Connect with us

Ekonomi

Saat IHSG Berguncang, Ternyata Asing Beli 5 Saham Ini!

Published

on

Jakarta, CNBC IndonesiaIndeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada awal perdagangan Senin lalu (21/9/20) tertekan dan melemah 1,18% di level 4.999,36 setelah isu independensi Bank Indonesia (BI) kembali marak.

Bahkan, indeks sempat menyentuh level tertinggi hariannya di 5.075, meski pada akhirnya sempat menyentuh level terendahnya di 4.987.

Data perdagangan mencatat 115 saham naik, 329 saham ambruk, dan 144 saham stagnan.


Asing melakukan jual bersih Rp 249 miliar di pasar reguler dengan nilai transaksi hari ini Rp 6,8 triliun. Secara total digabungkan dengan pasar tunai dan nego, asing net sell mencapai Rp 311,12 miliar.

Saham yang paling banyak dijual asing adalah PT Astra International Tbk (ASII) dengan penjualan bersih Rp 29 miliar dan PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) yang mencatatkan jual bersih Rp 91 miliar.

Sementara itu, saham yang paling banyak mengumpulkan dana asing adalah PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) dengan net buy Rp 65 miliar dan PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR) dengan net buy Rp 26 miliar.

Meski sebagian besar investor asing masih melakukan net sell, namun ada lima saham dengan net buy terbesar yaitu:

1. PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI)

Saham BBRI yang dibeli asing mencapai Rp 74,42 miliar, meski harga sahamnya turun 0,93% ke level Rp 3.190 / saham. Nilai transaksi saham BBRI mencapai Rp 394,19 miliar dengan volume perdagangan 123,19 juta lembar saham.

2. PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR)

Saham emiten menara telekomunikasi ini dibeli asing senilai Rp 26,44 miliar, meski harga sahamnya juga terkoreksi 1,44% ke posisi Rp 1.025 / saham. Nilai transaksi saham TOWR mencapai 127,42 miliar dengan volume perdagangan 123,26 juta lembar saham.

READ  Gempa bumi Indonesia mengguncang Jawa Timur, menewaskan sedikitnya delapan orang, melukai puluhan lainnya

3. PT United Tractors Tbk (UNTR)

Saham perusahaan alat berat dan tambang emas Grup Astra itu dibeli asing senilai Rp 15,82 miliar. Harga sahamnya juga minus 0,84% menjadi Rp 23.600 / saham. Nilai transaksi perdagangan mencapai Rp 63,93 miliar dengan volume perdagangan 2,71 juta saham.

4. PT Jaya Bersama Indo Tbk (DUCK)

Saham restoran The Duck King dibeli asing seharga Rp 7,86 miliar. Harga sahamnya turun 6,15% menjadi Rp 244 / saham dengan nilai transaksi Rp 9,82 miliar dan volume perdagangan 38,02 juta saham.

5. PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG)

Saham emiten telekomunikasi yang merupakan bagian dari Saratoga Group itu dibeli asing senilai Rp 7,83 miliar. Harga sahamnya naik 2,37% menjadi Rp 1.295 / saham, dengan nilai transaksi Rp 74,35 miliar dan volume perdagangan 57,25 juta saham.

Saham bank memang terkoreksi kemarin. Sentimen domestik terkait Bank Indonesia (BI) yang akan kembali menjadi pengawas industri perbankan menjadi salah satu katalisnya.

Berita ini kembali beredar di pasaran. Padahal, pemberitaan terkini menyebutkan bahwa perubahan payung hukum akan segera dibahas oleh pemerintah dan DPR.

Pembahasan mengenai kewenangan BI sebagai otoritas moneter belakangan ini menjadi sorotan pelaku pasar. Pasalnya, saat terjadi pandemi seperti ini, pergeseran fungsi kelembagaan dinilai sangat sensitif bagi pelaku pasar.

Di kawasan Asia, bursa di kawasan ini juga ditutup melemah, menyusul kabar pengelolaan dana yang mencurigakan di bank-bank raksasa dunia tersebut dan kabar lonjakan kasus Covid-19 di Eropa.

Indeks Hang Seng Hong Kong turun 2,06%, diikuti oleh indeks Shanghai di China yang turun 0,63%, STI Singapura terdepresiasi 0,48% dan Kospi Korea Selatan turun 0,95%. Sementara itu, indeks Nikkei Jepang sedang libur hari ini karena memperingati hari penghormatan bagi para senior.

READ  Pemulihan ekonomi: KP Financia menerima insentif keuangan dari IFC - Inforial

Reuters melaporkan bahwa bank raksasa Asia seperti HSBC dan Standard Chartered telah mengelola dana mencurigakan dalam dua dekade terakhir. Laporan tersebut mengutip dokumen rahasia yang diserahkan oleh bank kepada pemerintah AS, yang segera disangkal oleh beberapa bank.

“Kami tidak mengomentari berita terkait aktivitas yang mencurigakan,” kata HSBC dalam keterangan resminya kepada CNBC.

Sementara itu, Standard Chartered dalam pernyataannya mengatakan bahwa pada kenyataannya akan selalu ada upaya untuk mencuci uang dan menghindari sanksi, dan bahwa “diperlukan tanggung jawab untuk memerangi kejahatan keuangan dengan sangat serius”.

