Connect with us

Berita Teratas

Jaga kesehatan lansia saat terjadi pandemi, berikut 10 tips dari dokter

Published

on

M. Reza Sulaiman | Dini Afrianti Efendi

Selasa, 08 September 2020 | 22:15 WIB

Ilustrasi perawatan kesehatan lansia. (Sumber: Shuttertsock)

Lansia merupakan populasi yang paling berisiko mengalami kematian akibat Covid-19.

Suara.com – Tua merupakan populasi yang paling berisiko mengalami kematian akibat Covid-19. Karena itu, kesehatan lansia harus dijaga secara menyeluruh, untuk menghindari infeksi dan penyakit.

Konsultan Geriatr Spesialis Penyakit Dalam, Dr. dr. Purwita Wijaya Laksmi, Sp.PD-KGer menerapkan 5 Penjaga dan 5 Cukup sebagai kunci utama lansia untuk tetap sehat selama pandemi Covid-19.

1. Jaga jarak
Salah satu protokol kesehatan karena Covid-19 ditularkan melalui tetesan, menjaga jarak 1 meter adalah suatu keharusan.

Dr Purwita juga meminta kepada para lansia agar tidak berjabat tangan, jauh dari orang sakit, anggota keluarga yang keluar rumah pastikan untuk membersihkan diri saat sampai di rumah.

“Misalnya tidak duduk atau menyentuh barang-barang di rumah sebelum mandi dan keramas, mencuci pakaian yang digunakan di luar rumah pada kesempatan pertama, dsb, selalu menjaga jarak, dan tetap menggunakan masker meski di rumah,” kata Dr. Purwita, melalui rilis ke Suara.com, Selasa (9/8/2020).

2. Jaga kebersihannya
Menerapkan pola hidup bersih dan sehat (PHBS) dengan rajin cuci tangan pakai sabun dan air atau hand sanitizer, kini harus selalu dilakukan.

Tetap teratur minum obat sesuai anjuran dokter dan berjemur di bawah sinar matahari pagi.

“Setiap pendamping lansia akan membantu para lansia dalam melakukan aktivitas sehari-hari, seperti makan, mandi, mendekorasi, berpakaian, dan pindah rumah harus menggunakan masker terlebih dahulu dan mencuci tangan. Sebaiknya pendamping menjaga jarak dari diri mereka sendiri, “kata dokter yang berpraktik. di Rumah Sakit Pondok Indah, Bintaro Jaya.

READ  Perwakilan John Lewis mengunjungi Black Lives Matter Plaza bersama Washington, DC, walikota

3. Pertahankan kontak sosial
Jika tidak memungkinkan untuk menjaga jarak, maka Anda harus menghindari keramaian atau pertemuan dan kegiatan sosial.

Jika Anda perlu berkomunikasi melalui gadget, komunikasi virtual sekarang dimungkinkan.

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Teratas

Vaksin COVID-19 AstraZeneca Menunjukkan Efektivitas Hingga 90%

Published

on

Vaksin COVID-19 AstraZeneca Menunjukkan Efektivitas Hingga 90%

AstraZeneca dan Universitas Oxford mengatakan vaksin yang dikembangkan bersama untuk melawan virus korona SARS-Cov-2 telah menunjukkan “efektivitas rata-rata 70%” dalam uji coba terakhirnya.

Vaksin tersebut dapat mencegah 70% orang tertular virus corona, bahkan hingga 90% jika diberikan dosis yang lebih rendah, menurut data dari perusahaan biofarmasi tersebut.

“Kemanjuran dan keamanan vaksin ini menegaskan bahwa vaksin ini akan sangat efektif melawan COVID-19 dan akan berdampak langsung pada keadaan darurat kesehatan masyarakat saat ini,” kata Kepala Eksekutif AstraZeneca Pascal Soriot dalam pernyataannya, Senin (23/11).

Soriot lebih lanjut menjelaskan bahwa memberikan dosis yang lebih rendah dari percobaan pertama adalah “nilai tambah yang besar” karena itu berarti “dapat memvaksinasi lebih banyak orang dan lebih cepat.”

Vaksin ini sangat efektif bila diberikan setengah dosis dan dilanjutkan dengan dosis penuh satu bulan kemudian.

Reaksi positif

Perdana Menteri Inggris Boris Johnson menyambut berita itu dengan antusias, men-tweet: “Ini adalah berita yang sangat menggembirakan bahwa vaksin Oxford telah terbukti sangat efektif dalam uji coba. Masih ada pemeriksaan keamanan lebih lanjut, tetapi ini adalah hasil yang fantastis.”

Namun vaksin yang dikerjakan AstraZeneca memberikan efektivitas yang lebih rendah, jika dibandingkan dengan vaksin yang diproduksi oleh BioNTech / Pfizer dan Moderna, yang terbukti lebih dari 90% efektif.

