Connect with us

Berita Teratas

Politisi dipecat dari pekerjaan ER setelah pertanyaan tentang coronavirus dan ‘populasi berwarna’

Published

on

Politisi dipecat dari pekerjaan ER setelah pertanyaan tentang coronavirus dan 'populasi berwarna'

Seorang senator negara bagian Ohio dipecat dari pekerjaannya yang lain sebagai dokter ruang gawat darurat setelah dia bertanya kepada ahli kesehatan kulit hitam apakah “populasi berwarna” lebih mungkin untuk tertular virus corona karena mencuci tangan yang buruk, menurut sebuah laporan.

Stephen Huffman dipecat dari perusahaan Tennessee TeamHealth, yang memiliki rantai rumah sakit di negara bagian itu, NBC News melaporkan.

“Dr. Komentar Huffman sepenuhnya tidak konsisten dengan nilai-nilai dan komitmen kami untuk menciptakan tempat kerja yang toleran dan beragam, ”kata juru bicara perusahaan dalam sebuah pernyataan, menurut outlet tersebut. “TeamHealth telah menghentikan pekerjaan Dr. Huffman.”

Huffman membuat komentar kontroversial kepada Komite Kesehatan Senat pada hari Selasa selama debat tentang apakah rasisme adalah krisis kesehatan masyarakat.

“Mungkinkah orang Afrika-Amerika – atau penduduk kulit berwarna – tidak mencuci tangan seperti halnya kelompok lain? Atau memakai topeng? Atau tidak secara sosial menjauhkan diri? Mungkinkah itu penjelasan untuk insiden yang lebih tinggi? ” Huffman bertanya mengapa orang kulit hitam memiliki angka kematian yang lebih tinggi dari COVID-19.

Angela Dawson, direktur Komisi Ohio untuk Kesehatan Minoritas – yang berkulit hitam – menjawab, “Itu bukan pendapat para ahli medis terkemuka di negara ini.”

Senator Stephen Huffman dari Ohio
Senator Stephen Huffman dari OhioAl Behrman / AP

Senator negara bagian yang terkejut, Senator Tavia Galonski, yang juga berkulit hitam, mengatakan kepada outlet itu, “Bagi saya, itu seperti peluit anjing, seperti dia berusaha membuatnya tampak seperti menentang rasisme tetapi diam-diam berusaha meyakinkan para rasis bahwa dia adalah dengan mereka.”

“Dan apa yang membuatnya berpikir orang kulit hitam tidak mencuci tangan, bahwa mereka lebih kotor daripada kelompok lain? Ini menampar ‘Mari kita menyalahkan pandemi pada satu kelompok orang sehingga kita dapat” lainnya “Afrika-Amerika, ‘” tambah Galonski.

READ  Polisi didakwa dalam kematian George Floyd dipenjara di luar county

“Sangat disesalkan, saya mengajukan pertanyaan dengan cara canggung yang tidak disengaja yang dianggap menyakitkan dan persis kebalikan dari apa yang saya maksudkan,” kata Huffman dalam pernyataan yang disiapkan, menurut NBC News.

“Saya mencoba untuk fokus pada mengapa COVID-19 mempengaruhi orang kulit berwarna pada tingkat yang lebih tinggi karena kita benar-benar tidak tahu alasannya,” tambah Huffman dalam sebuah wawancara dengan Washington Post.

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Teratas

Dr. Reisa Menjelaskan Cara Kerja Vaksin

Published

on

dr. Reisa Broto Asmoro (Juru Bicara Pemerintah Penanganan Covid-19) memberikan keterangan pers tentang cara kerja vaksin di Jakarta, Jumat (27/11/2020).


JAKARTA, AYOPURWAKARTA.COM – Vaksin yang merupakan satu-satunya harapan untuk menghentikan pandemi Covid-19 ini sedang menjalani proses pengujian berlapis sebelum dinyatakan aman untuk digunakan.

