Connect with us

Ekonomi

Dengan mematok harga rights issue Rp 262, Acset Indonusa (ACST) bakal meraup Rp 1,5 triliun

Published

on

ILUSTRASI. Acset Indonusa (ACST) akan menerbitkan saham baru dengan skema HMETD atau rights issue.

Reporter: Wahyu Tri Rahmawati | Editor: Wahyu T. Rahmawati

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. PT Acset Indonusa Tbk (ACST) menetapkan harga implementasi masalah hak sebesar Rp 262 per saham. Dengan penawaran 5,72 miliar saham tersebut, perseroan akan mengantongi dana segar Rp 1,50 triliun.

Harga penerapan ini sedikit lebih tinggi dibandingkan harga saham ACST pada Jumat (14/8) yang berada di level Rp 258 per saham.

Melalui penawaran umum terbatas II Acset Indonusa dalam rangka penerbitan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD), ACST menyelenggarakan masalah hak jumbo sebesar 89,11% dari modal ditempatkan dan disetor penuh. Artinya, pemegang saham yang tidak menggunakan haknya akan terdilusi kepemilikannya sebesar 89,11%.

Baca juga: Pandemi Corona Hapus Kontrak Aset Baru Indonusa (ACST)

Setiap pemegang 10.000 saham ACSET lama yang namanya tercatat dalam daftar pemegang saham per 28 Agustus memiliki 81.788 Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu. Setiap Rights issue memberikan hak kepada pemegang saham untuk membeli satu saham baru.

PT Karya Supra Perkasa yang merupakan pemegang 50,10% ACST menyatakan akan melaksanakan semua Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu. “Karya Supra Perkasa juga memiliki dana yang cukup dan mampu melaksanakan seluruh haknya sesuai porsi kepemilikan sahamnya dan bertindak sebagai standby buyer dalam PUT II,” kata Acset Indonusa dalam prospektus singkat yang dipublikasikan, Jumat (14). / 8). .

Setelah masalah hak, Modal ditempatkan dan disetor penuh ACST akan meningkat dari 700 juta saham menjadi 6,42 miliar saham. Jika pemegang saham selain Karya Supra Perkasa tidak menggunakan haknya, maka kepemilikan Karya Supra akan meningkat menjadi 94,56% dan kepemilikan publik akan menurun dari 19,96% menjadi 2,17%.

READ  US Corona Unstoppable, Wall Street Jatuh

Baca juga: Melesetnya target kontrak baru, Acset Indonusa (ACST) fokus pada efisiensi di semester II

DONASI, Dapatkan Voucher Gratis!

Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terima kasih atas perhatiannya, terdapat voucher gratis senilai donasi yang dapat digunakan berbelanja TOKO SELAMAT.


Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ekonomi

Luar biasa! Antam ternyata akan menggarap Gunung Emas seharga Rp.228 triliun!

Published

on

Jakarta, CNBC Indonesia – PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) mengincar pengelolaan Gunung Emas di Papua bernama Blok Wabu, bekas areal tambang PT Freeport Indonesia.

Sebelumnya, potensi cadangan emas di Blok Wabu, Papua dilaporkan mencapai US $ 14 miliar atau sekitar Rp. 207,2 triliun (asumsi nilai tukar Rp. 14.800 per US $).

Namun, ternyata jumlah sumber daya emas di blok tersebut kini telah terungkap. Wahyu Sunyoto, Senior Vice President Exploration Division MIND ID, mengatakan Blok Wabu memiliki sumber daya emas sebesar 8,1 juta ounces.


Jika dikalikan dengan harga emas saat ini sekitar US $ 1.900 per troy ounce, potensi nilai sumber daya emas di blok ini akan mencapai sekitar US $ 15,4 miliar atau sekitar Rp 227,7 triliun (asumsi kurs Rp 14.800 per US $).

Wahyu mengatakan jumlah sumber daya tersebut masih berdasarkan hasil penghitungan sumber daya tahun 1999 untuk kategori tersebut diukur (terukur), ditunjukkan (dihitung) dan disimpulkan (diharapkan).

“Ada sekitar 117 juta ton dengan rata-rata 2,16 gram emas per ton dan 1,76 gram per ton perak, cut off grade sekitar 1 gram per ton. Total sumber daya sekitar 8,1 juta ons emas,” jelasnya dalam keterangan tertulisnya. Workshop online ‘Mining for Civilization’, Kamis (22/10/2020).

