Connect with us

Berita Teratas

Mengantisipasi Bahagia Hipoksia, Lebih Baik Mengukur Kadar Oksigen Secara Berkala

Published

on

Laporan reporter Wartakotalive.com, Lilis Setyaningsih

TRIBUNNEWS.COM – Saat dites positif Covid 19, pasien harus mewaspadai kemunculannya hipoksia bahagia.

Hipoksia bahagia adalah suatu kondisi di mana kadarnya tinggi oksigen dalam darah turun. Jika tidak segera ditangani, hipoksia berat akan terjadi.

Penderita bisa kehilangan kesadaran dan bahkan meninggal. Pasien positif rentan terhadap Hipoksia Bahagia bahkan dengan gejala ringan atau orang tanpa gejala (OTG).

Baca: Covid-19 Bisa Menular Dalam Penerbangan Jarak Jauh, Benarkah Penerbangan Itu Tidak Aman?

Dr Fathiyah Isbaniah Sp.P (K), M.Pd. Kata Ked, terkadang seseorang yang mengalami hipoksia tidak merasakan apa-apa pada awalnya dan belum merasakan sesak.

Infografik Mengenali Gejala Happy Hypoxia pada Penderita Covid-19, Kamis (20/8/2020). TRIBUNNEWS / Reza Arief Darmawan (TRIBUN / Reza Arief Darmawan)

Saat menilai oksigen sangat rendah, otak tidak merespons oksigen benar-benar turun ke tingkat yang sangat rendah.

Jika ini terjadi biasanya berakibat fatal. Tak sadarkan diri bahkan meninggal.

Untuk menghindari hal tersebut, ia menyarankan agar pasien positif Covid-an yang mengisolasi diri juga harus melakukan pemeriksaan oksigen di dalam darah menggunakan oksimeter denyut.

Di pasaran alat ini juga cukup terjangkau, antara Rp. 200.000 – Rp. 1 juta.

Baca: Update: 1.664 Penderita Covid-19 Tanpa Gejala menjalani Isolasi di Rusun Isolasi Mandiri RSUD Wisma Atlet

Baca: Gembira Hipoksia Gejala Baru Virus Corona, Bupati Banyumas: Pasien Normal, Tidak Ada Gejala

“Di rumah sakit pasien diperiksa minimal 2 kali sehari oksigennya. Kalau di rumah, hal yang sama juga harus dilakukan, ”kata Dr. Fathiyah dalam acara di Radio Sehat, Selasa (22/9/2020).

Kejadian hipoksia bahagia tidak hanya dialami oleh pasien COVID-19 tetapi juga terkadang penyakit pernafasan lain seperti asma.

Namun, seperti penyakit pernapasan lainnya yang belum tentu mengalami hipoksia, tidak semua penderita Covid juga mengalami hipoksia.

READ  Vaksin Rusia Dinilai Tidak Sesuai Dengan Aturan Penelitian

Namun, dokter dari Rumah Sakit Persahabatan menyarankan bahwa jika Anda positif Covid 19 dan menderita penyakit terkait pernafasan, disarankan untuk memantau level Anda dengan lebih cermat. oksigen di dalam darah. Deteksi ini untuk mencegah kerusakan fatal.

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Teratas

Deteksi Dini HIV / AIDS Pemerintah Kota Tangerang di Tengah Pandemi COVID-19

Published

on

Meski penanganan pandemi COVID-19 menjadi prioritas utama, Pemerintah Kota Tangerang tetap mengambil langkah pencegahan penyebaran penyakit menular lainnya, seperti melakukan deteksi dini HIV / AIDS di 73 puskesmas di Kota Tangerang. (Foto: tangerangkota.go.id)

Tangerang – Meski penanganan pandemi COVID-19 menjadi prioritas utama, Pemerintah Kota atau Pemerintah Kota Tangerang tetap melakukan langkah-langkah pencegahan penyebaran penyakit menular lainnya seperti HIV / AIDS.