[Gambas:Video CNBC]

(tas tas)


Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ekonomi

Situasi terburuk Bank Dunia untuk Indonesia semakin memburuk – perdagangan

Published

on

Dzulfiqar Fathur Rahman (The Jakarta Post)

Premium

Jakarta
Sel, 17 Juni 2021

Bank Dunia telah mempertahankan perkiraannya untuk pertumbuhan ekonomi Indonesia, tetapi melihat risiko yang lebih tinggi menyusul munculnya jenis COVID – 19 yang lebih menular.

Sementara ekonomi nasional diproyeksikan tumbuh sebesar 4,4 persen tahun ini dan 5 persen tahun depan, PDB pemberi pinjaman global Indonesia turun menjadi hanya 2,1 persen tahun ini dan 3,1 persen tahun depan, masing-masing menjadi 3,1 persen dan 3,8 persen. , Dalam tampilan bulan Desember.

Mengingat ketidakpastian jalur epidemi di masa depan, kondisi keuangan global, efek buruk dari krisis dan kinerja masa depan sektor perbankan dan keuangan, pandangan Bank Dunia bulan Juni mengatakan bahwa risiko untuk prospek tersebut condong negatif.

“Meningkatnya permintaan domestik mengendalikan epidemi, pulih dari kekacauan …

Baca cerita lengkapnya

Berlangganan sekarang

IDR mulai dari 55.000 / bulan

  • Akses tak terbatas ke konten kami di web dan di aplikasi
  • Tidak ada iklan, tidak ada gangguan
  • Berlangganan bonus untuk berbagi
  • Tandai fungsi dalam aplikasi dan mode malam
  • Berlangganan buletin kami

READ  Harga emas hari ini (26/10) di Butik Emas Antam mengalami penurunan sebesar Rp1.000 per gram
Continue Reading

Ekonomi

Dana kekayaan baru Indonesia ingin berinvestasi dalam ekonomi digital – bisnis

Published

on

Vincent Fabian Thomas (Jakarta Post)

Premium

Jakarta
Sel, 17 Juni 2021

Sovereign Wealth Fund of Indonesia Investment Commission (INA) yang baru dibentuk baru-baru ini telah menyatakan minatnya pada perusahaan rintisan dalam langkah transparan untuk memanfaatkan pertumbuhan pesat di sektor teknologi.

CEO INA Rita Virakusuma mengatakan berinvestasi dalam ekonomi digital akan memperluas portofolio INA di luar infrastruktur. Penggunaan teknologi dan pengembangan digital dapat menciptakan peluang yang lebih baik, katanya, mencatat keberhasilan lompatan kuantum China.

“Kami juga menjajaki layanan digital atau situs digital, infrastruktur digital terdekat, model bisnis bahkan dapat berinvestasi di beberapa unicorn yang sudah terbukti,” kata Rita dalam webinar yang diadakan oleh Lembaga Pengembangan Bank Indonesia (LPBI) pada Juni. 10.

Unicorn adalah perusahaan rintisan yang bernilai lebih dari $1 miliar.

Baca cerita lengkapnya

Berlangganan sekarang

IDR mulai dari 55.000 / bulan

  • Akses tak terbatas ke konten kami di web dan di aplikasi
  • Tidak ada iklan, tidak ada gangguan
  • Berlangganan bonus untuk berbagi
  • Tandai fungsi dalam aplikasi dan mode malam
  • Berlangganan buletin kami

READ  Pemulihan ekonomi: KP Financia menerima insentif keuangan dari IFC - Inforial
Continue Reading

Ekonomi

Ekspor dan impor mempertahankan pertumbuhan pesat di bulan Mei – perdagangan

Published

on

Dzulfiqar Fathur Rahman (The Jakarta Post)

Premium

Jakarta
Selasa, 15 Juni 2021

Indonesia telah mencatat pertumbuhan ekspor dan impor yang cepat dari tahun ke tahun karena perdagangan negara tersebut diuntungkan dari efek dasar yang lebih rendah dari penurunan perdagangan global yang disebabkan oleh epidemi tahun lalu.

Ekspor ke Indonesia (PPS) pada Selasa meningkatkan ekspor sebesar 58,76 persen (yoi) menjadi USD16,6 miliar dan impor sebesar 68,68 persen menjadi USD14,23 miliar pada bulan lalu.

Namun nilai ekspor dan impor lebih rendah dari bulan sebelumnya, yaitu dari April hingga awal Mei karena kenaikan musiman perdagangan selama periode Ramadhan dan Idul Bitri.

“Saya tidak terlalu khawatir dengan penurunan ekspor dan impor bulanan, karena pola yang terlihat beberapa tahun terakhir adalah setelah Ramadhan dan Idul Fitri akan selalu ada perubahan di daerah pemilihan, tetapi akan diambil kembali nanti. ,” kata Suhrianto, Ketua PBS yang akan keluar.

Baca cerita lengkapnya

Berlangganan sekarang

IDR mulai dari 55.000 / bulan

  • Akses tak terbatas ke konten kami di web dan di aplikasi
  • Tidak ada iklan, tidak ada gangguan
  • Berlangganan bonus untuk berbagi
  • Tandai aplikasi dan fungsi mode malam
  • Berlangganan buletin kami

READ  Harga emas hari ini (26/10) di Butik Emas Antam mengalami penurunan sebesar Rp1.000 per gram
Continue Reading

Trending