Connect with us

Berita Teratas

Gading Marten mengungkapkan alasan tidak pernah membeberkan penyebab perceraian dengan Gisel. Halaman semua

Published

on

JAKARTA, KOMPAS.com – Aktor Gading Marten menegaskan bahwa dia mendapat banyak nasihat setelah perceraiannya Gisella Anastasia.

Padahal, setahun setelah bercerai, Gading Martem mengaku kerap mendapat nasehat soal urusan rumah tangga.

Ivory memahami bahwa itu adalah bentuk kepedulian dari masyarakat. Hanya saja mungkin nasehatnya tidak semuanya sesuai.

Terima kasih untuk teman-teman semuanya. Hanya saja mereka tidak terlalu tahu apa masalahnya, ”kata Gading Marten, dikutip dari channel YouTube Merry Riana, Selasa (22/9/2020).

Baca juga: Perceraian Ikhlas, Gading Marten: Saya Ingin Gisel Bahagia

Pria berusia 38 tahun itu kemudian menjelaskan kenapa dia tidak pernah mengungkapkan alasan perceraiannya Gisel.

“Aku bukan tipe yang suka berbagi kesedihan. Aku tahu itu selalu bahagia,” kata Gading Marten.

“Kalau kabar baik disebarkan bisa menular, orang juga ikut senang. Tapi kalau ada kabar yang tidak baik, sedih, buruk, orang bisa bersedih, bisa marah, ada yang (yang senang melihat kita sedih. )., “kata Gading Marten.

Kini, Gading dan Gisel hanya mengutamakan kepentingan anak tunggal mereka, Gempita Nora Marten atau akrab disapa Gempi.

Baca juga: Gading Bicarakan 7 Hal di Balik Perceraiannya dengan Gisel

“Jadi masalah rumah tangga itu benar, kita lakukan saja. Tapi ke depan, makanya kita putuskan kita baik-baik saja. Yang penting sekarang sekarang Gempi, Gempi, Gempi,” ujar Gading Marten.

Meski sudah setahun tak bersuami lagi, masih banyak netizen yang berharap Gading dan Gisel bisa rujuk.

Apalagi, Gading Marten dan Gisel kerap terlihat serasi saat merawat Gempi.

Baca juga: Pengakuan Gisel tentang masa depan bersama Wijin dan kemungkinan kembali bersama Gading Marten

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Teratas

Deteksi Dini HIV / AIDS Pemerintah Kota Tangerang di Tengah Pandemi COVID-19

Published

on

Meski penanganan pandemi COVID-19 menjadi prioritas utama, Pemerintah Kota Tangerang tetap mengambil langkah pencegahan penyebaran penyakit menular lainnya, seperti melakukan deteksi dini HIV / AIDS di 73 puskesmas di Kota Tangerang. (Foto: tangerangkota.go.id)

Tangerang – Meski penanganan pandemi COVID-19 menjadi prioritas utama, Pemerintah Kota atau Pemerintah Kota Tangerang tetap melakukan langkah-langkah pencegahan penyebaran penyakit menular lainnya seperti HIV / AIDS.

Dikutip BantenHits.com Dari laman tangerangkota.go.id, dalam rangka memperingati Hari AIDS Sedunia, Pemerintah Kota Tangerang melalui Dinas Kota Tangerang menggelar Deteksi Dini Penyakit HIV yang dilakukan serentak di 73 puskesmas di 13 kecamatan, Selasa, 1 Desember 2018. , 2020.

Kepala Dinas Kesehatan dr. Liza Puspadewi yang ditemui saat pantauan langsung pendeteksian di Puskesmas Karawaci Baru mengatakan, kegiatan ini melibatkan komunitas ODHA di Kota Tangerang, serta ibu hamil yang ingin melaksanakannya. deteksi sedini mungkin.

“Kegiatan ini dilakukan untuk mendeteksi ODHA sedini mungkin agar bisa segera ditangani dan angka kematiannya menurun,” ujarnya di Puskesmas Karawaci Baru, Selasa, 1 Desember 2020.

Salah satu ODHA, Bejo, mengatakan seharusnya tidak ada lagi stigma buruk tentang penderita AIDS. Namun, dukungan itulah yang menjadi peningkatan moral bagi ODHA. Menurutnya, selama ini Pemerintah Kota Tangerang sangat baik dalam mendampingi ODHA.

“Kami sangat sedih dan sangat sedih jika masih ada orang yang mengecualikan kami. Kami hanya butuh dukungan untuk bisa terus berkarya dan berkarya, “pungkasnya.

Selain itu, meski tidak ada ODHA di wilayah Gembor, Kabupaten Periuk, Dinas Kesehatan melalui Puskesmas setempat juga terus melakukan deteksi dini di Puskesmas Gembor dengan melibatkan 20 ibu hamil.

“Meski tidak ada ODHA, kami terus berupaya melakukan deteksi dini agar tidak muncul kasus yang berulang. Utamanya kami mendeteksi orang-orang yang berpotensi seperti ibu hamil dan penderita tuberkulosis,” kata Ketua Gembor. Puskesmas, Andi Hidayat.

READ  Jarang Dilakukan, Ini 7 Cara Efektif Menurunkan Tekanan Darah Tinggi, Perlu Dicoba Penderita Hipertensi

Dinas Kesehatan Kota Tangerang juga menargetkan dalam 10 tahun ke depan tidak ada lagi kasus penularan HIV AIDS dari ibu ke anak, melalui program deteksi dini HIV AIDS yang dilakukan pada ibu hamil. (Advertorial)

Continue Reading

Berita Teratas

Qualcomm Akan Bekerja pada Game Smartphone?

