Connect with us

Olahraga

Kalahkan Basel 4-1, Shakhtar Donetsk bertemu Inter di semifinal Liga Europa

Published

on

Gelsenkirchen

Shakhtar Donetsk maju ke semifinal Liga Europa 2019/20. Wakil Ukraina melarikan diri setelah digulingkan Basel dengan skor 4-1.

Di Arena Aufschalke, Rabu (12/8) dini hari WIB, kemenangan Shakhtar dipastikan lewat gol-gol dari Junior Moraes (2 ‘), Taison (22’), Alan Patrick (75 ‘), dan Dodo (88’). Satu-satunya gol Basel dicetak oleh Ricky van Wolfswinkel di masa injury time babak kedua.

Dengan hasil ini, Shakhtar akan bertemu Inter Milan di semifinal pada Selasa (18/8) pukul 02.00 WIB. Skuad asuhan Antonio Conte itu pertama kali lolos ke empat besar setelah mengalahkan Bayer Leverkusen 2-1.

Jalannya pertandingan

Shakhtar langsung memimpin pada menit ke-2. Tendangan sudut Junior Moraes yang dilepaskan oleh Taison berhasil dituntaskan oleh Junior Moraes dengan sundulannya yang menggetarkan gawang Basel.

Tertinggal satu gol, Basel mencoba membalas. Afimico Pululu melakukan umpan dari sisi kiri kemudian melepaskan tembakan di kotak penalti, namun masih melenceng tipis dari sisi kanan gawang Shakhtar.

Alih-alih menyamakan kedudukan, Basel kembali kebobolan di menit ke-22. Dengan serangan balik, Taison menghabisi Marlos dengan tembakan keras. Bola membentur kaki Fabian Frei sebelum akhirnya mengecoh kiper Basel Djordje Nikolic. Shakhtar menang 2-0.

Unggul dua gol tak menyurutkan semangat Shakhtar. Moraes nyaris mencetak gol keduanya di menit ke-30, tetapi diselamatkan oleh Nikolic. Sedangkan tembakan Marcos Antonio membentur tiang gawang. Skor 2-0 untuk Shakhtar bertahan hingga jeda.

Di babak kedua, dominasi Shakhtar belum usai. Mykola Matvyenko mendapat peluang di menit ke-55, tapi tandukannya tidak tepat sasaran. Tiga menit kemudian, giliran Sergey Krivtsov untuk menuju nasib yang sama.

Basel tidak hanya duduk di sana. Arthur Cabral memiliki dua peluang bagus di menit ke-66 dan 67, tetapi penyelesaiannya masih belum membuahkan gol.

READ  Apa Adaptasi di Liga Premier?

Bencana bagi Basel kembali terjadi di menit ke-74. Pelanggaran Yannick Marchand kepada Taison di kotak penalti Basel membuat wasit menunjuk titik putih. Alan Patrick yang maju sebagai eksekutor tidak menyia-nyiakan pekerjaannya. TUJUAN! 3-0 untuk Shakhtar.

Shakhtar terus membenamkan Basel pada menit ke-88. Dodo sukses menuntaskan umpan Tete dengan sepakan kaki kanannya yang mengubah skor menjadi 4-0.

Ricky van Wolfswinkel berhasil memperkecil kekalahan lewat golnya di masa injury time, namun di situlah perlawanannya Basel. Skor 4-1 untuk Shakhtar Donetsk menutup pertandingan ini, memastikan mereka lolos ke semifinal Liga Europa.

Susunan pemain

Shakhtar Donetsk: Pyatov, Dodô, Kryvtsov, Bondar, Matviyenko, Marcos Antonio (Barberan 85 ‘), Stepanenko, Marlos (Solomon 72’), Patrick (Kovalenko 78 ‘), Taison (Tete 86’), Junior Moraes (Fernando 85 ‘).

Basel: Nikolić, Widmer, Alderete, van der Werff (Ramires 73 ‘), Petretta, Xhaka (Marchand 60’), Campo, Frei, Stocker (van Wolfswinkel 73 ‘), Cabral (Ademi 73’), Pululu.

Menonton video “Penalti Fernandes membawa MU lolos ke semifinal Liga Europa
[Gambas:Video 20detik]
(adp / pur)


Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Olahraga

5 pemain yang tampil baik dan buruk dalam pertandingan Juventus vs Barcelona: bola sepak

Published

on

BARCELONA meraih poin penuh pada laga kedua Grup G Liga Champions 2020-2021. Blaugrana –julukan Barcelona – menang meyakinkan 2-0 atas Juventus di Allianz Stadium, Turin, Italia, Kamis (29/10/2020), dini hari WIB.

