Connect with us

Ekonomi

Bos Sarana Menara Nusantara (TOWR) Bicarakan Transaksi Jumbo

Published

on

Bisnis.com, JAKARTA – Pergerakan harga saham PT Sarana Menara Nusantara Tbk. mencuri perhatian di dua sesi perdagangan terakhir dengan mencatat nilai transaksi yang jumbo.

Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat terdapat transaksi saham berkode TOWR di pasar negosiasi senilai Rp1,77 triliun atau sebanyak 1,53 miliar saham pada Kamis (6/8/2020). Di pasar negosiasi, TOWR diperdagangkan pada kisaran Rp990 – Rp2.519.

TOWR menjadi saham yang paling banyak diperdagangkan di seluruh papan perdagangan yaitu sebanyak 1,80 miliar saham pada Kamis (6/8/2020). Total nilai transaksi saham juga menjadi yang tertinggi yakni Rp2,09 triliun atau setara dengan 27,8 persen dari total nilai transaksi negosiasi, tunai dan pasar reguler Rp11,09 triliun.

Pada sesi perdagangan Jumat (7/8/2020), emiten menara telekomunikasi kembali menjadi sorotan. Total penjualan luar negeri bersih Saham TOWR di seluruh papan perdagangan mencapai Rp1,31 triliun.

Sementara itu, BEI mencatat investor asing sedang mencetak penjualan bersih di seluruh papan perdagangan senilai Rp1,33 triliun sepanjang sesi Jumat (7/8/2020). TOWR membuat daftarnya nilai perdagangan teratas dengan nilai transaksi Rp 3,17 triliun.

Deputy Managing Director Sarana Menara Nusantara Adam Ghifari mengatakan perseroan tidak perlu menyampaikan informasi. TOWR baru saja menyampaikan laporan kinerja triwulan II tahun 2020 sesuai dengan ketentuan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

“Selain itu, seperti yang juga telah kami sampaikan dalam keterbukaan informasi kami, anak perusahaan kami yaitu PT Protelindo telah menerima pre-effect atas rencana penawaran umum berkelanjutan Obligasi Protelindo II dan saat ini sedang dalam proses. bangunan Buku, ”Ujarnya kepada Bisnis, Jumat (7/8/2020).

Data Bloomberg menunjukkan transaksi saham TOWR yang dilakukan oleh PT JP Morgan Sekuritas Indonesia dengan total nilai Rp 4,06 triliun pada perdagangan Jumat (7/8/2020). JP Morgan Sekuritas Indonesia mencatatkan transaksi beli Rp 1,56 triliun dan penjualan Rp 2,49 triliun.

Dengan demikian, transaksi JP Morgan Sekuritas Indonesia tercatat penjualan bersih Rp 931,18 miliar untuk sesi Jumat (7/8/2020).

Catatan Bloomberg terkait kepemilikan saham TOWR atas 26,38 miliar saham yang dimiliki oleh PT Sapta Adhikari Investama pada akhir kuartal II tahun 2020. Pemegang saham terbesar lainnya adalah T Rowe Price Group Inc. dengan 3,51 miliar saham.

Konten Premium Masuk / Daftar

Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga yang terkena virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, bantu donasi sekarang! Klik disini untuk lebih jelasnya.

READ  Saham yang banyak dikoleksi asing saat IHSG menguat, Jumat (9/10)

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ekonomi

Triliuner Peringkat Ketiga Indonesia Meninggal, Total Kekayaan Rp 87 Triliun Terbengkalai

Published

on


JURNAL PRESISI – Seorang miliarder nasional Tan Siok Tjien dikabarkan meninggal pada usia 91 tahun pada hari Minggu, 25 Oktober 2020.

Tan Siok Tjien dirinya adalah istri pendiri PT gudang Garam Tbk (GGRM) tidak lain adalah Surya Winowidjojo yang meninggal pada tahun 1985.

Tan kemudian mengambil kendali gudang Garam yang dikenal sebagai produser rokok yang menguasai seperempat pasar tembakau di seluruh Indonesia.