Namun, hasil uji coba pendahuluan tetap baru dalam perang melawan virus yang telah menewaskan hampir 1,4 juta orang, membuat perjalanan global terhenti, dan menghancurkan ekonomi dunia.

“Pengumuman hari ini membawa kita selangkah lebih dekat ke waktu di mana kita dapat menggunakan vaksin untuk mengakhiri kerusakan yang disebabkan oleh SARS-CoV-2,” kata Sarah Gilbert, profesor vaksinologi di Universitas Oxford.

READ  Tersangka dalam pembunuhan Ahmaud Arbery di ruang sidang Georgia

“Kami akan terus bekerja untuk memberikan informasi terperinci kepada regulator. Merupakan hak istimewa untuk menjadi bagian dari upaya multinasional ini, yang akan bermanfaat bagi seluruh dunia,” kata Gilbert.

yp / as (Reuters, dpa, AFP, AP)

Continue Reading

Berita Teratas

Simak Bocoran Harga PS5 di Indonesia di Daftar Authorized Dealer

Published

on

TRIBUNJAKARTA.COM, JAKARTA – PlayStation 5 akan dirilis pada awal 2021.

Pada 11 November 2020, Sony Interactive Entertainment Singapore Private Limited (SIE) juga mengumumkan perilisannya PlayStation 5 (PS5) di Indonesia.

PS5 akan resmi dirilis pada 22 Januari 2021.

PS5 baru dapat dipesan secara online dan offline pada 18 Desember 2020.

Dikutip dari playstation.com, PlayStation 5 hadir dalam dua seri terbaru yaitu PS5 Edisi Digital dan PS5 Drive Ultra HD Blu-Ray.

PS5 Digital Edition dan PS5 Drive Ultra HD Blu-Ray dilengkapi dengan prosesor khusus yang sama dengan CPU dan GPU terintegrasi.

Keduanya hadir dengan grafik detail hingga 4K dan dilengkapi dengan SSD berkecepatan sangat tinggi yang sama seperti I / O.

PS5 hadir dengan pengontrol nirkabel DualSense dengan kemampuan audio 3D yang memungkinkan pengguna merasakan pengalaman bermain game yang sesungguhnya.

PlayStation 5 Digital Edition saat ini dijual seharga Rp 7.299.000 PS5 dengan Ultra HD Blu-Ray Disc Drive dijual dengan harga berbeda yaitu Rp8.799.000.

Dikutip Kompas.com, ada beberapa penjual atau reseller yang memanfaatkan momen ini untuk berjualan PS5 dengan harga yang sangat tinggi.

READ  Mengapa banyak warga negara India percaya bahwa pemerintah mereka berusaha menjual data mereka di aplikasi coronavirus
Continue Reading

Berita Teratas

Meski Penderita Covid-19 Sudah Sembuh, Bisa Mengalami Gumpalan Darah, Kondisi Stroke dan Paru-Paru Tidak Bisa Kembali Normal

Published

on

Prevention.com

Ilustrasi pembekuan darah.

GridHEALTH.id – Virus corona, Covid-19 memang nyata dan tidak bisa dianggap enteng.

Pasalnya, meski bisa disembuhkan, risiko tertular Covid-19 tidak ringan.

Baca juga: Berkat Minum Air Rendaman Madu Lemon dan Habatusauda, ​​Sandiaga Uno Mengaku Sembuh dari Tumor Tali Vokal yang Dimilikinya

Penderita Covid-19, kemungkinan akan mengalami kerusakan paru-parunya, sehingga bisa mengalami stroke.

Sebelumnya, jika seorang pasien sembuh dari Covid-19 bisa mengalami masalah paru-paru.

Baca juga: Saatnya Melempar Gula, Ini 5 Efek Buruk bagi Kesehatan Mental

Luncurkan dari Kompas.comBeberapa penelitian menunjukkan bahwa pasien yang telah terinfeksi Covid-19 mengalami kerusakan paru-paru permanen.

Kondisi paru-paru penderita Covid-19 ini meski sudah pulih tidak bisa kembali normal.

“Beberapa studi dan otopsi memang menunjukkan Covid-19 menghasilkan kerusakan paru-paru permanen. Tapi kesembuhan pasien sangat bergantung pada beratnya. Ada kemungkinan jaringan paru-paru tidak akan sepenuhnya mencapai seperti sebelum sakit,” jelas Prof David Muljono. Wakil Direktur Institut Biologi Molekuler Eijkman.

Baca juga: Rencana Vaksinasi Covid-19 Pemerintah Di Akhir Tahun, Masih Ada 8 Persen Yang Menolak

Video Unggulan

KONTEN YANG DIPROMOSIKAN

READ  Perwakilan John Lewis mengunjungi Black Lives Matter Plaza bersama Washington, DC, walikota
Continue Reading

Trending