“Vaksin diberikan saat kita sehat. Berbeda dengan obat yang diberikan setelah kita sakit. Sebenarnya kita sudah mengenal vaksin sejak lama. Padahal, kebanyakan dari kita sudah mendapat vaksin sejak kita kecil melalui imunisasi dengan cara disuntik atau dijatuhkan ke mulut, “kata dr. Reisa Broto Asmoro, Juru Bicara Satgas Covid-19 dalam keterangan pers yang dilakukan secara virtual di Media Center for Covid-19 dan Komite Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN), Jumat (27/11/2020).

Ia mengatakan, tubuh memiliki sistem kekebalan yang berfungsi untuk melindungi dari virus atau bakteri – dan vaksin membantu menciptakan sistem kekebalan khusus untuk melawan penyakit tertentu. Sistem kekebalan ini membutuhkan pengenalan jenis kuman yang dapat menyebabkan penyakit. Sehingga jika nantinya virus atau bakteri tersebut masuk ke dalam tubuh, maka siap melawan dan pada akhirnya mencegah terjadinya penyakit tersebut.

“Vaksin berfungsi membuat tubuh mengenali dan kemudian menjadi kebal terhadap suatu penyakit. Jadi cara kerja vaksin begitu masuk ke tubuh kita, prinsipnya sama. Tubuh langsung mendeteksinya sebagai ancaman infeksi. Kemudian tubuh akan membentuk sistem. untuk membuat sistem imun atau antibodi yang dibutuhkan untuk melawan penyakit. Tubuh akan ingat apa yang harus diwaspadai. Sehingga jika ada virus, bakteri atau kuman penyebab penyakit yang masuk bisa dilawan, ”terangnya.

Saat ini, vaksin Covid-19 sedang dikembangkan dengan pengujian berlapis dan dipastikan aman untuk digunakan.

“Tapi ingat, vaksin bukanlah solusi total untuk membasmi virus. Datangnya vaksin Covid-19 bukan berarti pandemi akan segera berakhir. Jadi patuhi disiplin protokol kesehatan 3M. Lindungi diri Anda sendiri dan orang lain,” pungkas Dr. Reisa.

READ  Inggris bersiap untuk membuka kembali pub di fase berikutnya untuk memudahkan lockdown
Continue Reading

Berita Teratas

Kemarahan Klopp saat memancing komentar soal penalti Brighton

Published

on

Jakarta

Jürgen Klopp kesal ketika reporter membujuk untuk mengomentari hukuman Brighton & Hove Albion. Kemenangan sudah di depan mata Liverpool sebagai hasilnya dibubarkan.

Liverpool gagal menang saat bertandang ke Amex Stadium, Sabtu (28/11/2020), WIB malam Liga Primer. Memimpin lewat Diogo Jota, tim Juergen Klopp kebobolan penalti di masa injury time.

Penalti diberikan wasit setelah Andy Robertson melewatkan bola dan membentur kaki Danny Welbeck, meski kontak sangat minim. Video Assistant Referee (VAR) meninjau insiden tersebut, diikuti oleh pemeriksaan lagi oleh wasit.

“Saya pikir keputusannya tepat,” katanya Jürgen Klopp usai pertandingan, saat diwawancarai wartawan BT Sport.

Nah, kemudian reporter bernama Des Kelly menanggapi dengan menyebut sejumlah pemain Brighton tak merasa pantas mendapat penalti. Klopp langsung merasa kesal dan menghakimi reporter tersebut mencari jawaban lain.

“Anda mencoba untuk menciptakan kembali headline, karena memang begitu. Jika saya katakan sekarang itu bukan penalti … wasit meniup peluit,” kata manajer. Liverpool dikutip Wali.

“Jangan seperti ini, kamu berusaha, selalu, sepanjang waktu. Hari ini saya katakan itu penalti, kamu tidak suka jawaban itu. Jadi apapun yang ingin kamu dengar, simpan jawabannya untuk dirimu sendiri,” lanjut Juergen Klopp. .

Menonton video “Klopp tidak mau jika Wijnaldum pergi
[Gambas:Video 20detik]
(mentah / pur)




READ  Ronaldo adalah bintang sepak bola pertama yang menembus tonggak pendapatan $ 1 miliar
Continue Reading

Berita Teratas

Sebelum Imunisasi, Ini adalah Strategi Penting untuk Diikuti

Published

on

Jakarta, Insertlive

Ahli imunisasi dr. Kata Jane Soepardi sejak lama program imunisasi di Indonesia telah berhasil mencegah penyakit infeksi. Penyakit yang dapat dicegah antara lain campak, difteri, dan pneumonia.

