Connect with us

Berita Teratas

Barbra Streisand hadiah putri Disney dari George Floyd

Published

on

Barbra Streisand hadiah putri Disney dari George Floyd

Gianna Floyd, yang ayahnya meninggal dalam tahanan polisi bulan lalu setelah perwira polisi Minneapolis Derek Chauvin menekan lututnya selama hampir sembilan menit, mengungkapkan di media sosial bahwa ia telah diberi stok di perusahaan hiburan oleh ikon Hollywood.

Dalam sebuah posting Instagram di akun untuk gadis kecil itu, dia dapat terlihat dengan bangga memegang sertifikat saham.

“Terima kasih @barbrastreisand untuk paket saya, saya sekarang seorang Pemegang Saham Disney, terima kasih kepada Anda,” tulisannya berbunyi.

Posting itu tidak mengungkapkan berapa banyak saham yang dibeli bintang berusia 78 tahun itu untuk Gianna.

Bersamaan dengan pembagian itu, penyanyi pemenang penghargaan Grammy itu juga memberi gadis kecil itu dua albumnya, “My Name Is Barbra” dan “Color Me Barbra.”

CNN telah menghubungi perwakilan Streisand untuk komentar lebih lanjut.

Awal bulan ini, dewan bupati di Texas Southern University (TSU) mengumumkan penawaran untuk memberi Gianna beasiswa penuh seandainya ia ingin kuliah di universitas.

“Kami tahu nilai pendidikan dalam mengejar solusi dan kemajuan generasi. Kami berharap dapat merangkulnya ke dalam keluarga TSU,” Gerald Smith, ketua Yayasan TSU, mengatakan dalam sebuah pernyataan.

Kanye West juga melakukan bagiannya untuk mengamankan masa depan Gianna, menyiapkan dana kuliah untuk biaya kuliahnya sebagai bagian dari sumbangan $ 2 juta untuk mendukung keluarga Floyd, Ahmaud Arbery dan Breonna Taylor.
Selain itu, seorang pejabat Halaman GoFundMe untuk Gianna telah mengumpulkan lebih dari $ 2 juta. “Terima kasih banyak atas curahan cinta dan dukungan,” tulis Gianna dan ibunya, Roxie Washington, di halaman.
Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Teratas

Deteksi Dini HIV / AIDS Pemerintah Kota Tangerang di Tengah Pandemi COVID-19

Published

on

Meski penanganan pandemi COVID-19 menjadi prioritas utama, Pemerintah Kota Tangerang tetap mengambil langkah pencegahan penyebaran penyakit menular lainnya, seperti melakukan deteksi dini HIV / AIDS di 73 puskesmas di Kota Tangerang. (Foto: tangerangkota.go.id)

Tangerang – Meski penanganan pandemi COVID-19 menjadi prioritas utama, Pemerintah Kota atau Pemerintah Kota Tangerang tetap melakukan langkah-langkah pencegahan penyebaran penyakit menular lainnya seperti HIV / AIDS.

Dikutip BantenHits.com Dari laman tangerangkota.go.id, dalam rangka memperingati Hari AIDS Sedunia, Pemerintah Kota Tangerang melalui Dinas Kota Tangerang menggelar Deteksi Dini Penyakit HIV yang dilakukan serentak di 73 puskesmas di 13 kecamatan, Selasa, 1 Desember 2018. , 2020.

Kepala Dinas Kesehatan dr. Liza Puspadewi yang ditemui saat pantauan langsung pendeteksian di Puskesmas Karawaci Baru mengatakan, kegiatan ini melibatkan komunitas ODHA di Kota Tangerang, serta ibu hamil yang ingin melaksanakannya. deteksi sedini mungkin.

“Kegiatan ini dilakukan untuk mendeteksi ODHA sedini mungkin agar bisa segera ditangani dan angka kematiannya menurun,” ujarnya di Puskesmas Karawaci Baru, Selasa, 1 Desember 2020.

Salah satu ODHA, Bejo, mengatakan seharusnya tidak ada lagi stigma buruk tentang penderita AIDS. Namun, dukungan itulah yang menjadi peningkatan moral bagi ODHA. Menurutnya, selama ini Pemerintah Kota Tangerang sangat baik dalam mendampingi ODHA.

“Kami sangat sedih dan sangat sedih jika masih ada orang yang mengecualikan kami. Kami hanya butuh dukungan untuk bisa terus berkarya dan berkarya, “pungkasnya.

Selain itu, meski tidak ada ODHA di wilayah Gembor, Kabupaten Periuk, Dinas Kesehatan melalui Puskesmas setempat juga terus melakukan deteksi dini di Puskesmas Gembor dengan melibatkan 20 ibu hamil.

“Meski tidak ada ODHA, kami terus berupaya melakukan deteksi dini agar tidak muncul kasus yang berulang. Utamanya kami mendeteksi orang-orang yang berpotensi seperti ibu hamil dan penderita tuberkulosis,” kata Ketua Gembor. Puskesmas, Andi Hidayat.

READ  Orang tua Madeleine McCann percaya bahwa tersangka baru bisa "sangat signifikan"

Dinas Kesehatan Kota Tangerang juga menargetkan dalam 10 tahun ke depan tidak ada lagi kasus penularan HIV AIDS dari ibu ke anak, melalui program deteksi dini HIV AIDS yang dilakukan pada ibu hamil. (Advertorial)

Continue Reading

Berita Teratas

Qualcomm Akan Bekerja pada Game Smartphone?

