Connect with us

Berita Teratas

Atletico vs Barcelona: Los Colchoneros menang tipis

Published

on

Madrid

Atletico Madrid berhasil menumbangkan Barcelona melalui kemenangan 1-0. Satu-satunya gol dibuat oleh Yannick-Ferreira Carrasco.

Dalam Jornada 10 yang digelar di Wanda Metropolitano, Minggu (22/11/2020) dini hari WIB, Atletico melakukan rapat dan hanya menguasai 46 persen penguasaan bola. Hanya sembilan upaya dilakukan, dua di antaranya mengarah ke gawang.

Sedangkan Barcelona dominan dengan melakukan 13 percobaan, empat kali tepat sasaran. Namun, Barcelona kesulitan menciptakan peluang emas dan Atletico bahkan mampu mencetak satu gol di penghujung babak pertama melalui Carrasco.

Gol tersebut mengamankan tiga poin Atletico dan mereka kini naik ke posisi kedua klasemen Liga Spanyol dengan 20 poin dari delapan pertandingan. Atletico unggul tiga poin dari Real Madrid sebagai juara bertahan di tempat keempat.

Sedangkan Barcelona berada di urutan ke-10 dengan 11 poin.

[Gambas:Opta]

Jalannya pertandingan Atletico vs Barcelona

Atletico tampil tanpa Luis Suarez yang terpapar COVID-19, memainkan Angel Correa dan Joao Felix sebagai penyerang. Koke, Saul Niguez, dan Marcos Llorente menjadi andalan di lini tengah.

Sementara itu, Barcelona memainkan Antoine Griezmann, Lionel Messi, Ousmane Dembele, dan Pedri. Barcelona memang diberi penguasaan bola oleh Atletico, namun mereka tidak diizinkan masuk kotak penalti.

Tak ada peluang emas yang diciptakan Barcelona selama babak pertama. Mereka kebobolan gol di menit ketiga injury time babak pertama ketika serangan balik cepat Atletico berhasil menembus pertahanan.

Correa melihat Yannick Carascao memiliki ruang untuk berlari dan memberikan umpan terobosan. Setelah berhadapan dengan Marc-Andre Ter Stegen, Carascao lebih dulu menggulirkan bola di antara kedua kakinya, sebelum menendangnya ke gawang yang kosong.

Yannick Carrascao membobol gawang Barcelona Foto: AP / Bernat Armangue

Skor 1-0 untuk Atletico bertahan hingga turun minum. Tertinggal satu gol membuat Atletico semakin bersemangat mengejar ketinggalan di babak kedua. Peluang terbaik tim tamu datang pada menit ke-58 saat sundulan Clement Lenglet di depan gawang masih tepat di tangkapan Jan Oblak.

READ  Mahasiswa Covington mendesak para perusuh Atlanta untuk menyisihkan CNN Center

Barcelona kemudian memainkan Philippe Coutinho untuk meningkatkan kekuatan pukulan mereka. Namun, beberapa percobaan percobaan masih gagal membuahkan hasil.

Pada menit ke-82, Griezmann memiliki peluang untuk membobol gawang mantan timnya, saat bola mengarah ke gawang. Namun, Oblak dengan sigap menepisnya.

Tak ada lagi gol tercipta sehingga Atletico terus menang 1-0.

Susunan pemain

Atletico Madrid: Jan Oblak; Kieran Trippier, Stefan Savic, Jose Gimenez, Mario Hermoso; Marcos Llorente (Diego Costa 73 ‘), Koke, Saul Niguez, Yannick Carrasco (Felipe 91’); Angel Correa (Geoffrey Kondogbia 85 ‘), Joao Felix (Thomas Lemar 84’).

Barcelona: Marc-Andre ter Stegen; Sergi Roberto, Gerard Pique (Sergino Dest 62 ‘), Clement Lenglet, Jordi Alba; Miralem Pjanic (Martin Braithwaite 83 ‘), Frenkie de Jong; Ousmane Dembele, Lionel Messi, Pedri (Coutinho 54 ‘); Antoine Griezmann (Trincao 82 ‘).

