Connect with us

Ekonomi

Detail harga emas logam mulia Antam hari ini di Pegadaian, Rabu 7 Oktober 2020

Published

on

KONTAN.CO.ID – Emas merupakan investasi yang disukai oleh hampir semua kelompok.

Harganya yang cenderung naik dan mudah didapat menjadi salah satu alasan orang gemar berburu logam mulia ini. Di Indonesia, emas batangan diproduksi oleh PT Aneka Tambang Tbk.

Selain Antam, di Indonesia ada PT Untung Bersama Sejahtera yang juga memproduksi produk emas batangan dan perhiasan.

Produk emas kedua juga dapat ditemukan di toko emas, butik masing-masing perusahaan dan Pegadaian.

Lantas, bagaimana detail harga emas Antam dan UBS di Pegadaian?

Baca juga: Harga emas turun lebih dari 1% karena Trump berhenti membahas stimulus AS

Harga emas Antam

Berikut harga emas batangan Antam hari ini Rabu 7 Oktober 2020 di Pegadaian:

  • Harga emas 2 gram: Rp 2.115.000
  • Harga emas 3 gram: Rp 3.053.000
  • Harga emas 5 gram: Rp 5.087.000
  • Harga emas 10 gram: Rp10.099.000
  • Harga emas 25 gram: Rp25.047.000
  • Harga emas 50 gram: Rp49.968.000
  • Emas 100 gram harga: Rp 100.107.000
  • Harga Emas 250 gram: Rp 247.953.000
  • Harga emas untuk 500 gram: Rp 495.688.000
  • Harga emas 1.000 gram: Rp 990.881.000

Baca juga: Harga emas spot masih melemah di level US $ 1.907,19 per troi ounce

Harga emas UBS

Berikut harga emas hari ini, Rabu (7/10/2020) untuk produksi UBS di Pegadaian:

  • Harga Emas 0,5 gram: Rp 540.000
  • Harga emas 1 gram: Rp 1.007.000
  • Harga emas 2 gram: Rp 1.991.000
  • Emas 5 gram harga: Rp 4.924.000
  • Harga emas 10 gram: Rp 9.791.000
  • Harga emas 25 gram: Rp 24.465.000
  • Harga emas 50 gram: Rp48.825.000
  • Harga emas 100 gram: Rp97.644.000
  • Harga emas 250 gram: Rp 244.042.000
  • Harga emas 500 gram: Rp487.551.000

READ  Hanya Menerima Rp. 91 Miliar, Megapolitan Akan Merevisi Target Penjualan
-->

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ekonomi

Mau Tahu Puncak Saham BUMI? Perhatikan Analisis Teknis Ini

Published

on

Jakarta, CNBC Indonesia– Saham produsen batu bara terbesar di Indonesia, PT Bumi Resources Tbk (BUMI), diperkirakan masih volatile dalam perdagangan beberapa hari ke depan.

Gerakan BUMI dengan menggunakan periode indikator per jam Boillinger Band (BB) melalui metode area batas atas (perlawanan) dan batas bawah (dukung). Saat ini, BUMI berada dari daerah babahwa di dengan pelebaran kembali BB yang menunjukkan pergerakan saham BUMI memang masih akan volatile.

Untuk mengubah bias menjadi bullish atau penguatan, perlu untuk lulus level perlawanan yang ada di daerah tersebut Jika secara konsisten menembus level tersebut, maka harga saham BUMI berpotensi melambung kembali ke level 85.


Sementara bahwa untuk campuranutkan melatih kasar atau penurunan harus lulus level dukung yang ada di daerah tersebut 63 Jika level ini berhasil ditembus BUMI berpotensi turun kembali ke level 55.

Indikator Relative Strength Index (RSI) sebagai indikator momentum yang membandingkan besaran kenaikan dan penurunan harga saat ini dalam suatu periode waktu dan berfungsi untuk mendeteksi kondisi overbought (overbought) di atas level 70-80 dan oversold (oversold) di bawah level 30-20.

Saat ini RSI berada di area tersebut 88 yang menunjukkan indikator overbought serta biasanya menandakan gerakan BUMI kemudian akan cenderung terdepresiasi namun, ketika momentumnya kuat, RSI biasanya dapat bertahan di area saturasi beli untuk waktu yang lama.

Kekuatan momentum itu sendiri ditunjukkan oleh indikator Pindah Rata-rata Bertemu Berbeda (MACD) yang menggunakan rata-rata bergerak untuk menentukan momentum, dengan indikator MACD di wilayah tersebut positif yang menunjukkan momentum BUMI kuat.

BUMI perlu melalui (istirahat) salah satu level perlawanan atau dukung, untuk melihat arah pergerakan selanjutnya.

READ  Hanya Menerima Rp. 91 Miliar, Megapolitan Akan Merevisi Target Penjualan
Foto: Is

Sebelumnya, Harga saham BUMI ditutup naik 26,32% atau berada di level Rp 72 / saham pada penutupan Rabu (25/11/2020).

Berdasarkan data bursa, saham BUMI diperdagangkan di level Rp 58 hingga Rp 75 / saham hari ini. Sebanyak 3,9 miliar saham diperdagangkan dengan nilai transaksi Rp 264,5 miliar.

Investor asing cenderung menjual saham tersebut dengan nilai jual bersih (net foreign sell) sebesar Rp 34,85 miliar.

TIM PENELITI CNBC INDONESIA

[Gambas:Video CNBC]

(drum / drum)


Continue Reading

Ekonomi

Ekonomi Pulih, China Akan Beli Batu Bara RI Rp 20,6 T Pada 2021

Published

on

Jakarta, CNBC Indonesia – Perekonomian China kini memang sudah jauh membaik dibandingkan dengan awal pandemi, bahkan tahun depan China diperkirakan akan membeli batu bara Indonesia senilai US $ 1,47 miliar atau sekitar Rp 20,6 triliun (asumsi kurs Rp 14.100 per US $).

