Connect with us

Olahraga

Dipecat oleh Man United, Solskjaer ditendang dua kali oleh klub Liga Premier: Okezone bola

Published

on

MANCHESTER – Ole Gunnar Solskjaer dengan cepat mengabarkan bahwa manajemen akan dipecat Manchester United dalam waktu dekat. Menurut laporan Surat harianManajemen Man United telah mengontak ahli taktik asal Argentina, Mauricio Pochettino, untuk menggantikan Solskjaer.

Jika benar Man United dipecat, ini akan menjadi kali kedua Solskjaer ditendang oleh klub Liga Inggris. Kontestan Liga Inggris pertama yang memecat Solskjaer adalah Cardiff City. Solskjaer memasuki Kota Cardiff pada 2 Januari 2014.

(Solskjaer tentang pengenalan sebagai pelatih Cardiff City pada 2 Januari 2014)

Saat itu, Cardiff hanya mengoleksi 18 poin dari 20 pertandingan Liga Inggris pada 2013-2014, sehingga Kenwyne Jones dan kawan-kawan tenggelam di dasar klasemen. Harapannya jelas dengan mendatangkan Solskjaer, performa Cardiff City bisa terangkat.

Manajemen Cardiff City menaruh harapan besar pada Solskjaer. Pasalnya, pelatih berusia 47 tahun itu memiliki pengalaman membawa Molde menjadi juara Liga Norwegia 2011 dan 2012. Namun, harapan manajemen Cardiff City masih jauh dari harapan.

Solskjaer hanya membawa Cardiff City menjadi 12 poin dari sisa 18 pertandingan Liga Inggris 2013-2014. Alhasil, Cardiff City pun terdegradasi dengan status juru kunci klasemen. Meski terdegradasi, manajemen Cardiff City tetap baik hati.

BACA JUGA: 3 Pemain Bintang Amerika Selatan Gagal Taklukkan Nomor 7 Man United, Bagaimana dengan Cavani?

Mereka memberi Solskjaer kesempatan melatih Cardiff City di Divisi Champions 2014-2015. Namun, dalam tujuh laga pertama Liga Champions 2014-2015, Solskjaer hanya membawa Cardiff meraih delapan poin!

Alhasil, pada 18 September 2014, Solskjaer resmi dipecat oleh Cardiff. Artinya, kiprahnya bersama Cardiff City tidak bertahan setahun, atau hanya sekitar delapan bulan. Berapa rekor Solskjaer bersama Man United?

READ  Tidak digunakan di Liga Premier, Terbuang di Liga Europa

Ole Gunnar Solskjaer

Pelatih asal Norwegia itu hanya membawa Man United meraih 52 kemenangan, 20 kemenangan, dan 23 kekalahan. Secara persentase, jumlah kemenangan skuat Man United di bawah arahan Solskjaer hanya mencapai 54,74 persen.

Hampir dua tahun bersama Man United, tak ada satu pun trofi yang diberikan Solskjaer kepada publik Old Trafford. Absennya merebut satu trofi dalam dua musim berhadapan dengan klub sebesar Man United, membuat masa depan Solskjaer dipertanyakan.

Pochettino yang berada dalam posisi menganggur dikabarkan siap menggantikan Solskjaer. Karenanya, menarik menantikan nasib Solskjaer bersama Man United.

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Olahraga

Tottenham Hotspur Jadi Oke Sejauh Ini Karena …

Published

on

London

Tottenham Hotspur cukup gemilang Liga Primer awal musim 2020/2021. Mereka untuk sementara mampu memuncaki klasemen, apa rahasianya?

Tottenham Hotspur sejauh ini telah mengumpulkan 21 poin dari 10 pertandingan. Harry Kanne dkk sambil duduk di atas Klasemen Liga Inggris, yang unggul selisih gol dari Liverpool di tempat kedua.

Terbaru, Tottenham Hotspur mampu meredam siapa saja Chelsea semangat pada Minggu (29/11/2020) malam WIB di Stamford Bridge. Kedua tim bermain sama kuatnya, hingga hasil akhir seri skor 0-0.

Spurs bermain imbang dengan Chelsea 0-0 dan tidak pernah kalah dalam sembilan pertandingan terakhir mereka (Clive Rose / Getty Images)

Melaporkan dari Sky SportsMantan pemain Manchester United Roy Keane mengatakan Tottenham Hotspur memang pantas menjadi favorit juara. Menurutnya, kunci Spurs bisa melaju kencang adalah disiplin!

