Connect with us

Berita Teratas

Kemnaker Kembali Buka Penempatan Pekerja Migran Indonesia di 14 Negara Halaman all

Published

on

Kemnaker Kembali Buka Penempatan Pekerja Migran Indonesia di 14 Negara Halaman all

JAKARTA, KOMPAS.com – Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) membuka kembali penempatan pekerja migran Indonesia sejak diterbitkannya Keputusan Menteri Ketenagakerjaan Nomor 294 Tahun 2020 yang telah ditandatangani 29 Juli 2020. Hal ini dilakukan dalam rangka pemulihan ekonomi nasional (PEN).

Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah mengatakan, pembukaan penempatan PMI ini harus mengutamakan protokol kesehatan pencegahan virus corona (Covid-19).

“Guna mendukung percepatan pemulihan ekonomi nasional serta memperhatikan kebijakan beberapa negara penempatan yang sudah membuka tenaga kerja asing masuk, maka dipandang perlu untuk membuka kembali kesempatan bagi calon pekerja migran Indonesia untuk dapat bekerja di negara tujuan penempatan dengan tetap mengedepankan prinsip pelindungan hak-hak pekerja migran serta protokol kesehatan,” ujarnya di Jakarta, Kamis (30/7/2020).

Baca juga: Datang Terlambat, Erick Thohir: Tugas Saya Mulai Kebanyakan

Menaker menyebut, berdasarkan data dari BP2MI terdapat 88.973 calon PMI sudah terdaftar di SISKOP2MI dan dipersiapkan untuk berangkat.

“Siap berangkat artinya sudah melalui proses tahapan-tahapan sebagai syarat untuk bekerja ke luar negeri, mulai dari registrasi, pelatihan, uji kompetensi, pemeriksaan kesehatan, sudah mempunyai visa, dan lain-lain,” ujarnya.

Ida kembali menjelaskan, sebanyak 88.973 calon PMI tersebut akan ditempatkan ke-14 negara tujuan. Dengan dibukanya penempatan PMI, regulasi sebelumnya Keputusan Menaker No. 151 Tahun 2020, tentang Penghentian Sementaran Penempatan PMI telah dicabut.

Ida menjelaskan, pembukaan kembali penempatan PMI ke-14 negara akan dilakukan secara bertahap. Penempatan di masa adaptasi kebiasaan baru diprioritaskan bagi calon PMI yang telah memiliki visa.

Baca juga: Cara dan Syarat Dapat Pinjaman Modal hingga Rp 200 Juta dari Pertamina

Selanjutnya, diprioritaskan bagi calon PMI yang telah terdaftar di SISKOP2MI, serta calon PMI oleh Perusahaan Penempatan Pekerja Migran Indonesia (P3MI) yang telah memiliki Surat Izin Perekrutan Pekerja Migran Indonesia (SIP2MI).

READ  Dana polisi harus dikaitkan dengan 'standar kesusilaan dasar'

Menaker menegaskan, pembukaan penempatan di masa adaptasi kebiasaan baru ini, calon PMI tidak boleh dibebankan biaya karena adanya penerapan protokol kesehatan.

Begitu pula, saat penerapan kebijakan protokol kesehatan ketika PMI tiba dan berada di negara tujuan penempatan. Maka dari itu, PT Bank Negara Indonesia (BNI) Persero disebutkan akan menanggung biaya tes Covid-19.

“BNI yang siap menanggung biaya protokol kesehatan berupa tes PCR di Tanah Air,” katanya.

Baca juga: BTN Lelang Aset Properti Murah, dari Rumah hingga Pabrik

Ida juga mengusulkan kepada Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) dan Menteri Kesehatan untuk menganggarkan biaya tes covid bagi PMI di Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19.

“Saya juga sudah bertemu dengan Pak Menko PMK dan Pak Menkes, kiranya bisa dialokasikan anggaran yang ada di Gugus Tugas. Prinsipnya adalah tidak dibebankan kepada PMI kita memenuhi protokol kesehatan,” ujarnya.

