Connect with us

Ilmu

Nama bintang dalam Alquran dan definisinya. Halaman semua

Published

on

KOMPAS.com- Bintang adalah rujukan publik tentang benda langit yang berkelap-kelip di langit pada malam hari. Di astronomi Dunia Islam, namanya banyak sekali bintang di Al Qur’an.

Secara astronomis, tidak semua benda langit yang berkelap-kelip di langit malam adalah bintang, karena sesekali planet juga bisa tampak bersinar di langit malam.

Namun, apa definisi bintang dalam Islam menurut Alquran dan berapa banyak bintang yang disebutkan di dalamnya, dan apakah itu?

Menanggapi hal tersebut, Pembina dan Asisten Forum Studi Sains Gombong (FKIF) dan Majelis Studi Ilmu Falak (MKF) di Kebumen, Jawa Tengah Marufin Sudibyo mengatakan bahwa sebenarnya tidak ada angka yang jelas dan definisi spesifik bintang dalam Al-Qur’an. ‘sebuah.

“Alquran tidak menyebutkan jumlah bintang. Itu juga tidak menjelaskan nama-namanya,” kata Marufin Kompas.com, Rabu (31/3/2021).

Baca juga: Kenali Sirius, satu-satunya bintang yang disebutkan dalam Alquran

Namun, jelas Marufin, kosakata bintang pada umumnya terbagi menjadi dua. Pertama adalah bintang tunggal atau Najm. Yang kedua adalah sekelompok bintang atau disebut jamak Konstelasi.

“Istilah ini harus dibedakan dari bintang jatuh (syihab) yang merupakan meteor dan bintang berujung tajam (najm tsaqib) terkait dengan komet, “katanya.

Tahu bintang dalam AlquranBerikut ini adalah penyebutan dan penjelasan kosakata bintang-bintang dalam Alquran:

1. Bintang tunggal (Najm)

Nama bintang Tunggal disebutkan dalam Alquran dalam surah An Najm yang artinya bintang tunggal.

Baca juga: Kenali Aldebaran, Bintang Terang di Konstelasi Taurus

Dalam surah ini, terdapat satu bintang yang disebutkan secara langsung dan spesifik, dan merupakan satu-satunya bintang yang disebutkan dalam Alquran. Bintang yang dimaksud adalah bintang Syi’raa.

Jatuh tempo nama bintang dalam Al Qur’an ini adalah satu-satunya bintang tunggal. Penyebutan bintang Syiah ditemukan dalam surah An Najm ayat 49.

READ  Agar si kecil tidak kecanduan teknologi atau gadget, berikut tipsnya

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berkata:

Wa annahuu huwa robbusy-syi’roo.

“Dan sesungguhnya Dialah Tuhan (yang memiliki) bintang Syi’raa” (QS. An Najm 53: Ayat 49) “.

Berdasarkan tafsir ilham yang ditulis oleh Dr. Zainal Arifin Zakaria yang berasal dari Abdullah Yusuf Ali, Dr. Aidh al-Qarni, Syekh M Sya’rawi disebutkan, nama bintang Syi’raa atau Bintang Sirius, yang tercantum dalam Alquran, adalah bintang yang disembah oleh orang Arab dalam kebodohan.

Baca juga: 5 Fakta Bintang Regulus di Konstelasi Leo yang Akan Berhubungan dengan Bulan Malam Ini

KOMPAS.com / KRISTIANTO PURNOMO Gugusan bintang terlihat di latar depan bibir kaldera Gunung Tambora, Dompu, Nusa Tenggara Barat, Senin (23/3/2015). Kaldera yang memiliki luas diameter 7 kilometer ini terbentuk akibat letusan dahsyat tahun 1815.

Orang Arab yang bodoh menyembah bintang tunggal Syi’raa sebagai dewa yang kuat. Namun sebenarnya Dialah Tuhan yang memiliki bintang Syi’raa atau dikenal dengan Bintang Sirius.

Berdasarkan informasi resmi dari Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN), Sirius merupakan bintang paling terang di seluruh langit malam. Nama Sirius berasal dari bahasa Yunani, Seirios yang artinya ‘berkilau’.

Bintang jenis ini terletak di konstelasi Canis Mayor (Anjing Besar). Bintang Sirius juga salah satu bintang yang dianggap penting bagi peradaban Mesir Kuno dan Jazirah Arab pada umumnya, karena menandai banjir tahunan di sungai Nil.

Nama asy-syira (Syi-raa) dalam Alquran kemudian diserap ke dalam bahasa Latin, Asbak sebagai nama alternatif untuk bintang Sirius.

Konstelasi (konstelasi) disebutkan dalam dua bab dalam Alquran sebagai berikut.

Baca juga: Fosfor, Senyawa Penting dalam Kehidupan, Ditemukan di Gugus Bintang

1. Surat al-Hijr ayat 16

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berkata:

READ  Sulit dipercaya, proses menggambar Galaksi Bimasakti ini memakan waktu 12 tahun

Kami punya fis-samaaa-i buruujaw dan kami punya lin-naazhiriin.

