Connect with us

Berita Teratas

Ini berbeda dengan Realme 7, Xiaomi Redmi Note 9 Pro dan Samsung Galaxy M31

Published

on

Jakarta, CNN Indonesia –

Realme baru-baru ini meluncurkan Realme 7 dengan kamera 64MP dan prosesor gaming Helio G95. Realme 7 juga dibekali baterai berkapasitas 5.000 mAh.

Realme 7 dibandrol dengan harga Rp 3,9 jutaan. Dengan patokan harga ini, Realme 7 dapat dibandingkan Xiaomi Redmi Note 9 Pro dan Samsung Galaxy M31.

CNNIndonesia.com akan membandingkan ketiga ponsel dalam hal kamera, baterai, dan kinerja.




Kamera

Berbicara soal kamera, ketiga kamera di atas kertas memiliki kualitas yang bersaing dengan kamera utama 64 MP.

Realme 7 dibekali empat kamera, yakni kamera utama 64MP dengan sensor Sony IMX682, lensa sudut lebar 8MP dengan rentang 119 derajat, serta lensa makro dan potret B&W yang masing-masing beresolusi 2MP.

Sementara itu, Redmi Note 9 Pro juga memiliki empat kamera, yakni kamera utama 64MP, kamera ultra wide 8MP 119 derajat FoV, kamera makro 5MP, dan kamera bokeh 2MP.

Samsung Galaxy M31 memiliki fitur quad camera di bodi belakangnya, yakni kamera utama 64MP, lensa ultra wide 8MP, lensa kedalaman 5MP, dan lensa makro 5MP.

Kamera selfie Galaxy M31 lebih unggul dari dua ponsel lainnya dengan resolusi 32MP. Kamera selfie Redmi Note 9 Pro dan Realme 7 sama-sama memiliki sensor 16MP.

Baterai

Dari segi daya tahan baterai, Galaxy M31 menawarkan baterai berkapasitas 6.000 mAh yang lebih unggul dari dua ponsel lainnya. Dengan baterai berkapasitas 6.000 mAh, pengguna diklaim bisa streaming video hingga 26 jam, melakukan panggilan telepon selama 48 jam, dan mendengarkan musik hingga 119 jam.

Sayangnya kapasitas baterainya yang besar tidak didukung fast charging berkekuatan tinggi seperti yang ditawarkan oleh Redmi Note 9 Pro dan Realme 7. Samsung Galaxy M31 hanya memiliki pengisian daya 15W.

READ  Meski terjadi pandemi, imunisasi rutin harus terus dilakukan

Sementara Redmi Note 9 Pro memiliki baterai 5.020 mAh dan Realme 7 memiliki baterai 5.000 mAh, kedua ponsel menawarkan pengisian daya 30W.

Pengisian daya dapat mengisi penuh baterai Realme 7 dalam 65 menit. Sedangkan baterai Redmi Note 9 diklaim mampu mengisi daya 50 persen dalam waktu kurang dari 30 menit.

Performa

Realme 7 menjadi smartphone pertama di dunia yang mengadopsi chip gaming MediaTek Helio G95 yang dipadukan dengan GPU Mali-G76 900 Mhz. Realme 7 memiliki RAM 8GB dan ROM 128GB.

Redmi Note 9 Pro memiliki chip Snapdragon 720G 8nm dengan RAM 8GB + ROM 128GB. Cipset dipadukan dengan Adreno 618 GPU.

Sedangkan Samsung Galaxy M31 memiliki chip Exynos 9611 yang dipadukan dengan RAM 6GB dan ROM 128GB.

Skor AnTuTu menunjukkan Realme 7 memiliki performa terbaik dibandingkan dua ponsel lainnya. Realme 7 mendapat skor 290.582, Xiaomi Redmi Note 9 Pro berada di posisi kedua dengan skor 274.596, sedangkan Galaxy M31 memiliki skor 180.011.

Soal layar, Realme 7 mengusung layar IPS dengan resolusi 2400×1080 (FHD +) 90Hz Ultra Smooth Display dengan refresh rate 90Hz dan sampling rate 120Hz.

Redmi Note 9 Pro memiliki layar IPS berukuran 6,67 inci dengan resolusi FHD +. Layar Redmi Note 9 Pro merupakan layar terluas dibandingkan kedua ponsel lainnya.

