Connect with us

Teknologi

Indonesia dan Amerika Serikat sepakat untuk memperkuat ikatan dan program pendidikan

Published

on

(Foto: Departemen Luar Negeri / Budi Sudarmo)

MAGELANG, INDONESIA – Pada tanggal 13 September, pemerintah Republik Indonesia dan Amerika Serikat memperdalam komitmen mereka terhadap kemitraan pendidikan dengan memperbarui Perjanjian Fulbright. Pengaturan bilateral tersebut didasarkan pada Nota Kesepahaman Kerjasama Bidang Pendidikan yang ditandatangani oleh Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi RI Nadiam Maharim dan Menteri Luar Negeri AS Anthony Blinken pada Desember 2021.

Sekjen Kemendikbud RI Suharti dan Asisten Mendikbud AS Lee Satterfield menandatangani kesepakatan implementasi Program Fulbright di Indonesia di sela-sela Pertemuan Menteri Kebudayaan G20. Di Magelong, Indonesia. “Pada peringatan 70 tahun program Fulbright di Indonesia, saya senang melihat ikatan pendidikan dan budaya antara Amerika Serikat dan Indonesia terus tumbuh dan semakin dalam,” tanda tangan Asisten Sekretaris Satterfield.

Pengaturan ini memfasilitasi American Fulbright Scholars yang melakukan perjalanan ke Indonesia untuk kuliah di universitas-universitas Indonesia dan American Fulbright Student English Teaching Assistants (ETA) yang mengajar bahasa Inggris bersama guru bahasa Inggris Indonesia di sekolah menengah Indonesia di seluruh negeri. Program Fulbright lainnya terus mendukung masyarakat Indonesia, seperti beasiswa bagi fakultas untuk mengajar bahasa Indonesia di universitas-universitas Amerika, mahasiswa untuk mengejar gelar master dan doktoral di AS, dan Hubert Humphrey Fellowships pertengahan karir. , dan kepada para sarjana tamu pascadoktoral yang melakukan penelitian di berbagai bidang di universitas dan institusi terkemuka di Amerika.

Program Fulbright adalah program pertukaran akademik unggulan pemerintah AS dan beroperasi di 160 negara di seluruh dunia, 49 di antaranya dikelola oleh Komisi Fulbright. Program di Indonesia dimulai 70 tahun yang lalu pada tahun 1952 dan telah membantu 3.000 orang Indonesia dan 1.500 orang Amerika belajar, mengajar atau melakukan penelitian di negara lain. AMINEF, Yayasan Pertukaran AS-Indonesia, Komisi Fulbright di Indonesia, telah mengelola program di Indonesia selama 30 tahun terakhir. US Fulbrighters Mahasiswa AS atau penerima beasiswa US Scholar bekerja sama dengan Institut Nasional untuk Riset dan Inovasi (Baden Raisset dans Innovasi National, atau BRIN) dan rekan-rekan Indonesia untuk melaksanakan disertasi atau melaksanakan proyek penelitian independen atau kolaboratif.

READ  Mendorong Aksi Iklim | Bintang

Alumni Program Fulbright Indonesia memiliki sejarah kepulangan ke negara asalnya dan telah berkontribusi melalui karir mereka di berbagai bidang seperti studi akademik, seni, dan sains untuk menumbuhkan pengetahuan dan mempromosikan saling pengertian antara Indonesia dan Amerika Serikat. Alumni terkemuka antara lain Haji Agus Salim, Afandi, Harkristhi Harkrisnovo, Mokhtar Kuzuma-Atmaja, Syafi Ahmad Maarif, Juono Sudarsono, Melanie Budianta, Putu Vijaya, Prativi Sudarmono, Ayu Karthika Devi, Indonesia, Anis, Baswayam dan Anis, Baswayam. Liddle, Danilyn Rutherford, Celia Lowe, Robert Hefner, Anne Rasmussen, Don Emmerson, Barbara Harvey, James Castle, Anna Tsing, dan Direktur Eksekutif AMINEF saat ini Alan Feinstein, antara lain dari Amerika Serikat.

Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi https://id.usembassy.gov/education-culture/fulbright-program/ atau www.AMINEF.or.id.

Klik Di Sini Untuk lebih banyak gambar dan video.

