Connect with us

Ekonomi

Indofarma (INAF) menjual Remdesivir seharga Rp 1,3 juta per vial

Published

on

ILUSTRASI. Proses bongkar 50 kg bahan baku Oseltamivir dari India. Indofarma (INAF) mencarter pesawat Garuda untuk pengambilan bahan baku obat pengawet Covid.

Reporter: Arfyana Citra Rahayu | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. PT Indofarma Tbk (INAF) menambah portofolio produk obat Covid-19, yaitu Remdesivir dengan nama dagang Desrem ™. Remdesivir Inj 100 mg adalah produk antivirus yang diproduksi oleh Mylan Laboratories Ltd di bawah lisensi dari Gilead Sciences Inc, Foster City dan Amerika Serikat.

Direktur Keuangan Indofarma Herry Triyatno menjelaskan, Remdesivir diimpor dari Mylan, perusahaan AS yang memproduksinya di India.

“Remdesivir sudah kami pasarkan dengan nama dagang Desrem ™. Minggu ini tersedia 20.000 vial. Sedangkan untuk stok bulan ini sudah tersedia +/- 400.000 vial,” jelasnya kepada Kontan.co.id, Senin ( 5/10)).

Herry mengatakan, harga obat Desrem ™ Remdesivir Inj 100 mg lebih terjangkau yakni Rp 1,3 juta / vial.

Baca juga: Kimia Farma (KAEF) dan Indofarma (INAF) memproduksi dan memasok obat-obatan Covid-19

Sebagai informasi, dosis remdesivir yang dianjurkan adalah untuk pasien berusia di atas 12 tahun dan berat badan di atas 40 kilogram, yaitu pada hari pertama remdesivir 200 mg dosis tunggal diberikan melalui infus intravena.
Kemudian untuk hari kedua dan seterusnya 100 mg diberikan sekali sehari melalui infus intravena. Total durasi pengobatan harus minimal 5 hari dan tidak lebih dari 10 hari.

Direktur Utama Indofarma Arief Pramuhanto menjelaskan bahwa Desrem ™ Remdesivir Inj 100mg telah mendapat persetujuan Emergency Use Authorization (EUA) di Indonesia dan telah disetujui oleh BPOM melalui penerbitan Nomor Izin Pemasaran yang telah dikeluarkan pada 30 September 2020.

“Obat ini digunakan pada pasien rawat inap Covid-19 dalam kondisi sedang-berat,” terangnya.

READ  Telkom Masih Mencari Penyebab Gangguan IndiHome 13 Agustus

Sebagai informasi, Indofarma juga telah memproduksi Oseltamivir 75gr Caps dan sudah memiliki sertifikat Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN) 40,06% ini. Oseltamivir diproduksi sendiri oleh INAF dengan kapasitas produksi 4,9 juta kapsul per bulan.

Meski telah menambah portofolio obat Covid-19, Herry belum bisa merinci seberapa besar kontribusi penjualan obat Covid-19 terhadap pendapatan INAF hingga akhir tahun.

Baca juga: Kejar Pengadaan Alat Kesehatan Covid-19, Indofarma (INAF) Bangun Pabrik Rapid Test Equipment

Menurutnya, angka masih dinamis. Meski demikian, Herry mengatakan komposisi segmen farmasi akan lebih besar dibandingkan segmen lainnya.

Selain obat-obatan, Indofarma juga memproduksi alat-alat kesehatan seperti 3Play Medical Face Mask (Inamask), Hand Sanitizer (Clind), Rapid Test (Smart Diagnostic Covid19) hingga Mobile Diagnostic Real Time PCR, Isolation Transport Products to Virus Transport Media (VTM ). .

DONASI, Dapatkan Voucher Gratis!

Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terima kasih atas perhatiannya, terdapat voucher gratis senilai donasi yang dapat digunakan berbelanja TOKO SELAMAT.


Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ekonomi

Dari Serpong hingga AEON Mall BSD Akan Terhubung Hingga Tol Akhir 2021

Published

on

JAKARTA, KOMPAS.com – Sinarmas Land melalui target PT Trans Bumi Serbaraja, Jalan raya Serpong-Balaraja atau Serbaraja Seksi 1A The Green-AEON Mall (Serpong-Legok) dapat beroperasi pada kuartal keempat tahun 2021.