Menonton video “Atletico Setuju Pindahkan Luis Suarez dari Barcelona!
[Gambas:Video 20detik]
(mrp / nds)




Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Teratas

Waspadai Covid-19 dan Infeksi Ganda Dengue

Published

on

Memuat…

Prof. Tjandra Yoga Aditama
Guru Besar FKUI Paru, Mantan Direktur WHO SEARO, dan Mantan Direktur Jenderal P2P & Kepala Balitbangkes

KITA sudah mulai memasuki musim hujan. Jika kita melihat data tahun lalu, di akhir tahun seperti ini kemungkinan kasus demam berdarah dan demam berdarah dengue (DBD) akan meningkat. Di sisi lain, kita masih menghadapi pandemi Covid-19 yang kasus dan kematiannya masih terus terjadi. Alangkah baiknya jika kita mengantisipasi kemungkinan demam berdarah di saat kita masih harus berkonsentrasi menangani Covid-19. Perlu dicatat bahwa saat ini terdapat lebih dari 50 juta kasus Covid-19 di dunia, dan di sisi lain, setiap tahun diperkirakan terdapat sekitar 105 juta kasus infeksi Dengue di dunia, beberapa tentunya di Asia Tenggara. , termasuk negara kita.

Infeksi Ganda
Sejak beberapa bulan lalu sudah ada beberapa karya ilmiah dari berbagai negara tentang kedua penyakit ini sekaligus. Laporan bulan pertama pandemi salah satunya berasal dari Singapura yang dimuat di jurnal ilmiah internasional Lancet pada Maret 2020. Kedua kasus yang mereka laporkan pada awalnya ditangani dengan hasil laboratorium serologis yang menunjukkan DBD positif dan gejala yang sesuai dengan penyakit DBD. Ternyata kemudian hasil laboratorium itu positif palsu (positif palsu) dan baru-baru ini kedua kasus tersebut menunjukkan hasil Covid-19 yang positif.

Contoh lainnya, pada Agustus 2020 ada laporan kasus yang terjangkit DBD dan Covid-19. Ini terjadi di Pulau Reunion di Samudera Hindia yang berpenduduk hanya 850.000 orang. Pasien datang dengan gejala demam berkepanjangan, kemerahan (eritema) pada kulit, nyeri di sekujur tubuh, nyeri di belakang mata, fotofobia (cahaya kurang), dan sakit kepala. Dia tinggal di daerah di mana ada penyakit demam berdarah, dan baru saja tiba dengan pesawat dari kota Strasbourg di mana kemudian diketahui ada penumpang lain yang terjangkit Covid-19 (+).

READ  Perwakilan Iowa yang kontroversial, Steve King kehilangan ras utama

Keluhan pasien memang demam, gejala khas dari kedua penyakit tersebut. Kita tahu bahwa meskipun tidak terlalu sering, kelainan kulit (eritema dll.) Juga telah dilaporkan pada beberapa pasien Covid-19, setidaknya seperti yang dilaporkan di Italia, Prancis, dan Thailand, sedangkan kemerahan pada kulit juga merupakan ciri dari gejala demam berdarah. Artinya, dari segi gejala yang muncul bisa jadi hampir sama.

Selain masalah diagnosa penyakit, ada juga hal lain yang sedang dihadapi saat ini. Pertama, banyak pasien kini menahan diri untuk pergi ke puskesmas, klinik dan rumah sakit jika ada keluhan kesehatan karena takut tertular Covid-19. Hal tersebut dapat mengakibatkan keterlambatan diagnosis DBD dengan berbagai masalah. Ini tentu tidak bagus. Jika memang perlu kita tetap harus memeriksakan diri, tentunya dengan protokol kesehatan yang ketat.

Kedua, petugas kesehatan masyarakat yang dulunya menangani DBD sekarang juga dapat beralih tugas menangani Covid-19, sehingga pengendalian vektor (dalam hal ini terutama nyamuk) menjadi relatif terkendala. Hal ini dapat menyebabkan nyamuk demam berdarah terus menyebar dan permasalahan DBD akan semakin kita hadapi di masyarakat. Memang, ada juga laporan ilmiah yang mengatakan bahwa infeksi dengue dapat memberikan beberapa bentuk kekebalan terhadap Covid-19, tetapi data pendukungnya masih sangat terbatas dan perlu penelitian lebih lanjut.

Hal lain yang juga menarik adalah kebijakan kuncitara pada Covid-19, yang menutup tempat kerja dan melarang orang banyak sehingga lebih banyak orang berada di lingkungan mereka. Peneliti dari Singapura mengkaji kemungkinan dampak kebijakan ini terhadap kejadian DBD di Singapura, Malaysia, dan Thailand, yang hasilnya dilaporkan dalam jurnal ilmiah pada Oktober 2020. Hasilnya menunjukkan peningkatan kasus DBD yang mencolok di Thailand, tetapi tidak di Singapura dan Malaysia, meskipun data terus berlanjut. menunjukkan bahwa tampaknya ada penjemputan di Singapura juga. Tim peneliti ini berpendapat bahwa ada perbedaan kebijakan jarak sosial dan perbedaan pola struktur rumah dan tempat kerja di ketiga negara ini menghasilkan perbedaan hasil dari penguncian insiden demam berdarah di masyarakat.