Dikutip BantenHits.com Dari laman tangerangkota.go.id, dalam rangka memperingati Hari AIDS Sedunia, Pemerintah Kota Tangerang melalui Dinas Kota Tangerang menggelar Deteksi Dini Penyakit HIV yang dilakukan serentak di 73 puskesmas di 13 kecamatan, Selasa, 1 Desember 2018. , 2020.

Kepala Dinas Kesehatan dr. Liza Puspadewi yang ditemui saat pantauan langsung pendeteksian di Puskesmas Karawaci Baru mengatakan, kegiatan ini melibatkan komunitas ODHA di Kota Tangerang, serta ibu hamil yang ingin melaksanakannya. deteksi sedini mungkin.

“Kegiatan ini dilakukan untuk mendeteksi ODHA sedini mungkin agar bisa segera ditangani dan angka kematiannya menurun,” ujarnya di Puskesmas Karawaci Baru, Selasa, 1 Desember 2020.

Salah satu ODHA, Bejo, mengatakan seharusnya tidak ada lagi stigma buruk tentang penderita AIDS. Namun, dukungan itulah yang menjadi peningkatan moral bagi ODHA. Menurutnya, selama ini Pemerintah Kota Tangerang sangat baik dalam mendampingi ODHA.

“Kami sangat sedih dan sangat sedih jika masih ada orang yang mengecualikan kami. Kami hanya butuh dukungan untuk bisa terus berkarya dan berkarya, “pungkasnya.

Selain itu, meski tidak ada ODHA di wilayah Gembor, Kabupaten Periuk, Dinas Kesehatan melalui Puskesmas setempat juga terus melakukan deteksi dini di Puskesmas Gembor dengan melibatkan 20 ibu hamil.

“Meski tidak ada ODHA, kami terus berupaya melakukan deteksi dini agar tidak muncul kasus yang berulang. Utamanya kami mendeteksi orang-orang yang berpotensi seperti ibu hamil dan penderita tuberkulosis,” kata Ketua Gembor. Puskesmas, Andi Hidayat.

READ  Artis Toyin Ojih Odutola menggambar potret kehidupan hitam yang rumit

Dinas Kesehatan Kota Tangerang juga menargetkan dalam 10 tahun ke depan tidak ada lagi kasus penularan HIV AIDS dari ibu ke anak, melalui program deteksi dini HIV AIDS yang dilakukan pada ibu hamil. (Advertorial)

Continue Reading

Berita Teratas

Qualcomm Akan Bekerja pada Game Smartphone?

Published

on

Qualcomm Snapdragon 888. Foto: Gizchina

jpnn.com, JAKARTA – Qualcomm baru-baru ini membantah laporan bahwa perusahaan sedang mengembangkan lini smartphone gamingnya sendiri.

Hal tersebut diungkapkan langsung oleh Qualcomm di sela-sela perkenalan prosesor Snapdragon 888 terbaru di ajang tahunan Snapdragon Tech Summit 2020.

Presiden Qualcomm China Frank Meng menjelaskan, mereka memang membuat banyak prototipe smartphone untuk mendemonstrasikan teknologi perusahaan kepada mitranya, bukan untuk pengguna umum.

“Kami akan terus melakukannya ke depan, tapi prototipe smartphone tidak akan dijual secara komersial,” kata Frank Meng, seperti dikutip Gizchina, Kamis (3/12).

Frank menambahkan, prototipe smartphone tidak dirancang untuk pasar konsumen.

Selain itu, Frank juga menjelaskan bahwa belum ada rencana untuk mengubah model bisnis Qualcomm saat ini.

Qualcomm memang sempat dikabarkan akan membuat ponsel gaming. Untuk pengembangan ponsel Gamin, Qualcomm akan menggandeng perusahaan asal Amerika Serikat, Asus.