Direktur Utama PT Trans Bumi Serbaraja Christopher Siswanto Adisaputro mengatakan hal tersebut dalam siaran pers yang diterima Kompas.com, Senin (23/11/2020).

“Kami berharap pembangunannya bisa berjalan lancar jadi Jalan raya Serbaraja Seksi 1A yang menghubungkan kawasan The Green dengan AEON Mall BSD City bisa beroperasi pada kuartal keempat 202, ”tegas Christopher.

Christopher melanjutkan, The Gate Korban (GT) Multipurpose Section 1A akan berlokasi tepat di sebelah Aeon Mall.

GT ini akan dihubungkan ke Stasiun Cisauk berlokasi di area Intermoda BSD City.

Baca juga: Tol Serpong-Balaraja Mendukung Perkembangan Wilayah Jakarta Barat

Area tersebut merupakan area Transit Oriented Development ( RUBAH) menghubungkan beberapa layanan kendaraan umum, termasuk shuttle bus BSD Link dan Jalur Komuter melalui Stasiun Cisauk.

Tol Serbaraja direncanakan ada 8 orang Simpang Susun ( SS) yang dapat menjadi akses baru dari Serpong ke Balaraja yaitu SS CBD, SS Industri, SS Legok, SS Mekar Jaya, SS Pasir Barat, SS Jambe, SS Cileles, dan SS Tigaraksa.

Pembangunannya terdiri dari tiga seksi, yakni Seksi I (Serpong-Legok) sepanjang 9,8 kilometer 11,3 kilometer, Seksi II (Legok-Pasir Barat) sepanjang 11,5 kilometer, dan Seksi III (Pasir Barat-Balaraja) sejauh 17,8 kilometer. .

Kehadiran tol Hal ini diharapkan dapat memudahkan mobilisasi warga BSD City dan sekitarnya.

Keberadaan jalan tol ini dapat membantu pertumbuhan sejumlah kawasan perkotaan di Kota Tangerang Selatan, Kabupaten Tangerang di Provinsi Banten, serta Kabupaten Bogor di Provinsi Jawa barat.

Tol ini juga dapat meningkatkan konektivitas ke kawasan Jakarta, Merak dan Lampung karena terkoneksi dengan Balaraja sebagai akses Tol Tangerang-Merak.

READ  FinCen Files mengatakan dua bank milik negara terlibat dalam transaksi yang mencurigakan, kata Himbara

Continue Reading

Ekonomi

Investor asing lego saham tersebut saat IHSG menguat di sesi pertama Senin (23/11)

Published

on

ILUSTRASI. Investor memantau perdagangan saham melalui perangkatnya di Jakarta, Jumat (13/11/2020).

Reporter: Saya tahu Laoli | Editor: Saya tahu Laoli

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) naik 0,89% atau naik 49.514 poin ke level 5.621.170 pada sesi perdagangan pertama, Senin (23/11). Sepanjang perdagangan hingga istirahat makan siang, IHSG bergerak di zona hijau dan bertahan di level tertinggi.

Mengutip data RTI, semua sektor menjadi hijau. Sektor industri dasar memimpin dengan kenaikan 2,28%, sektor infrastruktur naik 1,79%, sektor pertambangan juga naik 1,48% dan sektor manufaktur naik 1,13%.

Total volume perdagangan di BEI mencapai 12 miliar saham dengan total nilai transaksi hingga istirahat makan siang mencapai Rp 6,15 triliun. Sebanyak 287 saham naik, 143 saham dibilas dan 178 saham tidak berubah.

Baca juga: IHSG Menguat 0.89% di Sesi Pertama, Saham Ini Diburu Asing, Senin (23/11)

Asing melakukan beli bersih di semua pasar senilai Rp 229 miliar. Sementara itu, asing juga mencatatkan beli bersih di pasar reguler sebesar Rp 199,7 miliar. Namun, asing memanfaatkan kenaikan IHSG dengan melepas sejumlah saham tersebut.

Asing menjual saham PT Astra International Tbk (ASII) Rp33,6 miliar. Meski sempat terjual, saham ASII naik tipis 0,44% menjadi Rp 5.750 per saham. Total volume perdagangan sahsm ASII mencapai 15 juta dengan nilai transaksi Rp. 87,4 miliar.

