Connect with us

Ilmu

Astronot Roket Bertenaga Nuklir Dapat Terbang ke Mars dalam 3 Bulan

Published

on

Jakarta

NASA berencana untuk mendaratkan manusia Planet Mars pada tahun 2035. Namun ada banyak tantangan yang harus dihadapi sebelum merealisasikan misi ini, salah satunya adalah lamanya perjalanan ke Mars yang sangat lama.

Untuk melancarkan misi tanpa awak ke Mars, seperti saat mengirimkan penjelajah Perseverance, dibutuhkan waktu sekitar tujuh bulan. Tetapi untuk mengirimkan misi berawak membutuhkan waktu sedikit lebih lama, sekitar sembilan bulan.

Untuk itulah, para ilmuwan berlomba-lomba mengembangkan teknologi yang bisa mempersingkat durasi perjalanan ke Mars. Seperti perusahaan Ultra Safe Nuclear Technologies (USNC-Tech), yang merancang roket bertenaga termal nuklir (NTP) yang dapat memangkas durasi perjalanan menjadi tiga bulan.

Direktur Teknik USNC-Tech Michael Eades mengatakan roket bertenaga nuklir akan jauh lebih kuat dan dua kali lebih efisien daripada mesin yang menggunakan bahan bakar kimia. Ini berarti mesin ini dapat terbang lebih cepat dan lebih jauh, serta menggunakan lebih sedikit bahan bakar.

“Teknologi nuklir akan memperluas jangkauan manusia melewati orbit rendah Bumi dan ke luar angkasa,” kata Eades kepada CNN, seperti dikutip detikINET, Minggu (7/2/2021).

Sistem NTP menggunakan reaktor nuklir untuk menghasilkan panas dari bahan bakar uranium. Energi panas ini digunakan untuk memanaskan bahan bakar cair, biasanya hidrogen cair, yang mengembang menjadi gas dan keluar di belakangnya untuk menghasilkan gaya dorong.

Teknologi ini tidak hanya akan mempercepat perjalanan astronot Mars tetapi juga menjaga keamanan mereka. Semakin lama astronot berada di luar angkasa, maka semakin besar pula risiko terpapar radiasi luar angkasa yang dapat menimbulkan berbagai gangguan kesehatan.

Tapi astronot masih berisiko terkena radiasi dari reaktor nuklir di atas roket. Eades mengatakan hal ini bisa diatasi dengan menempatkan bahan bakar cair, yang dapat memblokir partikel radiasi, di antara mesin dan area kru.

READ  Fosil Galaksi Tersembunyi, Mungkin Fosil Herakles

Jarak antara area kru dan reaktor juga dapat dimediasi, dan desain NTP akan menempatkan ruang tamu di ujung roket yang lebih jauh dari reaktor.

Sayangnya roket bertenaga nuklir tidak dapat diluncurkan dari landasan pacu di Bumi untuk melindungi orang-orang di sekitar mereka. Roket ini harus dibawa oleh roket konvensional ke orbit terlebih dahulu, setelah itu reaktor dapat dihidupkan.

Kepala Direktorat Misi Teknologi Luar Angkasa NASA Jeff Sheehy mengatakan bahwa setelah berada di orbit, roket bertenaga nuklir aman karena radiasi termal tidak dapat bergerak dalam ruang hampa.

Jika terjadi bencana dan reaktor roket rusak, puing-puing tidak akan mendarat di Bumi atau planet lain selama puluhan ribu tahun. Sheehy mengatakan setelah itu bahan radioaktif telah membusuk secara alami dan tidak lagi berbahaya.

USNC-Tech sudah memamerkan pengembangan teknologi NTP-nya ke NASA. Sheehy setuju roket bertenaga roket dapat membantu manusia menjelajahi tata surya lebih jauh, tetapi teknologi ini akan memakan waktu 20 tahun sebelum digunakan secara umum.

“Tidak ada yang pernah terbang dengan roket bertenaga nuklir. Saya pikir itu harus diterbangkan beberapa kali … sebelum seseorang menjual tiketnya,” kata Sheehy.

Menonton video “Robot NASA gagal menggali permukaan Mars
[Gambas:Video 20detik]
(vmp / rns)

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ilmu

Apakah Siklus Air itu? Berikut Kegiatan yang Mempengaruhi Siklus Air

Published

on

TRIBUNNEWS.COM – Berikut pembahasan mengenai pengertian siklus air, lengkap dengan kegiatan yang mempengaruhinya.

Ilmu yang membahas tentang siklus air disebut hidrologi.

Berdasarkan Triatmojo (2009)Hidrologi adalah ilmu yang berkaitan dengan air di bumi, baik mengenai keberadaannya, persebarannya, sebarannya, sifatnya maupun hubungannya dengan lingkungannya terutama dengan makhluk hidup.

Siklus air atau siklus hidrologi adalah peredaran air secara terus menerus dari atmosfer ke bumi dan kembali ke atmosfer melalui proses kondensasi, pengendapan, penguapan, dan transpirasi.

Sedangkan menurut buku Hydrosphere Dynamics (2018) Siklus air adalah gerak perputaran air dengan air berubah ke berbagai bentuk dan kembali ke bentuk aslinya.

Siklus air atau hidrologi terbagi menjadi tiga, yaitu siklus pendek, siklus sedang, dan siklus panjang.

