Connect with us

Olahraga

Hasil Inter Milan vs Getafe, Nerazzurri melaju ke babak perempat final Europa League

Published

on

KOMPAS.com – Inter Milan pastikan untuk lolos ke perempat final Liga Eropa 2019-2020.

Mereka mengemudi setelah dipukul Getafe 2-0 pada babak 16 besar di Stadion Veltins Arena, Jerman, Rabu (5/8/2020) malam waktu setempat atau Kamis (6/8/2020) dini hari WIB.

Dua gol kemenangan Inter Milan dicetak oleh Romelu Lukaku (33 ‘) dan Christian Eriksen (83’).

Di babak selanjutnya, Inter Milan akan berhadapan dengan pemenang laga Bayer Leverkusen vs Rangers.

Review pertandingan Inter Milan vs Getafe

Selama babak pertama, Inter Milan dan Getafe membeli dan menjual serangan.

Tidak ada pertanyaan yang lebih baik penguasaan bola. Kedua tim berbagi 50 hingga 50 persen.

Baca juga: Beruntung Man United kalah saat Alexis Sanchez bertandang ke Inter Milan

Namun, soal agresivitas dan efektivitas, Inter Milan lebih unggul.

Mereka melepaskan total empat tembakan dan semuanya mengarah ke gawang.

Salah satunya menghasilkan gol yang dicetak oleh Romelu Lukaku.

Striker Belgia tersebut mencatatkan namanya di papan skor pada menit ke-33 setelah memanfaatkan kutukan Alessandro Bastoni.

Sedangkan Getafe hanya mampu melepas dua tembakan tepat sasaran dari empat kesempatan.

Gol Lukaku baru bisa dibalas Getafe hingga turun minum. Paruh pertama Inter Milan vs Getafe berakhir dengan skor 1-0.

Memasuki babak kedua, Inter Milan langsung mengambil inisiatif menyerang.

Baca juga: Pesan Lautaro Martinez Usai Liga Italia Berakhir, Isyarat Bertahan di Inter Milan?

Dua peluang terbuka langsung dihasilkan oleh Inter Milan di lima menit pertama babak kedua.

Danilo D’Ambrosio melepaskan tembakan overhead, tetapi dapat dihalau oleh kiper Getafe, David Soria.

Diego Godin yang memanfaatkan bola muntah, gagal menghasilkan buah setelah sepakannya diblok pemain Getafe.

READ  Menang Lagi, The Toffees Naik Ke Puncak Klasemen

Getafe bukannya tanpa tandingan. Mereka kadang-kadang melakukan serangan balik cepat yang berbahaya.

Peluang emas mereka dapatkan di menit ke-66 melalui tandukan Jaime Mata.

Namun, peluang gagal menghasilkan gol setelah bola berhasil ditepis kiper Inter Milan, Samir Handanovic.

Baca juga: Satu hal yang akan membuat Antonio Conte menolak Lionel Messi di Inter Milan

Getafe melewatkan peluang berharga di menit ke-76. Mereka mendapat hadiah penalti, tapi Jorge Molina gagal mengeksekusinya.

Sebelumnya, wasit menunjuk titik putih dengan bantuan VAR usai Diego Godin menahan bola di kotak terlarang.

Tiga menit kemudian, Lukaku nayaris menambah keunggulan Inter Milan, jika sepakannya di depan mulut gawang Getafe masih belum meleset.

Pada menit ke-83, kesalahan kegagalan Lukaku “terbayar” oleh Christian Eriksen yang baru menginjak lapangan semenit.

Playmaker Denmark itu mencetak gol kedua Inter Milan dengan kaki kirinya setelah menerima bola “bebas” dari bek Getafe.

Gol Eriksen menjadi yang terakhir dalam pertandingan ini. Inter pun menang 2-0 atas Getafe dan berhak melaju ke babak perempat final.