Baca juga: Senantiasa kesal dituduh PKI, Megawati Ngegas: Nyonya Pahlawan Nasional

Tan Siok Tjien tercatat sebagai orang terkaya di dunia dengan peringkat 369 dan orang terkaya ketiga di Indonesia. Proses pemakaman berlangsung pada hari Selasa, 27 Oktober 2020.

Berdasarkan data dari Indeks Miliarder Bloomberg, Tan Siok Tjien tercatat memiliki kekayaan 5,96 miliar dollar AS atau setara dengan Rp87,92 triliun dengan nilai tukar Rp 14.752 per dolar AS.



Terungkap pula, sejak awal tahun ini, nilai kekayaan Tan mengalami penurunan sebesar 1,86 miliar dollar AS atau setara dengan 23,8 persen.

Baca juga: Megawati Mempertanyakan Kontribusi Generasi Milenial, Bagaimana Bisa Demo Saja?

gudang Garam dikenal sebagai pabrikan rokok Rokok kretek legendaris di Indonesia yang memiliki kurang lebih 32.000 pekerja dengan pendapatan dilaporkan mencapai 7,8 miliar dolar AS pada tahun 2019.

Berdasarkan laporan tersebut, Tan mewarisi kekayaan dari Surya dengan memegang saham di PT Suryaduta Investama dan Suryamitra Kusuma.

READ  Hadiah Bitcoin (BTC), Ini adalah Acara Keren pada 1 dan 2 Oktober - Blockchain Media Indonesia
Continue Reading

Ekonomi

Saham-saham ini paling banyak di bulan Oktober, analis menyarankan agar berhati-hati

Published

on

ILUSTRASI. Seorang petugas teller melayani nasabah di kantor Cabnag BRI Syariah Kebun Jeruk di Jakarta, Selasa (13/10). / pho KONTAN / Carolus Agus Waluyo / 13/10/2020.

Reporter: Kenia Intan | Editor: Tendi Mahadi

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Beberapa saham mencatat kenaikan harga yang signifikan di Bursa Efek Indonesia (BEI) sepanjang Oktober 2020. Sepuluh saham dengan kenaikan harga tertinggi mengalami kenaikan antara 61% hingga 188,34%

Mengutip data dari Bloomberg, PT Aesler Grup Internasional Tbk (RONY) sampai dengan 188,34% sampai dengan Rp. 470. Setelah itu, disusul oleh PT Bank Permata Tbk (BNLI) sampai dengan 93,97% sampai dengan Rp 2.250. Ada juga PT Jaya Agra Wattie Tbk (JAWA) yang meningkat 82,69% menjadi Rp 95.

Dengan urutan sebagai berikut, harga saham PT Bank QNB Indonesia (BKSW) membukukan kenaikan 81,16% menjadi Rp 125. PT Armada Berjaya Trans Tbk (JAYA) meningkat 75,34% menjadi Rp 128. PT Nusantara Almazia (NZIA) naik 74,19% menjadi Rp 216 dan PT Trimuda Nuansa Citra Tbk (TNCA) meningkat 70,76% menjadi Rp 292.

Baca juga: Mayoritas bursa Asia turun pada perdagangan Kamis (29/10)

Sedangkan tiga saham terakhir yang mengalami kenaikan harga yang cukup signifikan adalah PT Cipta Selera Murni Tbk yang naik 69,93% menjadi Rp. 520, PT Bank BRISyariah Tbk (BREEZE) meningkat 64,67% menjadi 1.235, dan BAJA meningkat 61,40% menjadi Rp 92.

Meski mencatatkan angka tertinggi sepanjang Oktober 2020, analis menyarankan tetap berhati-hati terhadap saham-saham tersebut.

Analis Sucor Sekuritas Indonesia Hendriko Gani mengatakan investor sebenarnya bisa mengikuti tren kenaikan harga beberapa saham. Namun, investor perlu lebih berhati-hati dan menganalisis likuiditas sahamnya. “Karena saham-saham tersebut memiliki likuiditas yang relatif minim,” jelas Hendriko kepada Kontan.co.id, Kamis (29/10).