Sedangkan Galaxy M31 memiliki layar beresolusi Super AMOLED 6,4 inci. Dibandingkan dua ponsel lainnya, panel layar Galaxy M31 lebih unggul dengan hadirnya layar Super AMOLED yang menawarkan kerapatan piksel lebih tinggi.

Realme 7 dibanderol Rp 3,9 juta, sedangkan Redmi Note 9 Pro dibanderol Rp 3,9 juta (8GB + 128GB) dan Rp 3,5 juta (6GB + 64GB). Galaxy M31 dibandrol dengan harga Rp3,7 juta.

SpesifikasiRealme 7Xiaomi Redmi Note 9 ProSamsung M31
Layar6,5 inci; resolusi FHD +: 2400 x 1080. Kecepatan refresh 90 Hz6,67 inci (1080 x 2400) Full HD +6,4 inci (1080 x 2340 piksel)
Super AMOLED
Tampilan Infinity-U
KameraDepan:
16 MP

Kembali:
* Kamera Utama Definisi Tinggi 64MP
* Kamera 8MP Ultra Wide-Angle
* Kamera Makro 2MP
* Kamera Mono 2MP

Depan:
6 MP, F2.5

Kembali:
64 MP, f / 1.9, 26mm (lebar), PDAF
8 MP, f / 2.2, 119˚ (ultrawide),
5 MP, f / 2.4, (makro), 1 / 5.0 “, AF
2 MP, f / 2.4, (kedalaman)

Depan:
32MP, f / 2.2

Kembali:
64MP (kamera utama), f / 1.8
5MP (kamera kedalaman), f / 2.2
5MP (makro), f / 2.4
8MP (ultra lebar), f / 2.0

CipsetMediatek Helio G95 (12 nm)

CPU:
Okta-inti (2×2,05 GHz Cortex-A76 & 6×2,0 GHz Cortex-A55)

GPU:
Mali-G76 MC4

Qualcomm SM7125 Snapdragon 720G (8 nm)

CPU:
Octa-core (2×2,3 GHz Kryo 465 Emas & 6×1,8 GHz Kryo 465 Perak)

GPU:
Adreno 618

Exynos 9611
Octa Core (4x2n3 GHz Cortex-A73 & 4×1,7 GHz Cortex-A53)
Sistem operasiAndroid 10, Realme UIAndroid 10Samsung One UNI 2.0; Android 10
Penyimpanan8GB RAM + 128B Penyimpanan Internal, UFS 2.16GB RAM + 64GB Penyimpanan Internal
8GB RAM + 128GB Penyimpanan Internal
RAM 6GB ROM 128GB; microSD 512GB
SlotKartu Dual Nano SIM, Micro-SD KhususKartu Dual Nano SIM, Micro-SD KhususKartu Dual Nano SIM, Micro-SD Khusus
Baterai5000mAh, 30W Super Dart5.020 mAh, Pengisian Cepat 30W6.000 mAh; Pengisian cepat 15 watt
HargaRp3,9 juta$ 3,5 (6GB + 64GB)

Rp 3,9 juta (8GB + 128GB)

Rp3,7 juta

READ  Ribuan orang memberi penghormatan terakhir kepada George Floyd di gereja Houston

(jnp / DAL)

[Gambas:Video CNN]

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Teratas

Waspadai Covid-19 dan Infeksi Ganda Dengue

Published

on

Memuat…

Prof. Tjandra Yoga Aditama
Guru Besar FKUI Paru, Mantan Direktur WHO SEARO, dan Mantan Direktur Jenderal P2P & Kepala Balitbangkes

KITA sudah mulai memasuki musim hujan. Jika kita melihat data tahun lalu, di akhir tahun seperti ini kemungkinan kasus demam berdarah dan demam berdarah dengue (DBD) akan meningkat. Di sisi lain, kita masih menghadapi pandemi Covid-19 yang kasus dan kematiannya masih terus terjadi. Alangkah baiknya jika kita mengantisipasi kemungkinan demam berdarah di saat kita masih harus berkonsentrasi menangani Covid-19. Perlu dicatat bahwa saat ini terdapat lebih dari 50 juta kasus Covid-19 di dunia, dan di sisi lain, setiap tahun diperkirakan terdapat sekitar 105 juta kasus infeksi Dengue di dunia, beberapa tentunya di Asia Tenggara. , termasuk negara kita.