Baca juga: Inter Milan Siap Menendang Conte, Allegri dan Pochettino di Radar

Susunan pemain Inter Milan vs Getafe:

Inter Milan (3-5-2): 1-Samir Handanovic; 2-Diego Godin, 6-Stefan de Vrij, 95-Alessandro Bastoni; 33-Danilo D’Ambrosio (34-Cristiano Biraghi 84 ‘), 5-Roberto Gagliardini, 77-Marcelo Brozovic (24-Christian Eriksen 82’), 23-Nicolo Barella, 15-Ashley Young; 10-Lautaro Martinez (7-Alexis Sanchez 70 ‘), 9-Romelu Lukaku

Usul: 7-Alexis Sanchez, 11-Victor Moses, 12-Stefano Sensi, 13-Andrea Ranicchia, 20-Borja Valero, 24-Christian Eriksen, 27-Daniele PAdelli, 30-Sebastiano Esposito, 32-Lucien Agoume 34-Cristiano Biraghi, 37 -Milan Skriniar, 87-Antonio Candreva

Pelatih: Antonio Conte

Getafe (4-2-3-1): 13-David Soria; 22-Damian Suarez, 2-Djene Dakonam, 16-Xabi Etxeita, 17-Mathias Olivera (8-Francisco Portillo Soler 88 ‘); 20-Nemanja Maksimovic (9-Angel Luis 56 ‘), 24-David Timor; 12-Allan Nyom (23-Jason 69 ‘), 18-Mauro Arambarri (26-Hugo Duro 89’), 15-Marc Cucurella; 7-Jaime Mata (19-Jorge Molina Vidal 69 ‘)

READ  Aubameyang Masih Tabel Di Depan The Reds

Usul: 1-Leandro Chizhizola, 4-Erick Cabaco, 6-Chema, 8-Francisco Portillo Soler, 9-Angel Luis, 11-Amath Ndiaye Diedhiou, 19-Jorge Molina Vidal, 21-Faycal Fajr, 23-Jason, 26-Hugo Duro , 30-Jean Paul

Pelatih: Jose Bordalas

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Olahraga

Dybala marah karena dia tidak bermain melawan Crotone

Published

on

Turin

Pelatih Juventus Andrea Pirlo mengungkapkan, Paulo Dybala marah karena tidak dimainkan melawan Crotone. Namun, Dybala bisa bermain di tengah pekan ini.

Permata benar-benar belum pernah dimainkan Juventus sepanjang musim 2020/2021. Terakhir kali Dybala bermain adalah 13 menit saat Juventus tersingkir oleh Lyon di babak 16 besar Liga Champions musim lalu meski menang 2-1 di leg kedua.

Dybala memang masuk dalam starting XI Bianconeri untuk melawan Napoli. Namun, pertandingan gagal terwujud setelah Napoli gagal tampil akibat larangan terkait virus corona.

Nah, di akhir pekan lalu Dybala hanya duduk di bangku cadangan Juventus saat disandingkan dengan Crotone 1-1. Sebelumnya, ia harus absen dua pertandingan internasional karena gangguan pencernaan, sehingga kurang fit untuk tampil di pertandingan tersebut. Namun, Pirlo berniat memainkan Dybala sebentar tetapi kartu merah Federico Chiesa mengubah rencananya.

Usai pertandingan, penyerang asal Argentina itu terlihat berdebat dengan direktur klub Fabio Paratici di lorong pemain. Pirlo mengakui, Dybala pada waktu itu memang kesal tapi dia membiarkan bermain saat Juventus menghadapi Dinamo Kiev di Hari pertandingan 1 Liga Champions malam ini (20/10/2020).

“Saya berbicara dengan dia [Dybala] kemarin seperti yang saya lakukan pada pemain lain. “Dia sedikit marah karena tidak bermain melawan Crotone tetapi kami harus ingat bahwa dia tidak bermain selama tiga bulan,” kata Pirlo seperti dikutip. BeIN Sports.

“Dia menghabiskan 10 hari di kamarnya di Argentina minum obat karena dia tidak bisa berlatih. Saya membawanya ke Crotone agar dia bisa tampil selama beberapa menit, tapi sayang kami harus bermain dengan 10 orang dan saya tidak bisa menambahkan. dia.”

READ  Menang Lagi, The Toffees Naik Ke Puncak Klasemen

“Dia sekarang dapat diturunkan dan kita akan lihat apa yang harus dilakukan,” katanya Andrea Pirlo tentang Dybala.

(rin / mentah)


Continue Reading

Olahraga

Robert Alberts memang menerima tawaran selangit, bukan dari Persib

Published

on

Bandung

Pelatih Persib Bandung Robert Rene Alberts meluncurkan tawaran terbesar dalam karir kepelatihannya. Bukan dari Maung Bandung.

Tawaran itu datang selama karir Robert di Singapura sekitar 1996-1999. Sebelumnya, prestasi meneer Belanda cukup impresif bersama Kedah FA, ia merebut gelar Piala Malaysia, kemudian melatih Tanjong Pagar dan Home United. Ia juga memenangkan gelar Liga Singapura bersama Home United pada 1999.