Asing juga menjual saham PT Adaro Energy Tbk (ADRO) Rp 29,3 miliar. Saham ADRO juga naik 2,47% menjadi Rp 1.245 per saham meski dilepas asing. Volume perdagangan saham ADRO mencapai 94 juta dengan nilai transaksi Rp 117,4 miliar.

Baca juga: Masih menguat, rupiah menguat hingga Rp 14.148 per dolar AS sore ini (23/11).

READ  FinCen Files mengatakan dua bank milik negara terlibat dalam transaksi yang mencurigakan, kata Himbara

Asing juga menjual saham PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) Rp 22,4 miliar. Meski dilepas asing, saham BBNI juga naik 1,32% menjadi Rp 5.750 per saham. Total volume perdagangan saham BBNI mencapai 24,2 juta dengan nilai transaksi Rp 138,4 miliar.

Berikut 10 saham asing yang paling banyak diperdagangkan pada perdagangan Senin sore:

DONASI, Dapatkan Voucher Gratis!

Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terima kasih atas perhatiannya, terdapat voucher gratis senilai donasi yang dapat digunakan berbelanja TOKO SELAMAT.



Continue Reading

Ekonomi

Beli emas dan bersiap untuk jatuhnya pasar saham

Published

on

Reporter: Barratut Taqiyyah Rafie | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

KONTAN.CO.ID – NEW YORK. Dalam pengungkapan kinerjanya pada Q2 2020 Agustus lalu, Berkshire Hathaway dari Warren Buffett mengungkapkan bahwa Oracle dari Omaha membuat beberapa keputusan besar dengan portofolio investasinya.

Artikel dikutip dari The Motley Fool sorotan lebih lanjut tentang investasi Buffett di Kanada terungkap dalam pengungkapan tersebut.

Diketahui bahwa Warren Buffett membeli tambahan lima juta saham Suncor Energy untuk meningkatkan posisinya di raksasa sektor energi Kanada. Pengungkapan tersebut juga mengungkapkan bahwa Warren Buffett menjual seluruh sahamnya di Restaurant Brands International. Terakhir, Oracle of Omaha membuat langkah mengejutkan dengan berinvestasi besar-besaran di Barrick Gold.

Buffett membeli emas

Sementara ketiga langkah tersebut mengejutkan investor, keputusan Warren Buffett untuk bertaruh pada emas adalah yang paling membingungkan bagi investor yang telah mengikuti karir investasinya dengan cermat. Bagi mereka yang tahu, Warren Buffett telah menikmati banyak kesuksesan sepanjang karirnya selama beberapa dekade tanpa pernah berinvestasi di logam kuning. Ini adalah momen langka untuk terjadi.

Baca juga: 5 rahasia Warren Buffett bisa hidup bahagia, sama sekali bukan harta karun!

The Motley Fool kata, Warren Buffett memiliki kesan negatif terhadap emas. Warren Buffett menilai, emas tidak memiliki nilai riil selain industri perhiasan. Sampai Warren Buffett akhirnya membeli saham Barrick, dia tidak pernah berinvestasi di pertambangan emas atau perusahaan emas.

Di sisi lain, emas sangat dianggap sebagai aset safe-haven di seluruh dunia. Tampaknya investor legendaris itu mulai menumpahkan kesan negatifnya terhadap emas, karena itulah keputusan paling praktis yang harus diambil. Warren Buffett mungkin memprediksi kehancuran pasar besar-besaran. Jadi, bertaruh pada emas sangat ideal untuk memanfaatkan situasi sebaik-baiknya.

READ  IHSG hari ini (13/11) mulai tertekan, Anda harus memperhatikan beberapa saham berikut ini

Baca juga: 3 Cara belajar secara efektif dan cepat dari Elon Musk, dapat digunakan untuk mempelajari banyak hal

Sejauh ini, investasi Warren Buffett di emas tampaknya membuahkan hasil untuk Oracle Omaha. Harga emas melonjak akibat gejolak di pasar saham. Valuasi saham penambang emas mencapai ketinggian yang lebih tinggi, dan Barrick Gold mengungguli harga emas dan saham pertambangan emas lainnya.




Continue Reading

Trending