Infeksi Ganda
Sejak beberapa bulan lalu sudah ada beberapa karya ilmiah dari berbagai negara tentang kedua penyakit ini sekaligus. Laporan bulan pertama pandemi salah satunya berasal dari Singapura yang dimuat di jurnal ilmiah internasional Lancet pada Maret 2020. Kedua kasus yang mereka laporkan pada awalnya ditangani dengan hasil laboratorium serologis yang menunjukkan DBD positif dan gejala yang sesuai dengan penyakit DBD. Ternyata kemudian hasil laboratorium itu positif palsu (positif palsu) dan baru-baru ini kedua kasus tersebut menunjukkan hasil Covid-19 yang positif.

Contoh lainnya, pada Agustus 2020 ada laporan kasus yang terjangkit DBD dan Covid-19. Ini terjadi di Pulau Reunion di Samudera Hindia yang berpenduduk hanya 850.000 orang. Pasien datang dengan gejala demam berkepanjangan, kemerahan (eritema) pada kulit, nyeri di sekujur tubuh, nyeri di belakang mata, fotofobia (cahaya kurang), dan sakit kepala. Dia tinggal di daerah di mana ada penyakit demam berdarah, dan baru saja tiba dengan pesawat dari kota Strasbourg di mana kemudian diketahui ada penumpang lain yang terjangkit Covid-19 (+).

READ  Ribuan orang memberi penghormatan terakhir kepada George Floyd di gereja Houston

Keluhan pasien memang demam, gejala khas dari kedua penyakit tersebut. Kita tahu bahwa meskipun tidak terlalu sering, kelainan kulit (eritema dll.) Juga telah dilaporkan pada beberapa pasien Covid-19, setidaknya seperti yang dilaporkan di Italia, Prancis, dan Thailand, sedangkan kemerahan pada kulit juga merupakan ciri dari gejala demam berdarah. Artinya, dari segi gejala yang muncul bisa jadi hampir sama.

Selain masalah diagnosa penyakit, ada juga hal lain yang sedang dihadapi saat ini. Pertama, banyak pasien kini menahan diri untuk pergi ke puskesmas, klinik dan rumah sakit jika ada keluhan kesehatan karena takut tertular Covid-19. Hal tersebut dapat mengakibatkan keterlambatan diagnosis DBD dengan berbagai masalah. Ini tentu tidak bagus. Jika memang perlu kita tetap harus memeriksakan diri, tentunya dengan protokol kesehatan yang ketat.

Kedua, petugas kesehatan masyarakat yang dulunya menangani DBD sekarang juga dapat beralih tugas menangani Covid-19, sehingga pengendalian vektor (dalam hal ini terutama nyamuk) menjadi relatif terkendala. Hal ini dapat menyebabkan nyamuk demam berdarah terus menyebar dan permasalahan DBD akan semakin kita hadapi di masyarakat. Memang, ada juga laporan ilmiah yang mengatakan bahwa infeksi dengue dapat memberikan beberapa bentuk kekebalan terhadap Covid-19, tetapi data pendukungnya masih sangat terbatas dan perlu penelitian lebih lanjut.

Hal lain yang juga menarik adalah kebijakan kuncitara pada Covid-19, yang menutup tempat kerja dan melarang orang banyak sehingga lebih banyak orang berada di lingkungan mereka. Peneliti dari Singapura mengkaji kemungkinan dampak kebijakan ini terhadap kejadian DBD di Singapura, Malaysia, dan Thailand, yang hasilnya dilaporkan dalam jurnal ilmiah pada Oktober 2020. Hasilnya menunjukkan peningkatan kasus DBD yang mencolok di Thailand, tetapi tidak di Singapura dan Malaysia, meskipun data terus berlanjut. menunjukkan bahwa tampaknya ada penjemputan di Singapura juga. Tim peneliti ini berpendapat bahwa ada perbedaan kebijakan jarak sosial dan perbedaan pola struktur rumah dan tempat kerja di ketiga negara ini menghasilkan perbedaan hasil dari penguncian insiden demam berdarah di masyarakat.