Published

on

Qualcomm Snapdragon 888. Foto: Gizchina

jpnn.com, JAKARTA – Qualcomm baru-baru ini membantah laporan bahwa perusahaan sedang mengembangkan lini smartphone gamingnya sendiri.

Hal tersebut diungkapkan langsung oleh Qualcomm di sela-sela perkenalan prosesor Snapdragon 888 terbaru di ajang tahunan Snapdragon Tech Summit 2020.

Presiden Qualcomm China Frank Meng menjelaskan, mereka memang membuat banyak prototipe smartphone untuk mendemonstrasikan teknologi perusahaan kepada mitranya, bukan untuk pengguna umum.

“Kami akan terus melakukannya ke depan, tapi prototipe smartphone tidak akan dijual secara komersial,” kata Frank Meng, seperti dikutip Gizchina, Kamis (3/12).

Frank menambahkan, prototipe smartphone tidak dirancang untuk pasar konsumen.

Selain itu, Frank juga menjelaskan bahwa belum ada rencana untuk mengubah model bisnis Qualcomm saat ini.

Qualcomm memang sempat dikabarkan akan membuat ponsel gaming. Untuk pengembangan ponsel Gamin, Qualcomm akan menggandeng perusahaan asal Amerika Serikat, Asus.

Namun sayangnya belum ada konfirmasi dari Qualcomm dan Asus terkait laporan tersebut. (ddy / jpnn)

Yuk, tonton juga video ini!

READ  Pemeriksaan fakta: Pembersih tangan tidak menyebabkan kebakaran di mobil saat musim panas
Continue Reading

Berita Teratas

Semua pihak harus bekerja sama untuk menghindari terciptanya kasus baru HIV / AIDS

Published

on

Balitribune.co.id | Denpasar – – Ibu Putri Suastini Koster mengajak seluruh pemangku kepentingan baik masyarakat maupun pemangku kepentingan, organisasi kemasyarakatan, pemerintah dan lainnya untuk bersinergi mewujudkan Indonesia khususnya Bali yang tidak (nol) kasus HIV baru. / Memiliki AIDS.

Harapan tersebut tersampaikan satu arah saat menjadi keynote speaker pada talk show Mabes Pramuka Bali, Selasa (12/1) lalu, secara virtual melalui aplikasi zoom Kantor Gubernur Bali, Jayasabha Denpasar.

Selain itu, ia yang juga menjabat sebagai Ketua Dewan Kehormatan Kwarda Bali mengatakan bahwa seluruh masyarakat yang saat ini terkena pandemi Covid-19 menghadapi ancaman virus lain seperti HIV-AIDS dan penyalahgunaan zat yang akan menjadi generasi emas. dari masa depan. hancurkan bangsa, jangan lupa.

Untuk itu berbagai upaya sosialisasi, edukasi kepada masyarakat tentang virus HIV / AIDS dan bahaya narkoba harus terus dilakukan secara masif dan berkesinambungan. “Kita bersama dan tidak pernah berhenti dan bosan selalu bersosialisasi, mendidik, mengenang, mengingatkan masyarakat tentang HIV-AIDS dan bahaya penyalahgunaan zat. Bersama-sama kita akan menciptakan nihil (nol) kasus baru HIV-AIDS di Bali,” ujarnya. .

Dalam talkshow, “Jauhi HIV / AIDS – Dekat dengan Orang dengan HIV,” pendamping nomor satu di Bali itu mengajak masyarakat untuk mengubah stigma negatif ODHA (ODHA). Stigma dan diskriminasi negatif yang dihadapi ODHA dapat membuat mereka tidak mengetahui bahwa dirinya adalah HIV positif. “Jangan sampai ODHA yang sakit jasmani sakit jiwa karena dianiaya di masyarakat. Kami membangun keterbukaan untuk melihat apakah mereka tertular virus. Seharusnya tidak ada diskriminasi dan tidak ada hal negatif. Stigma terhadap ODHA lebih banyak,” ujarnya berharap.

Di akhir masa kepemimpinannya, perempuan multi talenta ini mengajak seluruh komponen untuk meningkatkan sosialisasi dan edukasi terkait upaya pencegahan penyebaran HIV-AIDS di masyarakat dengan mengadvokasi gerakan hidup sehat seperti: B. loyalitas kepada pasangan dan penolakan obat yang dapat menularkan HIV-AIDS melalui suntikan.

Selain itu, semua pihak harus terus mendorong para penderita HIV-AIDS untuk menjalani pemeriksaan kesehatan dan penggunaan narkoba secara rutin. “Saya tegaskan lagi, jauhi faktor risikonya, bukan penderitanya. Jauhi virus dengan menerapkan pola hidup sehat dan menghindari seks bebas,” kata Ibu Putri Koster.

Talkshow sore itu juga menghadirkan sejumlah pembicara lainnya diantaranya AKBP I Ketut Suandika SH MH selaku ketua P2M BNNP Bali, Dr. I Made Oka Negara SKed MBiomed selaku Ketua Forum Peduli AIDS Bali dan Ni Wayan Ika Ayu Rayni yang bekerja sebagai konsultan.

READ  Pemeriksaan fakta: Pembersih tangan tidak menyebabkan kebakaran di mobil saat musim panas

Continue Reading

Trending