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Teknologi

Kemendikbud menyelenggarakan Bulan Bahasa dan Sastra 2022 untuk menjaga persatuan

Published

on

Tempo.co, Jakarta – Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia merayakan Bulan Bahasa dan Sastra 2022 sepanjang Oktober 2022 dengan tema ‘Kebangkitan Bersama’ untuk menjaga persatuan dan kesatuan bangsa.

“Melalui tema tersebut, kami mengajak semua pihak untuk menjaga semangat komitmen pemuda dan bekerja sama untuk pulih dari pandemi (COVID-19),” kata E. Aminuddin Aziz, Kepala Badan Pembinaan Bahasa dan Pembinaan Bahasa Kementerian, Ahad. . .

Ia mengatakan, semangat gotong royong dan revitalisasi tersebut tercermin dalam berbagai kegiatan peringatan Bulan Bahasa dan Sastra, antara lain kegiatan apresiasi, diskusi, kompetisi, dan berbagi ilmu.

Bulan Bahasa dan Sastra 2022 juga bertujuan untuk menjaga rasa persatuan bangsa yang dicanangkan oleh pemuda Indonesia melalui Sumpah Pemuda yang diumumkan pada akhir Kongres Pemuda Kedua di Jakarta pada tanggal 28 Oktober 1928, lanjut ketua badan tersebut. .

“Selain itu, untuk meningkatkan partisipasi masyarakat dalam masalah bahasa dan sastra, serta mengembangkan dan memajukan bahasa dan sastra Indonesia,” katanya.

Sedangkan target kegiatan Bulan Bahasa dan Sastra 2022 adalah pengguna, pemirsa dan peminat bahasa dan sastra Indonesia.

Berbagai kegiatan yang akan digelar dalam rangka memperingati Bulan Bahasa dan Sastra 2022 antara lain Anugerah Sastra Kemendikbud, Ristek, Lomba Mendongeng Menggunakan Bahasa Isyarat, Lomba Bedah Buku, Lomba Video dan Kuis Bahasa.

Lomba pembacaan puisi virtual, pemilihan duta bahasa nasional dan Festival Sahabat Indonesia (Handai) – rangkaian lomba bagi orang asing yang mahir bahasa dan budaya Indonesia.

Selain itu, kementerian akan menyelenggarakan beberapa program kelompok drama sekolah dan proyek konservasi bahasa Connecting Indonesia.

“Bulan Bahasa dan Sastra diperingati di seluruh Indonesia di pusat-pusat bahasa dan perkantoran serta sekolah, universitas dan audiens bahasa dan sastra,” tambah Aziz.

READ  Linksys Merilis Router WiFi AC1200 Murah

Antara

Klik disini Dapatkan update berita terbaru dari Tempo di Google News

Continue Reading

Teknologi

Indonesia mencari investor untuk mendukung ibu kota barunya

Published

on

Indonesia telah berjuang untuk menarik investor asing sejak SoftBank Jepang menarik dukungannya pada bulan Maret.

“Banyak negara tertarik untuk berpartisipasi” dalam rencana pemerintah untuk memindahkan ibu kota dari Jakarta ke kota baru bernama Nusantara, termasuk China, Jepang dan Korea Selatan, seorang pejabat terkemuka proyek bersikeras.

“Kami berharap pada akhir tahun ini [will] “Kami tahu berapa banyak investor yang sangat serius,” kata Ketua Otoritas Ibu Kota Nusantara Bambang Susandono kepada Financial Times dalam sebuah wawancara.

Nusantara adalah proyek tanda tangan Presiden Joko Widodo, yang melihat ibu kota baru sebagai pusat warisannya setelah masa jabatan keduanya berakhir pada 2024. Jakarta duduk di rawa dan tenggelam dengan cepat. Bagian dari megacity dengan populasi 30 juta dapat sepenuhnya tenggelam pada tahun 2050.

Widodo, yang mengumumkan rencana tersebut pada 2019, telah dikritik karena buru-buru mengesahkan RUU yang mengamanatkan relokasi ibu kota, terutama setelah pendanaan untuk rencana tersebut gagal.

Raksasa teknologi Jepang SoftBank menarik diri dari proyek tersebut pada bulan Maret dan tidak ada investor besar lainnya yang diumumkan, meskipun Bank Pembangunan Asia membantu perencanaan dan penggalangan dana.