Namun sayangnya belum ada konfirmasi dari Qualcomm dan Asus terkait laporan tersebut. (ddy / jpnn)

Yuk, tonton juga video ini!

READ  Pensiunan kapten Angkatan Laut meminta maaf setelah live streaming penghinaan rasial
Continue Reading

Berita Teratas

Semua pihak harus bekerja sama untuk menghindari terciptanya kasus baru HIV / AIDS

Published

on

Balitribune.co.id | Denpasar – – Ibu Putri Suastini Koster mengajak seluruh pemangku kepentingan baik masyarakat maupun pemangku kepentingan, organisasi kemasyarakatan, pemerintah dan lainnya untuk bersinergi mewujudkan Indonesia khususnya Bali yang tidak (nol) kasus HIV baru. / Memiliki AIDS.

Harapan tersebut tersampaikan satu arah saat menjadi keynote speaker pada talk show Mabes Pramuka Bali, Selasa (12/1) lalu, secara virtual melalui aplikasi zoom Kantor Gubernur Bali, Jayasabha Denpasar.

Selain itu, ia yang juga menjabat sebagai Ketua Dewan Kehormatan Kwarda Bali mengatakan bahwa seluruh masyarakat yang saat ini terkena pandemi Covid-19 menghadapi ancaman virus lain seperti HIV-AIDS dan penyalahgunaan zat yang akan menjadi generasi emas. dari masa depan. hancurkan bangsa, jangan lupa.

Untuk itu berbagai upaya sosialisasi, edukasi kepada masyarakat tentang virus HIV / AIDS dan bahaya narkoba harus terus dilakukan secara masif dan berkesinambungan. “Kita bersama dan tidak pernah berhenti dan bosan selalu bersosialisasi, mendidik, mengenang, mengingatkan masyarakat tentang HIV-AIDS dan bahaya penyalahgunaan zat. Bersama-sama kita akan menciptakan nihil (nol) kasus baru HIV-AIDS di Bali,” ujarnya. .

Dalam talkshow, “Jauhi HIV / AIDS – Dekat dengan Orang dengan HIV,” pendamping nomor satu di Bali itu mengajak masyarakat untuk mengubah stigma negatif ODHA (ODHA). Stigma dan diskriminasi negatif yang dihadapi ODHA dapat membuat mereka tidak mengetahui bahwa dirinya adalah HIV positif. “Jangan sampai ODHA yang sakit jasmani sakit jiwa karena dianiaya di masyarakat. Kami membangun keterbukaan untuk melihat apakah mereka tertular virus. Seharusnya tidak ada diskriminasi dan tidak ada hal negatif. Stigma terhadap ODHA lebih banyak,” ujarnya berharap.

Di akhir masa kepemimpinannya, perempuan multi talenta ini mengajak seluruh komponen untuk meningkatkan sosialisasi dan edukasi terkait upaya pencegahan penyebaran HIV-AIDS di masyarakat dengan mengadvokasi gerakan hidup sehat seperti: B. loyalitas kepada pasangan dan penolakan obat yang dapat menularkan HIV-AIDS melalui suntikan.

Selain itu, semua pihak harus terus mendorong para penderita HIV-AIDS untuk menjalani pemeriksaan kesehatan dan penggunaan narkoba secara rutin. “Saya tegaskan lagi, jauhi faktor risikonya, bukan penderitanya. Jauhi virus dengan menerapkan pola hidup sehat dan menghindari seks bebas,” kata Ibu Putri Koster.

Talkshow sore itu juga menghadirkan sejumlah pembicara lainnya diantaranya AKBP I Ketut Suandika SH MH selaku ketua P2M BNNP Bali, Dr. I Made Oka Negara SKed MBiomed selaku Ketua Forum Peduli AIDS Bali dan Ni Wayan Ika Ayu Rayni yang bekerja sebagai konsultan.

READ  Lockdown mencegah 60 juta kasus coronavirus di AS: studi

Continue Reading

Trending