“Dan sesungguhnya, Kami telah menciptakan konstelasi di langit dan membuatnya terasa indah bagi mereka yang melihatnya, “

(QS. Al Hijr 15: Ayat 16)

Berdasarkan tafsir ilham yang ditulis oleh Dr. Zainal Arifin Zakaria yang bersumber dari Abdullah Yusuf Ali, Dr. Aidh al-Qarni, Syekh M Sya’rawi

Zainal dalam bukunya menafsirkan dan memasukkan ayat 16 dalam surat Al Hijr ke dalam ruang lingkup kekuasaan Tuhan atas alam semesta.

Baca juga: Rahasia Alam Semesta: Bagaimana Bintang Mati?

Tafsir ayat tersebut tertulis bahwa pencipta tatanan yang luar biasa dan indah ini adalah Satu, dan hanya Dialah yang berhak disembah.

2. Surat al-Furqan ayat 61

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berkata:

Tabaarokallazii ja’ala fis-samaaa-i buruujaw wa ja’ala fiihaa siroojaw wa qomarom muniiroo.

“Puji Tuhan, Yang membuat konstelasi di langit dan Dia juga membuat di dalamnya matahari dan bulan bersinar.”

(QS. Al Furqan 25: Ayat 61)

Masih dalam kitab tafsir Alquran yang sama, ayat di atas tidak hanya menjelaskan keberadaan rasi bintang, tetapi juga menjelaskan jutaan kekuasaan Allah, bahkan semakin banyak tersebar di alam semesta ini setiap detiknya, makhluk hidup, menjadikannya sebagai pedoman beriman. dan berbuat baik atau tidak.

Baca juga: Fenomena Langit Malam, Pertemuan Pollux Bintang Raksasa Merah dan Bulan

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ilmu

Gunung berapi Sinapung dipenuhi dengan abu yang luar biasa

Published

on

Gunung berapi Sinapung di Indonesia meletus pada hari Selasa, 2 Maret, memproyeksikan kolom abu dan asap yang luar biasa ke langit biru beberapa kilometer di atas permukaan laut. Para ahli vulkanologi telah mencatat lebih dari tiga belas prediksi ketinggian sekitar 5.000 meter di atas pulau Sumatera.

Namun, pihak berwenang Indonesia belum menaikkan tingkat siaga gunung berapi menjadi empat menjadi tiga, tetapi telah memblokir akses ke radius lima kilometer di sekitar kawahnya. “Penduduk setempat ketakutan dan banyak yang tinggal di rumah untuk melindungi diri dari abu vulkanik yang tebalRoy Bangun, seorang petani berusia 41 tahun, mengatakan kepada AFP.

Awan yang memancarkan Sinapung adalah yang terbesar sejak 2010, dan Mohammad Noorul Azori, yang bertanggung jawab memantau gunung berapi, memperingatkan bahwa risikonya akan meningkat. “Kubah vulkanik yang besar dapat meletus kapan saja, memicu longsoran awan yang tidak menyenangkan.

Sinapung, gunung berapi setinggi 2.460 meter di pulau utara Sumatera, tidak aktif selama berabad-abad sebelum terbangun dalam letusan 2010 yang menewaskan dua orang. Gunung berapi meletus dengan dua letusan bencana lainnya, satu yang menewaskan sedikitnya 16 orang pada tahun 2014 dan yang lainnya pada tahun 2016 dengan tujuh korban lainnya.

Indonesia memiliki 130 gunung berapi aktif, lebih dari 17.000 pulau dan kepulauan. Negara ini terletak di Cincin Api Pasifik, yang merupakan bagian dari serangkaian gempa bumi kuat dan letusan gunung berapi yang bergabung dengan tiga lempeng tektonik utama (Indo-Pasifik, Australia, Eurasia). Mrabi di pulau Jawa juga menunjukkan aktivitas yang kuat dalam beberapa pekan terakhir. Ini merilis letusan gunung berapi bercahaya lainnya pada hari Senin.

READ  Asteroid Aphopis, Dewa Penghancur, Mendekati Bumi, Bau Hari Kiamat?

Lihat juga – Italia: Pilar abu dan asap membubung dari Gunung Edna

Continue Reading

Ilmu

Apa Yang Terjadi Jika Matahari Menghilang? halaman semua

Published

on

KOMPAS.com – Matahari adalah pusatnya tata surya. Seperti bintang lainnya, Matahari terdiri dari berbagai gas dengan tekanan tinggi.

Ia memiliki ukuran yang sangat besar dibandingkan dengan planet-planet di tata surya. Diameter Matahari mencapai 109 kali diameter Bumi, yaitu 1,4 juta km.

Dilaporkan dari situs resmi official Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud), Matahari memiliki suhu permukaan 6.000 derajat Celcius dan suhu intinya mencapai 15-20 juta derajat Celcius.

Sebagai pusat tata surya tataMatahari memiliki peranan yang sangat penting, termasuk bagi kehidupan makhluk hidup di Bumi.

Jadi, apa yang terjadi jika Matahari menghilang secara ajaib? Bisakah makhluk hidup bertahan jika Matahari tidak lagi menyinari Bumi?