“Jadi masyarakat kita harus terus diberi pengetahuan tentang penyakit apa saja yang berhasil dicegah dengan imunisasi. Jangan lupa hindari vaksin nanti, agar penyakit lama muncul kembali,” kata dr. Jane dikutip dari situs resmi Satgas COVID-19, Sabtu (25/11).

Ia mengatakan, dalam merancang kampanye imunisasi ada beberapa faktor yang harus diperhatikan. Faktor pertama, negara harus memiliki vaksin yang efektif untuk mencegah penyakit menular, yang dibuktikan dengan hasil uji klinis yang terdaftar di WHO dan lembaga kesehatan resmi lainnya.



Faktor kedua yang perlu dipersiapkan adalah alat penyimpan agar tidak cepat rusak. Ketiga, penentuan lokasi imunisasi biasanya menggunakan satu lokasi tertentu agar mudah diakses masyarakat, ujarnya. dalam dialog ‘Prosedur Vaksinasi di Indonesia’.

“Lalu yang juga penting orang yang akan diimunisasi. Kalau bisa sudah ada daftar nama yang dipegang petugas. Kemudian tambahannya ada relawan yang membantu lalu lintas di lokasi nanti,” tambah dr. Jane.

Selain itu, dukungan untuk penjangkauan dan penjangkauan yang direncanakan sebelumnya juga harus sudah di persiapkan. Sehingga setiap orang yang akan datang ke lokasi imunisasi sudah siap dan mendapat informasi yang cukup tentang program tersebut.

“Setiap ada kampanye selalu ada masalah baru. Kalau tidak punya pengalaman sebelumnya akan serius. Jadi sangat penting untuk imunisasi kedepannya, agar masyarakat yang belum paham sama sekali tentang kampanye imunisasi diberikan. tugas dan tanggung jawabnya, ”jelasnya.

“Di Indonesia ada kader imunisasi di setiap desa dan sudah berpengalaman dalam memberikan pelayanan imunisasi. Jadi kader imunisasi ini harus dimanfaatkan, bisa ditambah dari pramuka, Karang Taruna, dan petugas siskamling,” lanjut dr. Jane.

READ  Washington, DC mempersiapkan protes besar-besaran George Floyd

Sementara itu, Juru Bicara Satgas COVID-19, Dr. Reisa Broto Asmoro katakanlah angka rasio pemulihan Kasus positif (recovery rate) COVID-19 di Indonesia meningkat dari Minggu lalu di 83,92 persen menjadi lebih dari 84 persen pada pekan ini.

Selain itu, lebih dari 3,5 juta orang Indonesia telah menguji PCR (swab) dengan rasio COVID-19 positif sebesar 14% persen, atau lebih banyak negatif COVID-19 daripada yang positif.

Kementerian Kesehatan telah mencanangkan rencana penguatan contact tracing (tracing) dengan target ratio 1:30, artinya dari satu pasien positif akan terlacak 30 kontak terdekat pasien.

“Upaya lain yang dilakukan pemerintah untuk menekan penularan COVID-19 adalah dengan merealisasikan program vaksin untuk masyarakat. Untuk itu, pemerintah sedang mempersiapkan vaksin dan prosedur imunisasi nantinya. Kementerian Kesehatan juga sudah melatih lebih dari itu. 8.600 vaksinasi dari 23.000 vaksinasi yang rencananya disiapkan untuk mendukung program, kampanye imunisasi nanti, “pungkasnya.

Sambil menunggu vaksinnya, Insertizen perlu disiplin #RememberPesanI Ibu menerapkan 3M #menggunakan topeng, #mencitangan, dan #majagajarak. Mari kita praktekkan 3M sebagai satu kesatuan karena 3M adalah sebuah paket.

[Gambas:Video Insertlive]

(buruk / buruk)

Continue Reading

Trending