“Para pemain Spurs melakukan apa yang diinginkan Jose Mourinho. Mereka sangat disiplin,” katanya.

“Itu tipikal Jose Mourinho, tim ini kompak dan disiplin,” lanjut Roy Keane.

Menghadapi tim dengan penguasaan bola yang bagus, Jose Mourinho akan memerintahkan timnya untuk disiplin bertahan. Kemudian, mengandalkan hasil serangan balik dari kesalahan lawan.

Seperti yang terjadi saat melawan Manchester City di akhir November. City mampu mengalahkan 2-0.

“Mourinho menuntut permainan taktis. Spurs melakukan itu,” kata Keane.

Meski begitu, jalan panjang Liga Inggris masih harus dilalui. Poin-poin di puncak klasemen ketat. Jose Mourinho Dirinya sendiri, tidak mau berbicara banyak tentang peluang menang dan hanya fokus pada setiap pertandingan.

“Perbedaan poin di klasemen saat ini tidak terlalu berarti,” katanya.

(aff / aff)




Continue Reading

Olahraga

Papa Bouba Diop meninggal, ini adalah tujuannya untuk tujuan global Prancis

Published

on

Jakarta

Papa Bouba Diop meninggal pada usia 42 tahun. Mantan pemain Timnas Senegal dikenal dunia melalui tujuannya pada gawang Perancis dari Piala Dunia 2002.

Diop meninggal di Paris pada Minggu (29/11/2020) waktu setempat. The Guardian mengatakan dia telah mengalami penyakit yang berkepanjangan.

Sementara itu, L’Équipe menulis bahwa Diop meninggal karena penyakit Charcot, penyakit yang menyerang saraf dan membuat penderita mati rasa di persendian.

Sepanjang karirnya, Diop bisa dibilang pernah membela tim-tim besar. Karyanya hanya di klub seperti Neuchatel Xamax, Grasshopper, Lens, FulhamAPRSWXNET Portsmouth AEK, Portsmouth, AEK West Ham United, dan Birmingham City.

Prestasi Diop tidak begitu gemilang. Prestasi yang paling berkesan adalah ketika ia secara mengejutkan memenangkan Piala FA bersama Portsmouth pada tahun 2008. Sementara di level timnas, ia membawa Senegal menjadi runner-up Piala Afrika 2002.

Namun bukan karena dua hal tersebut yang membuat namanya mendunia, melainkan karena golnya ke gawang Fabian Barthez di Seoul.

Senegal datang ke Piala Dunia 2002 sebagai debutan. Bertemu Prancis pada laga perdana Grup A pada 31 Mei 2002, tak ada yang menyangka Lions memberi kejutan, apalagi Prancis menjuarai Piala Dunia 1998 dan Piala Eropa 2000.

Namun, Diop dkk berhasil membungkam publik. Pada menit ke-30, El Hadji Diouf melepaskan umpan silang di depan gawang Prancis. Emmanuel Petit menyapu bola, tapi malah membentur Barthez. Diop tak jauh dari situ langsung menyambar bola tanpa awak ke gawang Prancis yang kosong.

Setelah itu, Prancis yang mengandalkan Sylvain Wiltord, Thierry Henry, dan David Trezeguet, mencoba membalas, namun Senegal berhasil mempertahankan keunggulannya hingga usai. Kemenangan itu bersejarah bagi Senegal, dan Diop adalah bagian darinya.

READ  Martial Is Fading, Solskjaer Katakan Ini

Senegal akhirnya mengakhiri turnamen di babak perempat final, setelah kalah dari Turki gol emas. Sial bagi Prancis, mereka pulang lebih awal setelah tersingkir di fase grup tanpa menang dan tidak mencetak gol sama sekali.

[Gambas:Youtube]

Menonton video “Prancis kalah di kandang 0-2 dari Finlandia
[Gambas:Video 20detik]
(adp / cas)




Continue Reading

Olahraga

Partenopei Menjinakkan Serigala Ibu Kota 4-0

Published

on

Napoli

Napoli memenangkan kemenangan telak di dunia hiburan AS Roma di Liga Italia dilanjutkan. Parthenopei membungkam Roma dengan skor 4-0.