Kelompok-kelompok Korea Selatan dan Jepang tertarik untuk berbagi keahlian teknis untuk kota-kota hijau dan cerdas, katanya, seraya menambahkan bahwa “China tertarik pada banyak bidang, tetapi kami masih mendiskusikan … keterlibatan mereka.”

Setelah pertemuan Juli antara Widodo dan Presiden Xi Jinping, kementerian luar negeri China mengatakan Beijing akan mengambil “peran aktif” dalam membangun ibu kota baru.

Indonesia mengatakan dana publik hanya akan digunakan untuk 20 persen dari proyek, yang akan menampung 1,9 juta orang ketika selesai pada 2045.

READ  Harga Realme 7 Pro, spesifikasi, dan kemajuan teknologi SuperDart Charge dapat diaktifkan hanya dalam 3 menit

Tetapi para ahli skeptis bahwa pemerintah akan dapat menarik dukungan swasta sebanyak itu, membandingkan Nusantara dengan ibu kota yang dibangun dengan tujuan gagal seperti Naypyidaw di Myanmar.

“Pemerintah tidak mampu,” kata Jamie Davidson dari National University of Singapore, yang menulis buku tentang politik pemblokiran investasi infrastruktur di Indonesia.

Bahkan tingkat pertama tampaknya “sangat ambisius,” kata Deton Rukmana, seorang profesor perencanaan kota di Alabama A&M University. “Tidak semuanya bisa dihidupkan dalam dua tahun.”

Ada juga kekhawatiran tentang keterlibatan China, yang dapat menghalangi investor Barat. “Saya pikir China akan menjadi pilihan terakhir. Mereka menginginkan investor dari negara lain, tetapi pada akhirnya mereka harus pergi ke Beijing,” kata Zulfikar Amir dari Nanyang Technological University di Singapura.

Tahap pertama proyek seluas 921 hektar yang dianggarkan pemerintah senilai $3,3 miliar ini dijadwalkan selesai pada tahun 2024, dengan istana kepresidenan selesai tepat waktu untuk merayakan ulang tahun kemerdekaan negara itu.

Istana Wapres dan markas beberapa kementerian, TNI, Polri, dan BUMN juga akan selesai dibangun, kata Susantono.

“Kami ingin ekosistem yang lengkap,” katanya. “Tahun 2024 bisa datang, bisa lihat plaza, ada Starbucks disana, bisa restoran, mungkin bukan hanya Indonesia, tapi juga restoran internasional.”

Continue Reading

Teknologi

Analis mengatakan adopsi cloud tidak dapat dihindari baik di sektor publik maupun swasta – organisasi

Published

on

Deni Kifari (Jakarta Post)

Premium

Jakarta ●
Senin, 5 September 2022

Teknologi cloud telah ada selama beberapa waktu dan digunakan oleh perusahaan mapan dan instansi pemerintah besar di Indonesia, tetapi perusahaan publik yang lebih kecil dan usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) lambat untuk mengadopsinya.

Indeks Pembangunan e-Government PBB 2020 menempatkan Indonesia di peringkat ke-88 dalam tahap awal adopsi cloud.Th Dari 193 negara, dan Pusat Studi Strategis dan Internasional (CSIS) yang disurvei, hanya 30 persen dari 169 organisasi publik yang telah menggunakan komputasi awan.

“Manfaat yang ditawarkan komputasi awan termasuk efektivitas biaya, kecepatan, kelincahan, fleksibilitas dan skalabilitas,” kata peneliti CSIS Deni Friavan pada acara 23 Agustus untuk rilis survei.

Baca cerita lengkapnya

BERLANGGANAN SEKARANG

Mulai dari Rp 55.500/bulan

  • Akses tak terbatas ke konten web dan aplikasi kami
  • E-Post adalah surat kabar digital harian
  • Tidak ada iklan, tidak ada interupsi
  • Akses eksklusif ke acara dan program kami
  • Berlangganan buletin kami

Atau biarkan Google mengelola langganan Anda

READ  Peluncuran Oktober, harga iPhone SE 2020 di Indonesia telah diumumkan
Continue Reading

Trending