READ  Nasabah Ini Marah, Uang Yang Dia Simpan Di Bank Selama 32 Tahun, Habis Tidak Tertinggal

Hendriko mengamati dari sepuluh saham tersebut, hanya BRIS dan BNLI yang memiliki sentimen positif. BRIS mewarnai sentimen merger bank syariah. Sedangkan BNLI dilatarbelakangi oleh rencana Bangkok Bank yang akan menjadikan BNLI sebagai bank buku IV. Sedangkan untuk saham lainnya, sebenarnya tidak ada sentimen yang berpengaruh signifikan terhadap harga sahamnya.

Baca juga: Pekan depan IHSG diperkirakan melemah dipicu oleh penurunan bursa global

Analis Panin Sekurtias William Hartanto juga menilai hanya BNLI dan BBRI yang memiliki sentimen positif yang mempengaruhi pergerakan sahamnya. Sedangkan penyebab kenaikan harga saham lainnya belum diketahui.

Karenanya, William cenderung menyarankan investor untuk memperhatikan saham-saham yang pergerakannya didorong oleh sentimen positif. Namun, menurut William, secara teknis, saham BRIS terlihat lebih menarik. “Ada celah di 1,125 itu bisa menjadi tingkat awal dan target harga Rp 1.500, “jelas William kepada Kontan.co.id, Rabu (28/10).

DONASI, Dapatkan Voucher Gratis!

Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terima kasih atas perhatiannya, terdapat voucher gratis senilai donasi yang dapat digunakan berbelanja TOKO SELAMAT.


Continue Reading

Ekonomi

Harga emas hari ini (13/10) di Butik Emas Antam mengalami penurunan sebesar Rp 12.000 per gram

Published

on

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Harga emas di Aneka Tambang Tbk (ANTM) Butik Emas Logam Mulia hari ini turun Rp 12.000 per gram pada Kamis (29/10).

Berikut adalah tabel harga emas hari ini di pecahan lain, tidak termasuk pajak.

Harga Emas Antam
Ukuran (gram)Harga (29/10)Harga (28/10)Perubahan
0,5527.500533.500-1,12
1995.0001.007.000-1,19
21.930.0001.954.000-1,23
32.870.0002.906.000-1,24
54.755.0004.815.000-1,25
109.445.0009.565.000-1,25
2523.487.00023.787.000-1,26
5046.895.00047.495.000-1,26
10093.712.00094.912.000-1,26

Sumber: Logam mulia

Mengutip situs Logam Mulia, harga emas hari ini Kamis (29/10) di Butik Emas Antam berada pada Rp 995.000. Harga emas hari ini turun Rp 12.000 per gram dari harga Rabu (28/10) di Rp 1.007.000.

Sedangkan untuk harga beli kembali atau membeli kembali Emas Antam menjadi Rp 887.000 per gram.

Dilihat dari 7 hari lalu (22 Oktober 2020), harga emas Antam turun Rp. 16.000 per gram dari harga sebelumnya Rp. 1.011.000.

Antam Emas

Baca juga: Harga emas hari ini di Pegadaian, Kamis 29 Oktober 2020

Di Butik Emas Logam Mulia – Pulo Gadung, Jakarta, harga emas 0,5 gram hari ini adalah Rp 527.500. Harga emas saat ini berukuran 2 gram dan 5 gram, masing-masing Rp 1.930.000 dan Rp 4.755.000.

Logam Mulia Antam menjual emas dan perak batangan dalam berbagai ukuran berat (misal 1 gram, 2 gram, dan 500 gram).

Biasanya harga emas Antam per gram akan berbeda tergantung berat batangannya. Perbedaan ini terjadi karena adanya biaya tambahan untuk pencetakan, sehingga harga emas batangan Antam per gram lebih mahal dibandingkan emas batangan yang lebih besar.

Tabel Sejarah Harga Emas Antam

Sejarah Harga Emas Antam 1 Gram
Harga (29/10)Harga (28/10)PersentaseHarga (22/10)PersentaseHarga (29/9)Persentase
995.0001.007.000-1,191.011.000-1,581.014.000-1,87

READ  IHSG Diprediksi Akan Kuat Minggu Depan, Ini Faktor Pendukungnya
Continue Reading

Trending