Laga Napoli vs Roma di minggu kesembilan Liga Italia digelar di Stadion San Paolo, Senin (30/11/2020) dini hari WIB. Napoli menutup babak pertama dengan keunggulan 1-0 berkat gol Lorenzo Insigne.

Di babak kedua, Napoli menambah tiga gol lagi. Kali ini giliran Fabian Ruiz, Dries Mertens, dan Matteo Politano yang membobol gawang Roma.

Dengan hasil tersebut, Napoli kini berada di peringkat lima Klasemen Liga Italia dengan 17 poin dari sembilan pertandingan. Sedangkan Roma tepat di bawah Napoli dengan jumlah poin yang sama, hanya kalah selisih gol.

[Gambas:Opta]

Pertandingan Napoli vs Roma

Pertandingan dimulai dengan hening sejenak sebagai penghormatan kepada Diego Maradona yang baru saja meninggal dunia. Maradona juga merupakan legenda Napoli.

Pedro Rodriguez mencoba membuka tembakan dari luar kotak penalti. Namun upaya Pedro masih melambung di atas mistar gawang.

Napoli terus menekan Roma. Tuan rumah beberapa kali mendapat sepak pojok dan tendangan bebas.

Pada menit ke-30, Napoli membuka keunggulan. Tendangan bebas Lorenzo Insigne melewati pagar betis pemain Roma dan masuk ke gawang Roma tanpa bisa dihentikan oleh Antonio Mirante.

Roma mendapat peluang untuk menyamakan kedudukan tiga menit kemudian. Berawal dari tendangan bebas, bola dibelokkan oleh Roger Ibanez dan mengarah ke Bryan Cristante. Namun, tendangan voli Cristante melayang di atas jaring.

Napoli kembali memberikan ancaman, kali ini melalui Dries Mertens. Ia meneruskan bola dari Piotr Zielinski, namun bola masih bisa ditepis oleh Mirante.

Di babak kedua, Napoli masih lebih menekan. Di sisi lain, serangan yang dibangun Roma kerap dipotong pendek oleh pemain Napoli.

READ  Hasil Inter Milan vs Getafe, Nerazzurri melaju ke babak perempat final Europa League

Peluang didapat Napoli melalui tembakan Zielinski dari sudut sempit. Namun, Mirante masih bisa menepis bola tersebut.

Napoli menggandakan keunggulan pada menit ke-64. Fabian Ruiz melepaskan tembakan mendatar dari luar kotak penalti dan bola mengarah ke sudut kiri bawah gawang Roma. Mirante yang stagnan tidak bisa berbuat banyak.

Carles Perez mendapat kesempatan melakukan tembakan dari dalam kotak penalti usai mendapatkan bola dari Rick Karsdorp. Namun, bola diblok oleh Mario Rui dan hanya menghasilkan sepak pojok bagi Roma.

Napoli memperbesar keunggulan di menit ke-81. Eljif Elmas melepaskan tembakan dari luar kotak penalti dan ditepis oleh Mirante. Bola langsung dimuntahkan oleh Mertens yang berdiri tak jauh dari gawang.

Enam menit kemudian, Napoli semakin menenggelamkan Roma. Kali ini giliran Matteo Politano yang mencatatkan namanya di papan skor.

Berawal dari kerjasama apik yang dibangun Napoli, Politano menggiring bola dari depan kotak penalti dan melewati beberapa bek Roma. Dia kemudian melewati Mirante dan melepaskan tembakan dari sudut sempit untuk membobol gawang Roma.

Susunan Pemain Napoli vs Roma

Napoli: Meret; Di Lorenzo, Manolas, Koulibaly, Mario Rui; Demme (Lobotka 84), Fabian Ruiz; Lozano (Politano 67), Zielinski (Elmas 78), L Insigne, Mertens (Petagna 84)

Roma: Mirante; Mancini (Juan Jesus 38), Cristante, Ibanez; Karsdorp, Pellegrini (Mayoral 79), Veretout (Villar 46), Spinazzola; Pedro, Mkhitaryan; Dzeko (Perez 71)

Menonton video “Spinazzola dan Pedro Membungkam Roma Fiorentina
[Gambas:Video 20detik]
(nds / bay)




Continue Reading

Trending