READ  Badai tropis Cristobal menjadi badai Atlantik ketiga paling awal yang tercatat
Continue Reading

Berita Teratas

4 Fakta Iis Rosita Dewi, Bukan Hanya Istri Edhy Prabowo

Published

on

Jakarta

Angka Iis Rosita Dewi Menjadi sorotan setelah dirinya juga terkena penangkapan tangan (OTT) NCP. Iis Rosita Dewi bukan hanya istri Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo, tapi dia juga anggota DPR Periode RI 2019-2024.

Iis Rosita Dewi dan Edhy Prabowo ditangkap KPK saat berada di Bandara Soekarno-Hatta. KPK juga menangkap sejumlah orang dari KKP atas dugaan kasus ekspor benih lobster.

“Memang benar KPK sudah menangkap, terkait dengan ekspor benur,” kata Wakil Ketua KPK Nurul Ghufron, Rabu (25/11/2020).

Mereka ditangkap di Bandara Soekarno-Hatta. Usai ditangkap, rombongan dibawa dan sampai di gedung KPK. Penyidik ​​KPK Novel Baswedan terlihat masih berada di gedung KPK saat rombongan datang.

Iis juga ditangkap bersama KPK Edhy Prabowo di OTT pada Rabu (25/11) pagi setelah kembali dari Amerika Serikat. Sebanyak 17 orang ditangkap termasuk Edhy dan istrinya.

“Tadi pagi jam 01.23 WIB di Soetta. Ada beberapa dari KKP dan keluarganya,” ujarnya.

KPK juga menetapkan Edhy Prabowo dan 6 orang lainnya sebagai tersangka kasus suap benih lobster impor. Istri Edhy Prabowo, Iis Rosita, dibebaskan karena tidak termasuk dalam 6 orang lain yang ditetapkan sebagai tersangka.

Lebih lanjut, KPK mengaku belum menemukan keterlibatan Iis dalam kasus dugaan suap ekspor benih lobster. Berdasarkan paparan tersebut, KPK hanya menemukan keterlibatan tujuh orang yang ditetapkan sebagai tersangka.

“KPK hingga menggelar jumpa pers ini sebelumnya sudah melakukan judul perkara, Pimpinan dan Satgas, kemudian Deputi Penindakan. Dalam judul perkara disimpulkan bahwa sejauh ini baru 7 orang yang kami sebutkan sudah memenuhi syarat minimal. bukti dua barang bukti. cuma 7 orang, ”kata Wakil Ketua KPK Nawawi Pomolango dalam jumpa pers di kantornya, Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (26/11).

READ  Ribuan orang memberi penghormatan terakhir kepada George Floyd di gereja Houston

Berikut 4 fakta menarik tentang sosok Iis Rosita Dewi yang juga ditangkap dalam OTT terkait ekspor benih lobster. Lihat penjelasannya di halaman selanjutnya.

Continue Reading

Berita Teratas

Ingat, makanan dan minuman berikut ini harus dihindari oleh penderita diabetes, mulai dari pasta hingga yogurt, berikut alasannya!

Published

on

Intisari-Online.comDiabetes merupakan penyakit tidak menular yang jumlahnya meningkat secara global.

Di Indonesia sendiri, jumlah pengidapnya menempati urutan keenam dunia.

Meski tidak bisa disembuhkan diabetes bisa dikendalikan dengan mengubah gaya hidup menjadi lebih sehat.

Diabetes Tidak terkontrol dapat menyebabkan komplikasi serius seperti penyakit jantung, penyakit ginjal, kebutaan, dan komplikasi lainnya.

Baca juga: Awas Penderita Diabetes, 10 Buah Ini Enak Dikonsumsi Asalkan Tak Berlebihan, Dari Apel Hingga Plum

Makan makanan yang salah dapat meningkatkan gula darah dan kadar insulin

Hal ini dapat menyebabkan peningkatan peradangan dan meningkatkan risiko penyakit ini.

Karbohidrat, protein, dan lemak merupakan makronutrien (nutrisi dalam jumlah besar) yang memberikan energi bagi tubuh.

Karbohidrat diketahui memiliki pengaruh paling besar terhadap kadar gula darah selama ini.

Baca juga: Ingat, jangan pernah melewatkan sarapan karena bisa jadi penyebab diabetes melitus, kok? Berikut penjelasannya!

Video Unggulan


KONTEN YANG DIPROMOSIKAN

READ  Protes nasional bertepatan dengan reli Trump di Tulsa
Continue Reading

Trending