Lebih lanjut dia mengatakan, tim eksplorasi Freeport sudah mendata secara teknis di Blok Wabu, sehingga di setiap lokasi sudah ada nama keluarganya. Oleh karena itu, lanjutnya, Blok Wabu sudah siap untuk kegiatan selanjutnya yaitu pembangunan.

“Sekarang sudah tentu pemerintah sudah memberikan tugas kepada Antam untuk mengelola Wabu. Kami tinggal menunggu proses selanjutnya,” jelasnya.

Sementara itu, General Manager Geomin and Technology Development Unit Antam Tri Hartono mengatakan pihaknya sangat berterima kasih kepada pemerintah atas penugasan yang diberikan untuk mengelola Blok Wabu.

READ  Selain Pertamina, inilah sederet perusahaan migas yang merugi akibat Covid-19

“Ini harapan baru Antam jika diminta mengelola di Wabu. Kami siap. Kami punya pengalaman,” ujarnya.

Sebagai kilas balik, Blok Wabu dikembalikan oleh PT Freeport Indonesia kepada pemerintah pusat pada awal Juli 2015 sebagai bagian dari kesepakatan dalam amandemen kontrak karya dimana Freeport membutuhkan kepastian untuk memperpanjang operasi penambangannya yang akan berakhir pada 2021. .

Dalam salah satu poin renegosiasi kontrak, pemerintah pusat meminta Freeport Indonesia menciutkan wilayah operasi penambangannya. Saat itu luas tambang Freeport mencapai 212.950 hektare.

Sedangkan berdasarkan Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2009 tentang Mineral dan Batubara, luas maksimum pemegang IUP Operasi Produksi adalah 25.000 hektar. Artinya, luas areal operasi pertambangan Freeport juga harus dikurangi.

Akhirnya pada awal Juli 2015 Freeport secara resmi mengembalikan sebagian wilayah operasi penambangannya kepada pemerintah Indonesia menjadi 90.360 hektar. Meski masih di atas batas maksimal wilayah pertambangan yang diatur pemerintah, selebihnya dikatakan hanya sebagai wilayah pendukung operasi pertambangan.

[Gambas:Video CNBC]

(wia)


Continue Reading

Ekonomi

Subsidi Tiket Pesawat Pemerintah, Era Terbang Murah Dimulai

Published

on

Jakarta, CNN Indonesia –

Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Komunikasi memberikan stimulus atau bantuan dalam bentuk subsidi harga tiket pesawat bagi calon penumpang yang akan melakukan penerbangan domestik dari 23 Oktober 2020 hingga 31 Desember 2020.

Dirjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan Novie Riyanto mengatakan untuk tiket penerbangan sebelum 1 Januari 2021, calon penumpang akan dibebaskan dari Biaya Jasa Penumpang Pesawat (PJP2U).

Namun, penghapusan tarif PJP2U hanya diberikan untuk penerbangan yang dilakukan di 13 bandara yang menjadi pilar sektor pariwisata.




Khusus untuk bandara tertentu, stimulus diharapkan tidak hanya merangsang mobilitas masyarakat, tetapi juga merangsang sektor penerbangan, pariwisata dan turunannya.

“Diharapkan dengan adanya stimulus tersebut masyarakat mendapatkan kelegaan dengan berbagai tujuan yang pada akhirnya berdampak signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi di berbagai bidang seperti industri pariwisata, sektor UMKM,” ujarnya dalam jumpa pers online, Kamis. 22/10).

Tiga belas bandara yang dimaksud adalah Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang (CGK), Bandara Internasional Hang Nadim, Batam (BTH), Bandara Internasional Kualanamu, Deliserdang (KNO), dan Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Denpasar (DPS).

Kemudian Bandara Internasional Kulon Progo, Yogyakarta (YIA), Bandara Internasional Halim Perdanakusuma, Jakarta (HLP), Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid, Lombok, Praya (LOP) dan Bandara Internasional Ahmad Yani, Semarang (SRG).

