Connect with us

Olahraga

Martial Card Merah, MU Turun 1-4 dari Spurs di Babak I

Published

on

Manchester

Manchester United sudah 1-4 dari Tottenham Hotspur di babak pertama. MU harus bermain dengan 10 orang setelahnya Anthony Martial mendapat kartu merah.

Duel MU vs Tottenham dalam lanjutan Liga Inggris di Old Trafford, Minggu (4/10/2020) malam WIB, telah menghasilkan lima gol di babak pertama. MU lebih dulu memimpin lewat penalti Bruno Fernandes di menit kedua.

Namun, Tottenham kemudian berbalik unggul berkat gol Tanguy Ndombele dan Son Heung-min. Setelah Martial mendapat kartu merah pada menit ke-28, Tottenham membuat United semakin terpuruk dengan menambah dua gol.

Harry Kane kemudian membawa Tottenham unggul 3-1 pada menit ke-30. Son sekali lagi mendapatkan namanya di papan skor tujuh menit kemudian untuk memberi tim tamu keunggulan 4-1.

[Gambas:Opta]

Jalannya pertandingan

Pertandingan belum genap satu menit, Manchester United sudah mendapat penalti. Anthony Martial masuk kotak penalti dan dijatuhkan oleh Davinson Sanchez.

Bruno Fernandes yang maju sebagai eksekutor penalti sukses menjalankan tugasnya. Gelandang asal Portugal dengan tenang mengecoh Hugo Lloris untuk membawa MU unggul 1-0.

Namun keunggulan MU tak bertahan lama. Di menit keempat, Tottenham membalas gol lewat tendangan Tanguy Ndombele.

Gol ini berawal dari kegagalan Harry Maguire memblok bola di kotak penalti MU. Kekacauan di depan gawang MU kemudian dimanfaatkan oleh Ndombele.

Tottenham berbalik unggul pada menit ketujuh. Dari tendangan bebas cepat di tengah lapangan, Harry Kane melepaskan tembakan melewati Son Heung-min. Son dengan cepat menggiring bola ke area penalti dan mengalahkan David de Gea dengan melepaskan tembakan kaki kiri ke tiang jauh.

Tendangan Rashford membentur tiang! Fernandes mengirimkan umpan kepada Marcus Rashford yang kemudian menembus kotak penalti Tottenham. Sial bagi MU, hasil akhir Rashford membentur tiang. Hakim garis juga menaikkan bendera karena Rashford lebih dulu offside saat menerima bola dari Fernandes.

READ  AC Milan mencapai kesepakatan untuk transfer Tonali, fans dilarang berbahagia: okezone football

Sepakan spekulatif Mason Greenwood dilepaskan dari luar kotak penalti. Upaya Greenwood masih melebar dari gawang Tottenham.

Kecepatan Son nyaris membahayakan gawang MU. Erik Lamela memberi Son umpan panjang. Namun, penguasaan Son yang kurang sempurna membuat bola lebih dulu diamankan oleh De Gea.

Serge Aurier bergerak bebas dari sisi kanan lalu melepaskan tembakan yang memaksa De Gea melakukan penyelamatan. Beberapa saat kemudian, giliran Lamela yang diblok dan hanya menghasilkan sepak pojok untuk Tottenham.

Petaka bagi MU pada menit ke-28. Martial mendapat kartu merah karena menampar Lamela saat keduanya berada di kotak penalti MU dalam tendangan penjuru untuk Tottenham.

Tottenham memperbesar keunggulan pada menit ke-30. Kane memanfaatkan kecerobohan lini belakang MU untuk mencetak gol.

Upaya Eric Bailly untuk mengoper bola ke Nemanja Matic di area penalti United dipotong oleh Kane. Bola yang dipotong Kane jatuh ke kaki Son. Penyerang asal Korea Selatan tersebut kemudian mengoper kembali kepada Kane yang tidak dikawal dan membobol gawang MU.

Tottenham semakin menjauh dari MU pada menit ke-37. Son menyudahi umpan Aurier dari kanan di tiang dekat.

Keunggulan 4-1 Tottenham bertahan hingga turun minum.

Komposisi Pemain:

Manchester United: de Gea, Wan Bissaka, Bailly, Maguire, Shaw, Pogba, Matic, Greenwood, Bruno Fernandes, Rashford, Martial.

Tottenham Hotspur: Lloris, Aurier, Sanchez, Dier, Reguilon, Sissoko, Hojbjerg, Ndombele, Lamela, Kane, Putra

Menonton video “Mourinho vs The Ex: MU Favorit Menang
[Gambas:Video 20detik]
(nds / bay)


Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Olahraga

Nagelsmann Mengungkap Penyebab Man United Bisa Menang Besar Atas Leipzig: Okezone the Ball

Published

on

MANCHESTER RB Leipzig adalah salah satu tim kuda hitam di Liga Champions 2020-2021. Meski bukan tim unggulan, kehebatan skuad asal Liga Jerman tetap patut untuk diwaspadai.