Kemenangan tersebut tidak berarti seluruh pemain Barcelona bermain bagus dalam pertandingan tersebut. Begitu pula Juventus, ada beberapa pemainnya yang tampil bagus saat kalah dari Barcelona. Berikut lima pemain yang tampil bagus dan buruk pada laga Juventus vs Barcelona Sportskeeda, Kamis (29/10/2020):

5. Alvaro Morata – Juventus (Bagus)


Striker Juventus, Alvaro Morata, menjadi momok bagi pertahanan Barcelona. Bagaimana tidak, tiga kali pemain Spanyol itu menjaringkan bola ke gawang Barcelona, ​​namun tidak dianggap sebagai gol karena offside.

Jika Morata tidak terjebak offside, aksinya akan membawa Juventus meraih tiga poin pada Kamis malam. Meski gagal mencetak gol, Morata tampil bagus sebagai ujung tombak Juventus.

4. Antoine Griezmann – Barcelona (Buruk)

Antoine Griezmann (Foto: Twitter / @ FCBarcelona)

Antoine Griezmann bermain sebagai penyerang tengah Barcelona melawan Juventus. Pertandingan itu menjadi kesempatan bagi Griezmann untuk membuktikan kualitasnya kepada pelatih Barcelona Ronald Koeman. Namun, dia tidak tampil maksimal.

Griezmann melewatkan beberapa peluang untuk memperbesar keunggulan Barcelona atas Juventus. Jika pemain Prancis itu lebih tajam di depan gawang lawan, Barcelona kemungkinan akan menang lebih dari 2-0.

3. Ousmane Dembele – Barcelona (Bagus)

Ousmane Dembele (Foto: Twitter / @ FCBarcelona)

Ousmane Dembele menjawab keyakinan Koeman dengan sangat baik. Dembele yang berposisi sebagai winger kanan kerap menimbulkan masalah di pertahanan Juventus.

Aksi Dembele di menit ke-14 bahkan membuka keunggulan Barcelona pada laga tersebut. Gol Dembele menjadi salah satu kunci Barcelona meraih tiga poin di Juventus.

2. Paulo Dybala – Juventus (Buruk)

READ  Bagaimana Sterling Membakar Motivasi Sebelum Melawan Madrid

Paulo Dybala vs Frenkie de Jong (Foto: Twitter / @ juventusfc)

Paulo Dybala tak mampu mengangkat performa Juventus melawan Barcelona. Dybala yang diharapkan bisa menjadi sumber kreativitas Juventus justru tak berdaya di pertahanan Blaugrana.

Dybala nyaris tak terlihat sepanjang pertandingan. Pemain asal Argentina itu harus berbenah untuk menemukan permainan terbaiknya lagi jika tidak ingin ditempatkan di bangku cadangan oleh pelatih Juventus, Andrea Pirlo.

1. Lionel Messi – Barcelona (Bagus)

Lionel Messi (Foto: Twitter / @ FCBarcelona)

Kapten Barcelona, ​​Lionel Messi, menjadi salah satu sosok paling merepotkan pertahanan Juventus. Messi menunjukkan dirinya belum selesai dalam pertandingan melawan Juventus.

Pemain berusia 33 tahun itu membuat lima umpan kunci, menciptakan dua peluang besar, melewati enam lawan, dan memenangkan sembilan duel. Ia pun mencetak gol penalti di menit 90 + 1 untuk memastikan kemenangan 2-0 Barcelona atas Juventus. Messi kembali bersinar setelah tenggelam saat Barcelona kalah dari Real Madrid pada El Clasico di Liga Spanyol.

Continue Reading

Olahraga

Ronaldo Menghapus Komentar Miring terkait Hasil Tes COVID-19

Published

on

Jakarta

Cristiano Ronaldo sempat mengungkapkan kekesalannya dengan hasil tes COVID-19 di media sosial. Bintang penyelamatan Juventus sekarang telah dihapus.

Ronaldo awalnya dinyatakan positif COVID-19 pada tes 13 Oktober lalu saat dia bersama tim nasional Portugal. Sejak itu dia menjalani karantina di rumahnya di Turin.

Hasil tes kedua pekan lalu menyebutkan Cristiano Ronaldo masih positif terjangkit virus Corona sehingga tak bisa kembali beraksi di lapangan hijau. Di depan Juventus vs Barcelona Di ajang Liga Champions, Kamis (29/10/2020) dini hari WIB, ia menjalani tes ketiga.

Hasil tes PCR masih dinyatakan positif virus Corona. Cristiano Ronaldo yang kesal dan mengungkapkan kekesalannya di media sosial.