READ  Steve King kehilangan posisi utama setelah komentar rasis
Continue Reading

Berita Teratas

4 Fakta Iis Rosita Dewi, Bukan Hanya Istri Edhy Prabowo

Published

on

Jakarta

Angka Iis Rosita Dewi Menjadi sorotan setelah dirinya juga terkena penangkapan tangan (OTT) NCP. Iis Rosita Dewi bukan hanya istri Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo, tapi dia juga anggota DPR Periode RI 2019-2024.

Iis Rosita Dewi dan Edhy Prabowo ditangkap KPK saat berada di Bandara Soekarno-Hatta. KPK juga menangkap sejumlah orang dari KKP atas dugaan kasus ekspor benih lobster.

“Memang benar KPK sudah menangkap, terkait dengan ekspor benur,” kata Wakil Ketua KPK Nurul Ghufron, Rabu (25/11/2020).

Mereka ditangkap di Bandara Soekarno-Hatta. Usai ditangkap, rombongan dibawa dan sampai di gedung KPK. Penyidik ​​KPK Novel Baswedan terlihat masih berada di gedung KPK saat rombongan datang.

Iis juga ditangkap bersama KPK Edhy Prabowo di OTT pada Rabu (25/11) pagi setelah kembali dari Amerika Serikat. Sebanyak 17 orang ditangkap termasuk Edhy dan istrinya.

“Tadi pagi jam 01.23 WIB di Soetta. Ada beberapa dari KKP dan keluarganya,” ujarnya.

KPK juga menetapkan Edhy Prabowo dan 6 orang lainnya sebagai tersangka kasus suap benih lobster impor. Istri Edhy Prabowo, Iis Rosita, dibebaskan karena tidak termasuk dalam 6 orang lain yang ditetapkan sebagai tersangka.

Lebih lanjut, KPK mengaku belum menemukan keterlibatan Iis dalam kasus dugaan suap ekspor benih lobster. Berdasarkan paparan tersebut, KPK hanya menemukan keterlibatan tujuh orang yang ditetapkan sebagai tersangka.

“KPK hingga menggelar jumpa pers ini sebelumnya sudah melakukan judul perkara, Pimpinan dan Satgas, kemudian Deputi Penindakan. Dalam judul perkara disimpulkan bahwa sejauh ini baru 7 orang yang kami sebutkan sudah memenuhi syarat minimal. bukti dua barang bukti. cuma 7 orang, ”kata Wakil Ketua KPK Nawawi Pomolango dalam jumpa pers di kantornya, Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (26/11).

READ  Hakim dalam kasus Michael Flynn mendesak agar penuntutan tetap hidup

Berikut 4 fakta menarik tentang sosok Iis Rosita Dewi yang juga ditangkap dalam OTT terkait ekspor benih lobster. Lihat penjelasannya di halaman selanjutnya.

Continue Reading

Berita Teratas

Ingat, makanan dan minuman berikut ini harus dihindari oleh penderita diabetes, mulai dari pasta hingga yogurt, berikut alasannya!

Published

on

Intisari-Online.comDiabetes merupakan penyakit tidak menular yang jumlahnya meningkat secara global.

Di Indonesia sendiri, jumlah pengidapnya menempati urutan keenam dunia.

Meski tidak bisa disembuhkan diabetes bisa dikendalikan dengan mengubah gaya hidup menjadi lebih sehat.

Diabetes Tidak terkontrol dapat menyebabkan komplikasi serius seperti penyakit jantung, penyakit ginjal, kebutaan, dan komplikasi lainnya.

Baca juga: Awas Penderita Diabetes, 10 Buah Ini Enak Dikonsumsi Asalkan Tak Berlebihan, Dari Apel Hingga Plum

Makan makanan yang salah dapat meningkatkan gula darah dan kadar insulin

Hal ini dapat menyebabkan peningkatan peradangan dan meningkatkan risiko penyakit ini.

Karbohidrat, protein, dan lemak merupakan makronutrien (nutrisi dalam jumlah besar) yang memberikan energi bagi tubuh.

Karbohidrat diketahui memiliki pengaruh paling besar terhadap kadar gula darah selama ini.

Baca juga: Ingat, jangan pernah melewatkan sarapan karena bisa jadi penyebab diabetes melitus, kok? Berikut penjelasannya!

Video Unggulan


KONTEN YANG DIPROMOSIKAN

READ  Steve King kehilangan posisi utama setelah komentar rasis
Continue Reading

Trending