Kemudian, Bandara Internasional Sam Ratulangi, Manado, (MDC), Bandara Internasional Labuan Bajo (LBJ), Bandara Internasional Silangit, Tapanuli Utara (DTB), Bandara Internasional Blimbingsari, Banyuwangi (BWX), dan Bandara Internasional Adi Sucipto, Yogjakarta (JOG) .

Secara total, untuk stimulus transportasi pariwisata, pemerintah mengucurkan dana sebesar Rp. 216,55 miliar, terdiri dari pembebasan tarif PJP2U sebesar Rp. 175,74 miliar dan stimulus kalibrasi fasilitas penerbangan sebesar Rp. 40,81 miliar.

READ  Inilah alasan ARPU Smartfren Telecom (FREN) terus merosot

Tidak hanya stimulus bagi penumpang, pemerintah juga memberikan keringanan kepada operator di 13 bandara tersebut.

Artinya, biaya kalibrasi fasilitas penerbangan dan alat bantu pendaratan pesawat yang biasanya dibebankan kepada operator bandara selama dua bulan ke depan menjadi tanggungan pemerintah.

Tujuannya untuk meringankan beban biaya operasional operator bandara akibat pandemi Covid-19.

“Bagi operator penerbangan dan operator bandara dengan stimulus PJP2U, semoga menjadi kabar baik, dengan harapan dapat meningkatkan pengguna jasa transportasi udara. Namun di sisi lain, stakeholders penerbangan tetap wajib menaati Dirjen SE Nomor 13 Tahun 2020. , “pungkas Novie.

[Gambas:Video CNN]

(ulf / satu)

Continue Reading

Ekonomi

Harga emas hari ini (22/10) di Butik Emas Antam mengalami penurunan sebesar Rp. 1.000 per gram

Published

on

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Harga emas di Butik Emas Logam Mulia Aneka Tambang Tbk (ANTM) hari ini turun Rp1.000 per gram pada Kamis (22/10).

Berikut adalah tabel harga emas hari ini di pecahan lain, tidak termasuk pajak.

Harga Emas Antam
Ukuran (gram)Harga (22/10)Harga (21/10)Perubahan
0,5535.500536.000-0,09
11.011.0001.012.000-0,10
21.962.0001.964.000-0,10
32.918.0002.921.000-0,10
54.835.0004.840.000-0,10
109.605.0009.615.000-0,10
2523.887.00023.912.000-0,10
5047.695.00047.745.000-0,10
10095.312.00095.412.000-0,10

Sumber: Logam mulia

Mengutip situs Logam Mulia, harga emas hari ini Kamis (22/10) di Butik Emas Antam berada pada Rp 1.011.000. Harga emas hari ini turun Rp 1.000 per gram dari harga Rabu (21/10) di Rp 1.012.000.

Sedangkan untuk harga beli kembali atau membeli kembali Emas Antam menjadi Rp 905.000.

Dilihat dari 7 hari lalu (15 Oktober 2020), harga emas Antam naik Rp 2.000 per gram dari sebelumnya Rp 1.009.000.

Harga emas hari ini (22/10) di Butik Emas Antam mengalami penurunan sebesar Rp. 1.000 per gram

Baca juga: Harga emas hari ini di Pegadaian, Kamis 22 Oktober 2020

Di Butik Emas Logam Mulia – Pulo Gadung, Jakarta, harga emas 0,5 gram hari ini adalah Rp535.500. Harga emas saat ini berukuran 2 gram dan 5 gram, masing-masing Rp 1.962.000 dan Rp 4.835.000.

Logam Mulia Antam menjual emas dan perak batangan dalam berbagai ukuran berat (misal 1 gram, 2 gram, dan 500 gram).

Biasanya harga emas Antam per gram akan berbeda-beda tergantung berat batangannya. Perbedaan ini terjadi karena adanya biaya tambahan untuk pencetakan, sehingga harga emas batangan Antam per gram lebih mahal dibandingkan emas batangan yang lebih besar.

Tabel Sejarah Harga Emas Antam

Sejarah Harga Emas Antam adalah 1 Gram
Harga (22/10)Harga (21/10)PersentaseHarga (15/10)PersentaseHarga (22/9)Persentase
1.011.0001.012.000-0,101.009.0000,201.009.0000,20

READ  Detail harga emas logam mulia Antam hari ini di Pegadaian, Rabu 7 Oktober 2020
Continue Reading

Trending