Baca juga: Kini Berkurban Bisa lewat Layanan Syariah LinkAja

Terdapat 14 negara yang membuka pintu bagi PMI untuk bekerja. Namun, ada beberapa negara hanya mempekerjakan untuk sektor atau jenis pekerjaan tertentu yang dibutuhkan. Adapun ke-14 negara itu meliputi:

1. Aljazair, sektor atau jenis pekerjaan konstruksi.

2. Australia, semua sektor pada pemberi kerja berbadan hukum.

3. Hong Kong, sektor atau jenis pekerjaan domestik.

4. Korea Selatan, semua sektor pada pemberi kerja berbadan hukum.

5. Kuwait, semua sektor pada pemberi kerja berbadan hukum.

6. Maladewa, sektor atau jenis pekerjaan rumah sakit (hospitality).

7. Nigeria, semua sektor pada pemberi kerja berbadan hukum.

8. Uni Emirat Arab, sektor atau jenis pekerjaan rumah sakit (hospitality).

9. Polandia, semua sektor pada pemberi kerja berbadan hukum.

READ  Pendiri Hello Kitty yang berusia 92 tahun menyerahkan bisnis ini kepada cucunya

10. Qatar, sektor atau jenis pekerjaan minyak dan gas (migas).

11. Taiwan, semua sektor.

12. Turki, sektor atau jenis pekerjaan rumah sakit (hospitality).

13. Zambia, sektor atau jenis pekerjaan pertambangan.

14. Zimbabwe, sektor atau jenis pekerjaan pertambangan.

Baca juga: Lowongan Kerja BUMN untuk Lulusan D3 hingga S1

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Teratas

Pangeran Brunei ‘Abdul’ Azim Meninggal di Usia 38 Tahun

Published

on

BANDAR SERI BEGAWAN, KOMPAS.com – Putra Sultan Brunei, Pangeran ‘Abdul’ Azim pada Sabtu (24/10/2020) diumumkan meninggal dunia pada usia 38 tahun.

Berita kematiannya dilaporkan oleh penyiar radio negara Brunei, Radio Televisi Brunei, dalam pengumuman resmi serta oleh surat kabar Borneo Bulletin.

Putra Sultan Haji Hassanal Bolkiah, Pangeran Haji ‘Abdul’ Azim meninggal dunia pada 7 Rabi-ul-Awal pukul 10:08 waktu setempat, seperti dikutip dari The Straits Times pada Minggu (225/10/2020).

“Pemakaman akan berlangsung selama sholat Ashar (tengah hari) malam ini,” kata pengumuman itu.

Baca juga: Perkembangan Covid-19 di Asia: Wuhan Mulai Hidup Lagi | Brunei Mengumumkan Kematian Pertama

Sedangkan penyebab kematiannya tidak disebutkan.

Baris keempat pewaris takhta Brunei, Pangeran ‘Abdul’ Azim adalah pangeran kedua Sultan Hassanal.

Menurut laporan berita, sumber dari Brunei mengatakan bahwa pangeran telah dirawat di rumah sakit selama beberapa waktu.

Atas kematiannya, sumber itu mengatakan Brunei berduka selama 7 hari.

Baca juga: Dalam 4 Hari, Brunei Melaporkan 25 Kasus Virus Corona

Instruksi yang dikirim ke penduduk, menurut laporan lokal, berbunyi, “Wanita Muslim diharuskan memakai kerudung putih atau kerudung, dan non-Muslim diharuskan memakai ban lengan putih selebar 7,6 cm.”

Di Twitter, beberapa orang menyampaikan belasungkawa atas kabar meninggalnya sang pangeran, seperti Anwar Ibrahim dari Malaysia.

Baca juga: Berusia 15 tahun koma, pangeran Arab Saudi ini berhasil menggerakkan jari-jarinya

Ucapan belasungkawa juga datang dari akun resmi kantor pemerintah Johor, Malaysia.

“Kami turut berduka cita kepada Keluarga Pemerintah Brunei atas wafatnya Yang Mulia, Yang Mulia Haji Pengal Muda Haji ‘Abdul’ Azim Ibni Yang Mulia Sultan Haji Hassanal Bolkiah Mu’izzaddin Waddaulah. Al-Fatihah.”

Baca juga: Pangeran Arab Saudi, Nawaf bin Saad bin Saud bin Abdulaziz Al Saud, Wafat

READ  Adidas mengatakan setidaknya 30% dari posisi AS baru akan diisi oleh orang kulit hitam atau Latin

Lahir di Bandar Seri Begawan pada tanggal 29 Juli 1982, Pangeran ‘Abdul’ Azim belajar di Sekolah Internasional Brunei, Institut Raffles Singapura dan Universitas Oxford Brookes.