Pasalnya, musim lalu Leipzig mampu tampil luar biasa ke babak semifinal Liga Champions 2019-2020. Untuk mencapai empat besar, tim Nagelsmann mengalahkan tim-tim sebesar Tottenham Hotspur dan Atletico Madrid di babak sistem gugur.

Langkah Leipzig akhirnya dihentikan oleh Paris Saint-Germain (PSG) di semifinal. Semua ini membuktikan betapa hebatnya Leipzig dalam beberapa musim terakhir.

Namun, kehebatan Leipzig entah bagaimana sirna saat menghadapi Manchester United. Sebab, baru dini hari, Kamis (29/10/2020), Leipzig dibantai Man United di Stadion Old Trafford.

Baca juga: Usai Leipzig, Man United Bermaksud Mengalahkan Arsenal

Tepatnya, Leipzig dipermalukan 0-5 oleh Man United pada matchday kedua Grup H Liga Champions 2020-2021. Tentu kekalahan telak yang diterima Leipzig membuat banyak pihak merasa tidak percaya.

Salah satu pihak yang tak yakin Leipzig bisa dihabisi Man United adalah pelatih Die Bullen sendiri, Julian Nagelsmann. Nagelsmann merasa hasil kekalahan 0-5 merupakan hasil yang tidak diprediksi sebelumnya.

Pasalnya, Nagelsmann awalnya cukup yakin Man United bisa dikalahkan oleh skuad Leipzih saat ini. Namun, nyatanya Leipzig dibuat tak berdaya di Old Trafford dan Nagelsmann juga tahu apa penyebabnya.

Salah satunya tentu saja semangat Leipzig yang merosot di babak kedua. Menurut Nagelsmann, saat timnya tertinggal 0-2 dari Man United, Leipzig justru mengendurkan pertahanan.

Para pemain Leipzih seolah mengabaikan pertahanannya sehingga pemain Man United itu leluasa bermain di area tim tamu. Jika Leipzig bisa bertahan dengan baik, Nagelsmann yakin timnya harus 0-2 dan bukan 0-5.

READ  Dituding Melanggar Protokol Kesehatan COVID-19, Ronaldo Jawab Ini!

Julian Nagelsmann

“Permainan kami di sepertiga akhir tidak cukup bagus. Kami tidak cukup klinis, kehilangan bola terlalu sering. Kami memiliki lebih banyak pada diri kami sendiri, ”kata Nagelsmann, dikutip dari situs resmi UEFA, Kamis (29/10/2020).

“Kami memulai dengan baik setelah jeda, tapi kemudian gol kedua masuk dan kami berhenti bertahan. Itu satu-satunya keluhan yang bisa saya ajukan hari ini. Akan lebih baik untuk mempertahankan struktur pertahanan kami dan kalah 0-2,” pungkasnya.

Continue Reading

Olahraga

5 pemain yang tampil baik dan buruk dalam pertandingan Juventus vs Barcelona: bola sepak

Published

on

BARCELONA meraih poin penuh pada laga kedua Grup G Liga Champions 2020-2021. Blaugrana –julukan Barcelona – menang meyakinkan 2-0 atas Juventus di Allianz Stadium, Turin, Italia, Kamis (29/10/2020), dini hari WIB.

Kemenangan tersebut tidak berarti seluruh pemain Barcelona bermain bagus dalam pertandingan tersebut. Begitu pula Juventus, ada beberapa pemainnya yang tampil bagus saat kalah dari Barcelona. Berikut lima pemain yang tampil bagus dan buruk pada laga Juventus vs Barcelona Sportskeeda, Kamis (29/10/2020):

5. Alvaro Morata – Juventus (Bagus)


Striker Juventus, Alvaro Morata, menjadi momok bagi pertahanan Barcelona. Bagaimana tidak, tiga kali pemain Spanyol itu menjaringkan bola ke gawang Barcelona, ​​namun tidak dianggap sebagai gol karena offside.

Jika Morata tidak terjebak offside, aksinya akan membawa Juventus meraih tiga poin pada Kamis malam. Meski gagal mencetak gol, Morata tampil bagus sebagai ujung tombak Juventus.

4. Antoine Griezmann – Barcelona (Buruk)

Antoine Griezmann (Foto: Twitter / @ FCBarcelona)

Antoine Griezmann bermain sebagai penyerang tengah Barcelona melawan Juventus. Pertandingan itu menjadi kesempatan bagi Griezmann untuk membuktikan kualitasnya kepada pelatih Barcelona Ronald Koeman. Namun, dia tidak tampil maksimal.