Hal itu berdasarkan Nota Kesepahaman (MoU) antara Asosiasi Pertambangan Batubara Indonesia (APBI) dengan China Coal Transportation and Distribution yang ditandatangani hari ini, Rabu (25/11/2020).


“Kami mengharapkan peningkatan ekspor batu bara ke China sekitar 200 juta ton di tahun mendatang,” kata APBI dalam keterangan resminya hari ini, Rabu (25/11/2020), dikutip dari Reuters.

Namun, besaran ekspor batu bara ke China akan direview setiap tahun.

Hal tersebut dibenarkan oleh Direktur Eksekutif APBI Hendra Sinadia kepada CNBC Indonesia. Diakuinya, ada penandatanganan MoU antara APBI dan China Coal Transportation and Distribution hari ini.

“Iya ada penandatanganan MoU, ”ujarnya tanpa menjelaskan lebih detail.

Indonesia yang merupakan negara pengekspor batubara termal (batubara termal) di dunia, bahkan mempromosikan penjualan batu bara melalui jalur diplomatik ke Asia Tenggara, seperti Vietnam, sejalan dengan penurunan ekspor ke China.

Berdasarkan data Refinitiv, China mengimpor batu bara dari Indonesia sejak Januari hingga Oktober 2020 sebesar 86,88 juta ton, turun 24,5% dari 115,03 juta ton pada periode yang sama tahun lalu.

[Gambas:Video CNBC]

(wia)


READ  Saham yang banyak dikoleksi asing saat IHSG menguat, Jumat (9/10)
Continue Reading

Ekonomi

Kaka ngeri! Ada tanda-tanda IHSG akan longsor di Sesi II

Published

on

Jakarta, CNBC Indonesia – Setelah menyentuh zona merah, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berakhir di zona hijau pada penutupan sesi perdagangan pertama Rabu (25/11/2020) melanjutkan optimisme terkait vaksin dan prospek Amerika Serikat (AS) pasca-Trump.

Indeks acuan pasar domestik menguat 0,23 persen atau 13,2 poin menjadi 5.714.224. Sebanyak 219 saham naik, 211 turun, dan 178 lainnya tidak mengalami perubahan harga. Investor asing mencetak net buy sebesar Rp. 106 miliar di pasar reguler, dengan nilai transaksi tukar Rp. 11,2 triliun

Pelaku pasar menyambut baik euforia positif di AS untuk kelancaran transisi politik di Negeri Sam, yang akan membantu mempercepat pemulihan ekonomi pasca pandemi, terutama dengan pengembangan vaksin.


Dow Jones berhasil menembus level psikologis 30.000 setelah Kepala Layanan Publik Emily Murphy mengatakan kepada presiden terpilih Joe Biden bahwa pemerintahan Trump menyediakan sumber daya yang dibutuhkan untuk transisi di Gedung Putih.

Murphy mengumumkan keputusan untuk menindaklanjuti kemenangan Biden beberapa minggu setelah pemilihan presiden (pilpres) pada 3 November. Presiden AS Donald Trump mengakui dalam sebuah tweet bahwa dia menyetujui langkah tersebut meskipun dia masih “memperjuangkannya.”

Keputusan Biden untuk menunjuk mantan Ketua Fed Janet Yellen menjadi Menteri Keuangan juga mendorong sentimen positif di kalangan investor. Jika Senat menyetujui, Yellen akan menjadi wanita pertama yang memegang jabatan itu di Amerika Serikat.

Analisis Teknis

Foto: Tri Putra / CNBC Indonesia
IHSG

Pergerakan IHSG menggunakan periode hourly (hourly) dari indikator Boillinger Band (BB) melalui metode upper limit (resistance) dan lower limit (support). Saat ini IHSG berada di upper boundary area dengan BB kembali melebar sehingga pergerakan IHSG selanjutnya berpotensi terkoreksi.

READ  Ini Harga Mobil LCGC Agustus Baru, Wagon R, Brio Satya, Calya, Agya Diskon Jutaan

Untuk mengubah bias menjadi bullish atau menguat, perlu untuk melewati level resistance yang berada di area 5.746. Sedangkan untuk melanjutkan trend bearish atau penurunan, perlu untuk melewati level support di area 5.703.

Indikator Relative Strength Index (RSI) merupakan indikator momentum yang membandingkan besaran kenaikan dan penurunan harga terbaru dalam suatu periode waktu dan berfungsi untuk mendeteksi kondisi overbought di atas level 70-80 dan oversold di bawah level 30-. 20.

Saat ini RSI berada di area 75 yang mengindikasikan indikator jenuh beli dan RSI berkonsolidasi turun setelah sebelumnya menyentuh level 80 yang biasanya mengindikasikan pergerakan IHSG selanjutnya akan cenderung terdepresiasi.

Selain itu, muncul kandil bintang jatuh pada saat kenaikan IHSG sehingga biasanya menunjukkan arah pembalikan arah alias reversal yang menandakan IHSG akan terkoreksi.

Secara keseluruhan, melalui pendekatan teknikal dengan indikator BB di area batas atas, pergerakan selanjutnya cenderung bearish atau terkoreksi. Hal tersebut juga diperkuat dengan kemunculan indikator RSI yang sudah overbought dan berkonsolidasi ke bawah serta munculnya candle shooting star.

Indeks harus melewati (break) salah satu level resistance atau support, untuk melihat arah pergerakan selanjutnya.

TIM PENELITI CNBC INDONESIA

[Gambas:Video CNBC]

(trp / trp)


Continue Reading

Trending