Cristiano Ronaldo kesal dengan hasil tes virus Corona. Foto: Instagram @cristiano

Pemain berusia 35 tahun itu mengunggah foto yang menunjukkan senyum lebar, bersama dengan teks yang mempertanyakan keakuratan hasil tes usap. Trennya, Ronaldo sudah menjalani masa karantina selama 14 hari sebagai orang tanpa gejala.

“Merasa sehat dan baik-baik saja. Forza Juve !,” Cristiano Ronaldo memulai, sebelum menambahkan kalimatnya dengan, “PCR IS BULL ****”.

Pernyataan Ronaldo sudah tidak ada lagi. Dia menghapusnya, padahal sebelumnya dia telah menerima komentar balasan seribu kali dan lebih dari lima ribu suka.

Tidak diketahui mengapa Ronaldo menghapus komentar yang mengungkapkan rasa frustrasinya. Kemungkinan besar, eks pemain Real Madrid itu akhirnya merasa pernyataan yang salah.

Absennya Ronaldo pada pertandingan tersebut kemudian menunda pertemuannya dengan Lionel Messi. Kedua pemain tersebut sebelumnya selalu bersaing ketat di LaLiga.

Menonton video “Ronaldo Positif Corona, Sang Kakak Pikirkan Penipuan
[Gambas:Video 20detik]
(ran / adp)


READ  Tautan Streaming Langsung Rapid Wien vs Arsenal, Streaming Langsung, Gambar Jernih!
Continue Reading

Olahraga

Impian Tak Terpenuhi Khabib Nurmagomedov

Published

on


Jakarta

Khabib Nurmagomedov pensiun dari UFC. ‘The Eagle’ dapat mempertahankan sabuk juara ringan. Tapi, ada mimpi yang tidak jadi kenyataan.

UFC 254 di Fight Island, Abu Dhabi pada Minggu (25/10) kemarin merupakan oktagon terakhir Khabib Nurmagomedov. Pejuang asal Dagestan itu ditantang oleh Justin Gaethje.

Khabib mampu mengalahkan Justin Gaethje hanya dalam dua ronde. Lewat segitiga tersedak, Justin dibuat menyerah.

Khabib pun menutup karirnya dengan rekor kemenangan 29-0. Karena perintah ibunya untuk tidak berperang lagi setelah Abdulmanap (ayah Khabib) meninggal pada bulan Juli, Khabib menyatakan pengunduran dirinya.

Khabib Nurmagomedov memenangkan duel melawan Justin Gaethje (Zuffa LLC via Getty Images / Handout)

Khabib Nurmagomedov adalah salah satu fenomena di UFC. Gaya gulatnya mencuri perhatian, bahkan di luar segi delapan dari kehidupannya yang sederhana.

Seperti pesilat UFC lainnya, Khabib juga memiliki impian untuk bertarung melawan ‘A’ atau ‘B’. Namun sayang, impian tersebut tidak akan terwujud karena petarung Dagestan memilih pensiun.

Mimpi pertama adalah Khabib Nurmagomedov ingin melawan legenda UFC, Georges St-Pierre. Khabib juga mengidolakannya.

“Saya selalu menyaksikan pertarungan Georges St-Pierre. Dia sangat hebat di pertarungan puncak, gulatnya juga menawan, “kata Khabib dalam wawancara dengan UFC.

Faktanya, Khabib Nurmagomedov bertemu dengannya pada 2017 di acara UFC 209. Khabib bertingkah buruk setelah berjabat tangan dengannya!

“Impian ayah saya adalah saya bertarung dengan Georges St-Pierre. Dia akan mencoba berbagai cara untuk mewujudkannya,” jelas Khabib saat itu.

Georges St-PierreGeorges St-Pierre (Instagram / georgesstpierre)

Presiden UFC Dana White dikabarkan siap menggelar duel. Namun, Georges St-Pierre terlebih dahulu harus menurunkan berat badannya menjadi 155 pound. Atau mungkin, sekedar pertandingan amal tanpa menghitung beratnya.

READ  Aston Villa 7-2 Pembantaian: Jurgen Klopp, Dengarkan Roy Keane! Liverpool Ceroboh!

Tapi, Georges St-Pierre tidak ingin memaksa Khabib. Pemenang sabuk di dua divisi berbeda, yaitu kelas welter dan kelas menengah, menghormati keputusan tersebut Khabib Nurmagomedov.

“Itu keputusan yang bijak. Khabib punya pilihan sendiri, saya sangat bangga padanya. Dia menutup kariernya dengan sempurna,” kata Georges St-Pierre.

[Selanjutnya: Impian kedua yang tak kesampaian dari Khabib Nurmagomedov]


Continue Reading

Trending