“Dan penawaran terbesar yang pernah saya terima adalah dari Torino saat saya di Singapura, jadi saat itu ada beberapa penawaran dari Eropa,” kata Robert, Senin (19/10/2020).

“Saat ini tidak ada (tawaran dari Eropa). Saya sudah menunggu terlalu lama. Di awal karir saya sebagai pelatih, saya mendapat beberapa tawaran bagus dari tim-tim Eropa,” ujarnya.

Sebelumnya, tawaran dari Eropa sempat menghampirinya dari Kalmar (Swedia), Hamarkameratene (Norwegia), Selandia Baru, dan Prancis.

Namun tawaran tersebut tidak ia terima, karena ia lebih memilih melatih timnas Korea Selatan U-19 dan Malaysia.

Baru pada 2009, Robert pindah ke Indonesia dan menjadi ahli taktik untuk Arema Malang. Bersama Singo Edan, kariernya semakin sukses dengan menjadi pelatih asing pertama yang mengantarkan gelar ISL 2019/2010.

Sepuasnya tinggal di Indonesia, mantan Vancouver Whitecaps ini kemudian meniti karir bersama PSM Makassar. Ia sempat kembali ke Sarawak FA di Malaysia selama empat musim, kemudian kembali ke PSM hingga musim 2019.

“Tapi beberapa tahun belakangan ini tidak ada tawaran dari Eropa, karena tidak ada yang mengenal saya, itu wajar. Karena saya memilih tinggal di sini cukup lama,” ujarnya.

Menonton video “Kisah anak kembar di Sukabumi yang dipukul oleh negara berjudul ‘Cicing Sia!’
[Gambas:Video 20detik]
(yum / cas)

READ  Cavani seperti MU yang menjilat ludahnya sendiri


Continue Reading

Olahraga

Setelah Gareth Bale masuk, Tottenham malah kebobolan tiga gol

Published

on

London

Bertarung melawan West Ham United seharusnya menjadi debut yang indah Gareth Bale. Sayangnya, saat Bale masuk, Lilywhites kehilangan margin tiga gol. Duh!

Bale menjadi pemain pengganti saat ini Tottenham Hotspur bertemu West Ham di Stadion Tottenham Hotspur, Minggu (18/10/2020) malam WIB. Setidaknya debut ini akan berjalan mulus bagi Bale.

Pasalnya, saat Bale masuk menggantikan Steven Bergwijn pada menit ke-72, Tottenham kembali unggul 3-0 dan sepertinya akan memenangkan pertandingan dengan mudah. Bale diharapkan bisa membuat gol di pertandingan ini.

Bale setidaknya mendapat peluang saat melepaskan tembakan kuat beberapa saat setelah masuk, namun bola tepat di pelukan Lukasz Fabianski. Sayangnya, bencana datang menimpa Tottenham di 10 menit terakhir pertandingan.

Berawal dari gol Fabian Balbuena di menit ke-82, gawang Tottenham kembali runtuh setelah Davinson Sanchez memasukkan bola ke gawangnya sendiri tiga menit kemudian. Penderitaan Tottenham semakin lengkap ketika Manuel Lanzini berhasil menyamakan kedudukan di detik-detik akhir pertandingan.

Skor akhirnya adalah 3-3 dan Tottenham jelas pantas dikecewakan karena membuang keunggulan tiga gol mereka. Terlebih, hal tersebut terjadi pada debut Bale setelah kembali memperkuat klub lamanya.

Bale sendiri tak bisa berbuat banyak sepanjang 18 menit di lapangan, karena ia hanya melakukan 11 sentuhan dan persentase operan yang berhasil mencapai 50 persen.

Kehadiran Bale yang membuat Tottenham kehilangan margin tiga gol membuat riuh netizen di media sosial. Banyak yang berpendapat bahwa Bale membawa kesialan.

Belum lagi ada suporter Tottenham yang sempat mengejek pergantian West Ham saat mendatangkan Lanzini, sedangkan tuan rumah memainkan Bale. Selain itu, ada juga meme tentang Mourinho yang menunggu di parkiran Stadion Real Madrid, tanda protes atas performa buruk Gareth Bale.

READ  Menang Lagi, The Toffees Naik Ke Puncak Klasemen

Reaksi netizen lain di dunia maya memposting foto pelatih Real Madrid Zinedine Zidane yang tersenyum melihat pemandangan itu. Gareth Bale masuk, tapi Tottenham gagal menang.

(mrp / krs)


Continue Reading

Trending