Baca juga: Mengapa Sinar Matahari Terang Membuat Kita Bersin?

Dilaporkan dari Majalah Fokus Sains BBC, ketika Matahari menghilang, Bumi dan benda-benda lain di tata surya akan bergerak maju dalam garis lurus, bukannya mengikuti orbitnya yang melingkar.

Dapatkan informasi, inspirasi dan wawasan dari surel Anda.
Daftar surel

Bumi mungkin akan bergerak dengan kecepatan sekitar 30 km per detik menuju bintang-bintang. Mungkin ada interaksi dengan planet lain di tata surya, tetapi itu juga mungkin

Bumi akan terus hanyut dan tidak bertemu benda lain.
Selain itu, jika Bumi tidak lagi disinari Matahari, dalam beberapa minggu, manusia akan mati beku.

Sebelumnya, fotosintesis akan menghentikan dan membunuh beberapa jenis tanaman, meskipun ada pohon besar yang dapat bertahan puluhan tahun tanpa sinar matahari. Penemuan.

Dalam beberapa hari, suhu di Bumi turun lebih jauh dan manusia yang tersisa akan segera mati.

Baca juga: Ilmuwan Amatir Temukan 2 Exoplanet yang Mengorbit Bintang Mirip Matahari, Apa Itu?

READ  Sulit dipercaya, proses menggambar Galaksi Bimasakti ini memakan waktu 12 tahun

Kemudian, dalam dua bulan, permukaan laut akan membeku, tetapi butuh 1.000 tahun untuk membekukan lautan.

Saat Matahari menghilang, kekacauan perlahan akan merayap masuk hingga Bumi menjadi gurun pasir yang mengambang tanpa tujuan di angkasa.

Dengan demikian, Matahari memiliki fungsi yang sangat penting untuk kelangsungan hidup di Bumi.

Bagi manusia, Bumi bukan hanya sumber energi. Ini memberikan manfaat luar biasa lainnya bagi tubuh manusia.

Baca juga: Manfaat Energi Matahari, Alternatif Energi Ramah Lingkungan

Dilaporkan dari saluran kesehatanSinar matahari dapat meningkatkan kesehatan mental, mendorong kesehatan tulang, dan mencegah kanker.

Oleh karena itu, tubuh yang kurang atau bahkan tidak terkena sinar matahari dapat mengalami berbagai gangguan kesehatan.

Continue Reading

Ilmu

Ilmuwan Menemukan Exoplanet 6 Kali Lebih Besar Dari Jupiter

Published

on

Planet tersebut bernama Coconuts-2b.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Jupiter merupakan planet terbesar di Tata Surya. Baru-baru ini, para ilmuwan menemukan planet eksasurya yang 6 kali lebih besar dari Jupiter. Planet tersebut bernama Coconuts-2b.

Planet ini dikatakan sebagai planet ekstrasurya terdekat dengan Bumi yang pernah ditemukan. “Seorang mahasiswa pascasarjana dari Institut Astronomi Universitas Hawaii telah menemukan sebuah planet ekstrasurya yang dicitrakan secara langsung, dan itu adalah yang paling dekat dengan Bumi yang pernah ditemukan, pada jarak hanya 35 tahun cahaya,” kata universitas Hawaii dalam sebuah pernyataan. bersih, Jumat (30/7).

Penemuan planet tersebut, lanjut universitas, diawali dengan survei untuk mencari exoplanet (planet di luar tata surya) yang mengorbit cukup jauh dari bintang induknya. Planet ini bernama Kelapa-2b dan sistem bintangnya adalah Coconuts-2. Survei sebelumnya telah menemukan sistem bintang yang disebut Coconuts-1.

Planet ini pertama kali terlihat pada tahun 2011, tetapi para peneliti berpikir itu bisa berdiri sendiri tanpa bintang inang. Studi baru diterbitkan di Surat Jurnal Astrofisika minggu ini, ditemukan bahwa planet ini sebenarnya mengorbit bintangnya pada jarak enam ribu kali jarak Bumi mengorbit matahari.

Berdasarkan penelitian yang ditulis oleh Zhoujian Zhang, penemuan Coconuts-2b berbeda dengan empat ribu exoplanet sebelumnya, yang sering mencari tanda-tanda kecerahan saat planet-planet bergerak. “Planet ini (Kelapa-2b) dapat langsung dicitrakan berkat cahaya yang dipancarkan oleh sisa panas yang terperangkap sejak planet ini terbentuk,” kata pihak universitas.

Untuk melihatnya, lanjut mereka, bisa menggunakan infra merah dengan teleskop yang sensitif. Apalagi saat itu planet tersebut juga diklaim memiliki massa enam kali lipat Jupiter. Alasan pemberian nama tersebut karena merupakan singkatan dari survei Cool Companions on Ultrawide Orbits (Coconut).

READ  Penelitian Mars Insight NASA mendapatkan peningkatan energi

“Dengan pemisahan orbit yang sangat besar. Kelapa-2b akan menjadi laboratorium yang bagus untuk mempelajari atmosfer dan komposisinya planet raksasa gas muda, “kata Zhang.

Continue Reading

Trending