Menurut koran Borneo Bulletin, mendiang pangeran dimakamkan di Royal Mausoleum di ibu kota pada Sabtu (24/10/2020).

Baca juga: Kehidupan Mewah Pangeran Qatar Saat Belajar di AS: Las Vegas Spree dan Koleksi Supercars

Continue Reading

Berita Teratas

Waspada, polusi udara bisa memperburuk penyakit kronis

Published

on

Memuat…

JAKARTA – Tampilan polusi Udara luar ruangan dan rumah tangga dalam jangka panjang berkontribusi terhadap lebih dari 6,7 juta kematian tahunan akibat stroke, serangan jantung, diabetes, kanker paru-paru, penyakit paru-paru kronis, dan penyakit neonatal di seluruh dunia selama 2019.

Bahkan Dr. Christopher Murray dari Institute for Health Metrics and Evaluation (IHME) mengatakan interaksi antara COVID-19 dan penyakit kronis meningkat secara global. “Ditambah faktor risiko terkait, termasuk obesitas, gula darah tinggi, dan polusi udara di luar ruangan, 30 tahun terakhir telah menciptakan badai yang sempurna dan memicu kematian akibat COVID-19,” kata Murray yang terlibat dalam analisis Status Udara Global ini.

Baca juga: Hati-hati, polusi udara memperburuk COVID-19

Meningkatnya polusi udara di daerah perkotaan yang cepat berkembang di Asia dan Afrika Sub-Sahara akan semakin memperburuk epidemi penyakit tidak menular, termasuk penyakit pernapasan kronis dan penyakit kardiovaskular.

Kabar baiknya adalah kita tahu bagaimana menangani semua sumber utama polusi. Data ini jelas menunjukkan bahwa kita memiliki kewajiban kesehatan masyarakat untuk segera menerapkan solusi udara bersih, ”jelas Dr. Sumi Mehta, Vital Strategies.

Baca juga: Mari Deteksi Dini untuk Mengantisipasi Penyakit Mematikan

Ya, penelitian ilmiah selama beberapa dekade telah mendasarkan kesimpulan yang kuat tentang kontribusi besar yang dapat diberikan oleh polusi udara penyakit kronis dan kematian. “Sudah lama sekali kita membuang waktu menunggu kerjasama dan mengambil tindakan global yang lebih besar pada masalah kesehatan masyarakat yang utama ini,” kata Dr. Katherine Walker dari Health Effects Institute.

(dulu)

Continue Reading

Berita Teratas

Vaksin yang Diberikan Sejak Dini Dapat Mengurangi Risiko Penyakit Berbahaya

Published

on

Liputan6.com, Jakarta Sejak ditemukan oleh Dr. Edward Jenner pada tahun 1976, tujuan keberadaannya vaksin tidak pernah berubah, yaitu menyelamatkan umat manusia dari penyakit menular dan mematikan. Selama ini vaksin yang beredar seperti vaksin cacar, rabies, campak, polio, hepaptitis B, dan lain-lain terbukti bermanfaat bagi kesehatan manusia.

Padahal, menurut informasi dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), 2 hingga 3 juta orang di dunia bisa diselamatkan setiap tahun dengan vaksin.

Aktivis Yayasan Orang Tua Peduli dr Endah Citraresmi Sp.A (K) menjelaskan, vaksin berasal dari virus atau bakteri yang telah dilemahkan. Vaksin bertujuan membangun kekebalan manusia terhadap penyakit tertentu.

“Saat ini kami diberikan vaksin, maka tubuh akan membentuk antibodi untuk melindungi kita. Jadi kita kebal infeksi ke depannya dan tidak akan ada masa sakit, ”kata Endah dalam Webinar Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN) bertema Disinformasi Ikatan Pasca Imunisasi. Acara, Jumat (23/10/2020).

Dengan demikian, saat virus penyebab penyakit menyerang, tubuh sudah siap dan tidak akan mengalami sakit.

READ  Kebun binatang mengalami ledakan bayi di tengah kuncian coronavirus
Continue Reading

Trending