masing-masing merupakan lensa utama 48MP, ultra wide 8MP, lensa makro 2MP, dan lensa depth 2MP. Oppo Reno4 Pro memiliki resolusi 32MP yang menghadirkan Ultra Steady Video, Ultra Night Selfie, AI Color Portrait Mode, dan slow motion. Oppo Reno4 Pro dan Reno4 masih belum menggunakan teknologi NFC.

Refresh rate layar

Reno4 menggunakan kecepatan refresh 60Hz. Refresh rate yang lebih tinggi menjanjikan pengalaman yang lebih lancar saat menikmati konten di ponsel, terutama untuk bermain game.

Sedangkan Reno4 Pro mengusung screen refresh rate 90Hz dan touch sampling rate 180Hz. Kecepatan refresh 90 Hz membuat pengalaman sentuh layar semakin mulus dan mulus. Oppo Reno4 Pro juga memiliki desain lubang di pojok kanan atas layar sebagai kamera selfie.

READ  'Bercanda' Trump pada pengujian coronavirus memperlihatkan kelalaiannya ketika kasus-kasus meningkat

Layar
Oppo Reno4 mengusung layar AMOLED 6,4 inci, Oppo memilih perlindungan Corning Gorilla Glass 3 di bagian depan dan Corning Gorilla Glass 5 di bagian belakang.

Sedangkan layar Oppo Reno 4 Pro lebih besar dibandingkan dengan Reno4 yaitu 6,5 inci yang menggunakan panel Super AMOLED E3 dengan rasio layar body-to-cell sebesar 92,01 persen.

Baterai
Oppo Reno4 mengusung baterai 4015mAh yang didukung 30W VOOC 4.0. Berbekal teknologi fast charging, Reno4 diklaim mampu mengisi penuh baterainya hanya dalam waktu sekitar 57 menit.

Baca juga:Oppo Reno4 Pro Resmi Dirilis di Indonesia

Untuk baterainya, Oppo Reno4 Pro berkapasitas baterai 4.000mAh menggunakan teknologi fast charging 65W SuperVOOC 2.0 yang diklaim bisa terisi penuh dalam waktu 36 menit. SuperVOOC 65W saat ini hanya digunakan untuk seri flagship dari Oppo saja, termasuk Find X2.

Penyimpanan
Reno4 dilengkapi dengan RAM LPDDR4X 8GB dan memori internal 128GB. Reno4 menyediakan slot Micro SD untuk menambah penyimpanan hingga 256GB. Oppo Reno 4Pro juga didukung RAM 8GB dan pilihan kapasitas penyimpanan 128GB dan 256GB.

Ukuran

Oppo Reno4 didukung dengan ketebalan 7,7 mm dan bobot 165 gram. Dengan varian warna Space Black, Galactic Blue

Oppo Reno4 Pro memiliki bobot dan ukuran yang sama yaitu bobot 161 gram, ketebalan 7.7mm, Oppo Reno4 Pro hadir dalam dua pilihan warna premium yaitu Starry Night dan Silky White.

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Teratas

KESABARAN DULU, Bioskop di Pekanbaru Masih Belum Diizinkan Beroperasi

Published

on

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU – Meskipun bioskop di sejumlah kota di Indonesia mulai beroperasi, bioskop di Pekanbaru masih belum buka lagi.

Pengelola bioskop di Kota Pekanbaru hingga kini belum diizinkan menjalankan bisnis di tengah pandemi Covid-19.

Apalagi hingga saat ini angka peningkatan kasus COVID-19 di Pekanbaru dan Riau secara umum masih tinggi dan menjadi perhatian pemerintah pusat.

Sekretaris Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM-PTSP) Kota Pekanbaru F Rudi Misdian mengatakan larangan tersebut bioskop untuk beroperasi sesuai dengan arahan dari Pemerintah Pusat.

“Jadi dari pusat belum diperbolehkan. Pusat minta tunggu, jangan beroperasi dulu,” kata Rudi Misdian kepada tribunpekanbaru.com, Minggu (24/10/2020).

Larangan itu disampaikan Rudi bioskop beroperasi juga mengingat penyebaran wabah yang tinggi Covid-19 di Pekanbaru dan Riau, tentunya.

“Karena (penyebaran) virus corona terus meningkat, itulah salah satu penyebab bioskop belum diizinkan beroperasi,” jelasnya.

Baca juga: Tonton Streaming Film Story of Kale: When Someones in Love di bioskop Online

Baca juga: Ada kekhawatiran akan timbul cluster baru virus corona, wacana pembukaan kembali bioskop harus ditunda.

Meski belum diizinkan beroperasi, Rudi mengatakan sudah ada 7 pengelola bioskop yang mengajukan izin operasional dan semuanya sudah diproses.