Published

on

Qualcomm Snapdragon 888. Foto: Gizchina

jpnn.com, JAKARTA – Qualcomm baru-baru ini membantah laporan bahwa perusahaan sedang mengembangkan lini smartphone gamingnya sendiri.

Hal tersebut diungkapkan langsung oleh Qualcomm di sela-sela perkenalan prosesor Snapdragon 888 terbaru di ajang tahunan Snapdragon Tech Summit 2020.

Presiden Qualcomm China Frank Meng menjelaskan, mereka memang membuat banyak prototipe smartphone untuk mendemonstrasikan teknologi perusahaan kepada mitranya, bukan untuk pengguna umum.

“Kami akan terus melakukannya ke depan, tapi prototipe smartphone tidak akan dijual secara komersial,” kata Frank Meng, seperti dikutip Gizchina, Kamis (3/12).

Frank menambahkan, prototipe smartphone tidak dirancang untuk pasar konsumen.

Selain itu, Frank juga menjelaskan bahwa belum ada rencana untuk mengubah model bisnis Qualcomm saat ini.

Qualcomm memang sempat dikabarkan akan membuat ponsel gaming. Untuk pengembangan ponsel Gamin, Qualcomm akan menggandeng perusahaan asal Amerika Serikat, Asus.

Namun sayangnya belum ada konfirmasi dari Qualcomm dan Asus terkait laporan tersebut. (ddy / jpnn)

Yuk, tonton juga video ini!

READ  Vaksin Covid-19 RI Penting untuk Hadapi Mutasi Virus Corona
Continue Reading

Berita Teratas

Semua pihak harus bekerja sama untuk menghindari terciptanya kasus baru HIV / AIDS

Published

on

Balitribune.co.id | Denpasar – – Ibu Putri Suastini Koster mengajak seluruh pemangku kepentingan baik masyarakat maupun pemangku kepentingan, organisasi kemasyarakatan, pemerintah dan lainnya untuk bersinergi mewujudkan Indonesia khususnya Bali yang tidak (nol) kasus HIV baru. / Memiliki AIDS.

Harapan tersebut tersampaikan satu arah saat menjadi keynote speaker pada talk show Mabes Pramuka Bali, Selasa (12/1) lalu, secara virtual melalui aplikasi zoom Kantor Gubernur Bali, Jayasabha Denpasar.

Selain itu, ia yang juga menjabat sebagai Ketua Dewan Kehormatan Kwarda Bali mengatakan bahwa seluruh masyarakat yang saat ini terkena pandemi Covid-19 menghadapi ancaman virus lain seperti HIV-AIDS dan penyalahgunaan zat yang akan menjadi generasi emas. dari masa depan. hancurkan bangsa, jangan lupa.

Untuk itu berbagai upaya sosialisasi, edukasi kepada masyarakat tentang virus HIV / AIDS dan bahaya narkoba harus terus dilakukan secara masif dan berkesinambungan. “Kita bersama dan tidak pernah berhenti dan bosan selalu bersosialisasi, mendidik, mengenang, mengingatkan masyarakat tentang HIV-AIDS dan bahaya penyalahgunaan zat. Bersama-sama kita akan menciptakan nihil (nol) kasus baru HIV-AIDS di Bali,” ujarnya. .

Dalam talkshow, “Jauhi HIV / AIDS – Dekat dengan Orang dengan HIV,” pendamping nomor satu di Bali itu mengajak masyarakat untuk mengubah stigma negatif ODHA (ODHA). Stigma dan diskriminasi negatif yang dihadapi ODHA dapat membuat mereka tidak mengetahui bahwa dirinya adalah HIV positif. “Jangan sampai ODHA yang sakit jasmani sakit jiwa karena dianiaya di masyarakat. Kami membangun keterbukaan untuk melihat apakah mereka tertular virus. Seharusnya tidak ada diskriminasi dan tidak ada hal negatif. Stigma terhadap ODHA lebih banyak,” ujarnya berharap.

Di akhir masa kepemimpinannya, perempuan multi talenta ini mengajak seluruh komponen untuk meningkatkan sosialisasi dan edukasi terkait upaya pencegahan penyebaran HIV-AIDS di masyarakat dengan mengadvokasi gerakan hidup sehat seperti: B. loyalitas kepada pasangan dan penolakan obat yang dapat menularkan HIV-AIDS melalui suntikan.

Selain itu, semua pihak harus terus mendorong para penderita HIV-AIDS untuk menjalani pemeriksaan kesehatan dan penggunaan narkoba secara rutin. “Saya tegaskan lagi, jauhi faktor risikonya, bukan penderitanya. Jauhi virus dengan menerapkan pola hidup sehat dan menghindari seks bebas,” kata Ibu Putri Koster.

Talkshow sore itu juga menghadirkan sejumlah pembicara lainnya diantaranya AKBP I Ketut Suandika SH MH selaku ketua P2M BNNP Bali, Dr. I Made Oka Negara SKed MBiomed selaku Ketua Forum Peduli AIDS Bali dan Ni Wayan Ika Ayu Rayni yang bekerja sebagai konsultan.

READ  Samsung memulai produksi Galaxy S21, apakah akan dirilis pada Januari 2021?

Continue Reading

Trending