Griezmann melewatkan beberapa peluang untuk memperbesar keunggulan Barcelona atas Juventus. Jika pemain Prancis itu lebih tajam di depan gawang lawan, Barcelona kemungkinan akan menang lebih dari 2-0.

3. Ousmane Dembele – Barcelona (Bagus)

Ousmane Dembele (Foto: Twitter / @ FCBarcelona)

Ousmane Dembele menjawab keyakinan Koeman dengan sangat baik. Dembele yang berposisi sebagai winger kanan kerap menimbulkan masalah di pertahanan Juventus.

Aksi Dembele di menit ke-14 bahkan membuka keunggulan Barcelona pada laga tersebut. Gol Dembele menjadi salah satu kunci Barcelona meraih tiga poin di Juventus.

2. Paulo Dybala – Juventus (Buruk)

READ  Juventus, Haruskah Anda Benar-benar 'Ditampar' Dulu?

Paulo Dybala vs Frenkie de Jong (Foto: Twitter / @ juventusfc)

Paulo Dybala tak mampu mengangkat performa Juventus melawan Barcelona. Dybala yang diharapkan bisa menjadi sumber kreativitas Juventus justru tak berdaya di pertahanan Blaugrana.

Dybala nyaris tak terlihat sepanjang pertandingan. Pemain asal Argentina itu harus berbenah untuk menemukan permainan terbaiknya lagi jika tidak ingin ditempatkan di bangku cadangan oleh pelatih Juventus, Andrea Pirlo.

1. Lionel Messi – Barcelona (Bagus)

Lionel Messi (Foto: Twitter / @ FCBarcelona)

Kapten Barcelona, ​​Lionel Messi, menjadi salah satu sosok paling merepotkan pertahanan Juventus. Messi menunjukkan dirinya belum selesai dalam pertandingan melawan Juventus.

Pemain berusia 33 tahun itu membuat lima umpan kunci, menciptakan dua peluang besar, melewati enam lawan, dan memenangkan sembilan duel. Ia pun mencetak gol penalti di menit 90 + 1 untuk memastikan kemenangan 2-0 Barcelona atas Juventus. Messi kembali bersinar setelah tenggelam saat Barcelona kalah dari Real Madrid pada El Clasico di Liga Spanyol.

Continue Reading

Olahraga

Ronaldo Menghapus Komentar Miring terkait Hasil Tes COVID-19

Published

on

Jakarta

Cristiano Ronaldo sempat mengungkapkan kekesalannya dengan hasil tes COVID-19 di media sosial. Bintang penyelamatan Juventus sekarang telah dihapus.

Ronaldo awalnya dinyatakan positif COVID-19 pada tes 13 Oktober lalu saat dia bersama tim nasional Portugal. Sejak itu dia menjalani karantina di rumahnya di Turin.

Hasil tes kedua pekan lalu menyebutkan Cristiano Ronaldo masih positif terjangkit virus Corona sehingga tak bisa kembali beraksi di lapangan hijau. Di depan Juventus vs Barcelona Di ajang Liga Champions, Kamis (29/10/2020) dini hari WIB, ia menjalani tes ketiga.

Hasil tes PCR masih dinyatakan positif virus Corona. Cristiano Ronaldo yang kesal dan mengungkapkan kekesalannya di media sosial.

Cristiano Ronaldo kesal dengan hasil tes virus Corona. Foto: Instagram @cristiano

Pemain berusia 35 tahun itu mengunggah foto yang menunjukkan senyum lebar, bersama dengan teks yang mempertanyakan keakuratan hasil tes usap. Trennya, Ronaldo sudah menjalani masa karantina selama 14 hari sebagai orang tanpa gejala.

“Merasa sehat dan baik-baik saja. Forza Juve !,” Cristiano Ronaldo memulai, sebelum menambahkan kalimatnya dengan, “PCR IS BULL ****”.

Pernyataan Ronaldo sudah tidak ada lagi. Dia menghapusnya, padahal sebelumnya dia telah menerima komentar balasan seribu kali dan lebih dari lima ribu suka.

Tidak diketahui mengapa Ronaldo menghapus komentar yang mengungkapkan rasa frustrasinya. Kemungkinan besar, eks pemain Real Madrid itu akhirnya merasa pernyataan yang salah.

Absennya Ronaldo pada pertandingan tersebut kemudian menunda pertemuannya dengan Lionel Messi. Kedua pemain tersebut sebelumnya selalu bersaing ketat di LaLiga.

Menonton video “Ronaldo Positif Corona, Sang Kakak Pikirkan Penipuan
[Gambas:Video 20detik]
(ran / adp)


READ  PEMBARUAN Transfer Liga Italia: AC Milan, Juventus, Inter Milan, Roma, Parma, Napoli & Fiorentina
Continue Reading

Trending