“Memang ada 7 izin operasional yang sedang kita proses. Hanya saja untuk bisa beroperasi kita harus menunggu arahan dari pusat. Jadi meski izin sudah diproses, sampai sekarang belum ada yang beroperasi,” ujarnya. .

Seperti yang diketahui bioskop sendiri belum terbuka sejak wabah covid pandemi melanda Indonesia awal tahun lalu hingga sekarang.

Continue Reading

Berita Teratas

5 Risiko Makan Terlalu Banyak Telur, Bisakah Penyebab Diabetes?

Published

on

LENGKONG, AYOBANDUNG.COM Telur merupakan makanan yang cukup lengkap untuk kesehatan. Selain mengandung banyak protein, telur mengandung karbohidrat dan 8 jenis asam amino yang bermanfaat bagi tubuh, terutama bagi anak-anak yang masih dalam masa pertumbuhan.

Telur juga menjadi salah satu makanan favorit orang Indonesia. Telur seperti telur ayam, bisa direbus, telur dadar dan daging sapi. Namun telur yang dikonsumsi dalam jumlah banyak justru tidak bermanfaat bagi kesehatan, karena salah satunya menyebabkan penyakit diabetes.

Berikut beberapa risiko makan terlalu banyak telur.

1. Meningkatkan kolesterol

Satu telur mengandung sekitar 185 mg kolesterol. Konsumsi 6 butir telur per minggu adalah jumlah maksimal yang diperbolehkan. Namun, jumlah tersebut juga harus diimbangi dengan olahraga.

2. Pemicu diabetes

Kandungan lemak pada telur juga bisa memicu penyakit diabetes, terutama pada wanita. Menurut penelitian, makan telur ayam setiap hari menempatkan pria pada risiko 55% terkena diabetes tipe 2. Sedangkan pada wanita, risikonya 77% lebih besar dibandingkan pada pria.

3. Jerawat

Meskipun tidak langsung menyebabkan jerawat, telur dapat memperburuk jerawat pada beberapa orang. Pola makan yang kaya akan daging dan produk daging, termasuk telur, biasanya mengandung karbohidrat olahan dan makanan olahan yang dapat meningkatkan peradangan dalam tubuh.

4. Ketidakseimbangan hormonal

Pada telur anorganik, burung biasanya disuntik dengan hormon. Hormon-hormon tersebut dapat mengganggu aktivitas hormonal dalam tubuh Anda. Makan banyak telur memudahkan hormon Anda berfluktuasi. Terutama pada wanita. Konsumsi protein hewani harus diatur dengan lebih banyak sayuran dan buah-buahan untuk mengimbangi efek samping.

5. Penambahan berat badan

Telur mengandung 75 kalori per telur. Jika Anda makan telur orak-arik untuk sarapan dengan tiga butir telur, itu berarti Anda mendapatkan 225 kalori. Telur yang tinggi kalori bisa membuat Anda bertambah gemuk, seperti dilansir dari Halluchat. (Aufa Fadel)

READ  Diledakkan Sekitar 700.000 Tahun Lalu & Jatuh ke Bumi, NASA Pulangkan Meteorit Kecil ke Planet Asal

Continue Reading

Berita Teratas

Dorong Daya Beli, Pemerintah Percepat Pencairan Bantuan Subsidi Gaji

Published

on


BATAMCLICK.COM, Pemerintah melalui Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN) akan terus mempercepat proses pencairan Program Bantuan Gaji / Subsidi Upah hingga mencapai 100 persen pada akhir tahun 2020.

Hingga Senin (19/10), total penerima Program Bantuan Subsidi Gaji / Upah telah mencapai 12,16 juta penerima atau 98 persen dari total data 12,4 juta calon penerima Bantuan Subsidi Upah (BSU). Melalui Kementerian Ketenagakerjaan, program Bantuan Gaji / Subsidi Upah telah disalurkan dalam beberapa tahap dengan perincian sebagai berikut.

● Tahap I menerima 2,48 juta penerima
● Tahap II menerima 2,98 juta penerima
● Tahap III mendistribusikan 3,47 juta penerima
● Tahap IV mendistribusikan 2,62 juta penerima
● Tahap V mendistribusikan 602 ribu penerima

Persyaratan yang dibutuhkan calon penerima Bantuan Gaji / Subsidi Upah relatif sederhana, antara lain WNI, memiliki NIK, peserta BPJS Ketenagakerjaan hingga Juni 2020, memiliki gaji di bawah Rp5 juta dan memiliki rekening bank yang aktif.

Besarnya subsidi yang diterima Rp 600 ribu per bulan per pekerja selama empat bulan, atau Rp 2,4 juta per orang. Skema pencarian atau transfer dana akan diberikan setiap dua bulan ke rekening masing-masing peserta. (tikar)

sumber: detik.com

READ  Jarang Dilakukan, Ini 7 Cara Efektif Menurunkan Tekanan Darah Tinggi, Perlu Dicoba Penderita Hipertensi
Continue Reading

Trending