Baca juga: Apakah Energi Alternatif Itu? Berikut Pengertiannya, Berbagai Contoh Manfaatnya

Baca juga: Apa Itu Teks Persuasif? Berikut ini adalah definisi, struktur, aturan bahasa dan contohnya

Siklus Pendek

Dalam siklus singkat, air laut yang terkena sinar matahari akan menguap.

Di atmosfer, uap air ini akan mengalami proses kondensasi.

Berdasarkan Triatmojo (2009)Kondensasi adalah proses mendinginkan uap air sehingga menyublim kembali menjadi air, es atau salju.

Penulis: Lanny Latifah

Editor: Arif Tio Buqi Abdullah

READ  Ketekunan, Penjelajah NASA Sudah Mencapai ...
Continue Reading

Ilmu

Perseverance Explorer Mengirim Gambar Panorama dan Suara Mars Pertama

Published

on

Suara.com – Penjelajah Ketekunan NASA sukses mendarat di Planet Merah pada 18 Februari dan mengirimkan gambar panorama pertama permukaan Planet Merah tersebut.

Mobil penjelajah seukuran mobil mengambil gambar panorama pada 20 Februari 2021, hanya dua hari setelah mendarat di Kawah Jezero, menggunakan Kamera Navigasi (atau Navcams) di dalam pesawat.

NASA juga telah merilis video pertama Perseverance, ditangkap baik oleh kamera di rover itu sendiri maupun oleh kamera di Skycrane dan sistem parasut yang membantu membawa pesawat itu dengan aman ke permukaan planet.

Selain video yang menakjubkan, NASA juga membagikan “firehose of data”. Menurut Justin Maki, ilmuwan pencitraan ketekunan dan kepala tim operasi instrumen, di antara data yang dirilis termasuk banyak gambar dari hari-hari pertama para penjelajah di Mars, termasuk gambar panorama.

Baca juga:
Ketekunan NASA Membawa Hal-hal Aneh ke Mars

Penampilan Mars. [NASA]

Melaporkan dari Space.com, Rabu (24/2/2021), Perseverance akan terus melakukan pengambilan foto dan video di Mars dan untuk pertama kalinya merekam audio menggunakan mikrofon di permukaan Mars.

Meskipun sistem mikrofon tidak berhasil menangkap audio dalam video selama pendaratan, salah satu mikrofon Perseverance telah mengirimkan kembali suara dari permukaan Planet Merah.

Audio pendek merekam suara putaran operasi penjelajah dan diselingi oleh hembusan angin singkat.

Itu adalah video yang tidak jelas dan pendek, tetapi masih merupakan sesuatu yang baru bagi para ahli untuk mendapatkan data sensorik jenis ini dari Mars untuk pertama kalinya dalam sejarah manusia.

Berdasarkan CNET, anggota tim misi berharap dapat menggunakan mikrofon Perseverance untuk mendengar lebih banyak angin, badai, kemungkinan batu yang jatuh, dan suara roda penjelajah yang berderak di atas batu atau bor yang memecahkan permukaan Mars.

READ  Fosil Galaksi Tersembunyi, Mungkin Fosil Herakles

Baca juga:
NASA Mengungkapkan Kehidupan dari Bumi Bisa Bertahan di Mars

Selain itu, audio dapat menjadi alat baru untuk mendengarkan suara penjelajah itu sendiri sehingga tim ahli dapat menganalisis seberapa baik komponennya bekerja dan berpotensi mendiagnosis masalah apa pun.

Continue Reading

Ilmu

Ekosistem Rantai Pangan di Hutan dan Lautan

Published

on

Jakarta, CNBC Indonesia – Beberapa orang mungkin sudah tidak asing lagi dengan rantai makanan. Di sinilah makhluk hidup saling makan secara linier untuk mempertahankan kelangsungan hidupnya.

Dalam pengertian lain dikatakan bahwa rantai makanan adalah urutan atau tingkat proses perpindahan energi antar organisme. Rantai makanan ini sebenarnya merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari ekosistem.

Karena setiap ekosistem pasti terdiri dari makhluk hidup yang saling berhubungan, baik antara lingkungan maupun organisme lain.

Berikut beberapa contoh rantai makanan di ekosistem hutan dan laut:

Rantai makanan ekosistem di hutan

Padahal, di dalam ekosistem hutan terjadi proses makan dan makan dari berbagai tingkatan. Berbagai makhluk hidup juga hidup di hutan. Dapat dijelaskan bahwa rantai makanan adalah sebagai berikut:

Tumbuhan – kumbang – kelelawar

Tumbuhan – belalang – tupai – ular – elang – pengurai

Tumbuhan – rusa – harimau / serigala – pengurai

Tumbuhan – serangga – burung – beruang

Tumbuhan – kelinci – elang / rubah – pengurai

Tumbuhan – serangga – burung kecil – elang – pengurai

Rantai makanan ekosistem di lautan

Fitoplankton – zooplankton – ikan kecil – ikan besar – paus bergigi – pengurai

Fitoplankton – udang – ikan besar – hiu – pengurai

Fitoplankton – salmon – anjing laut – pengurai

Alga – kepiting – pelikan – manusia

Fitoplankton – ikan kecil – ikan besar – flaminggo – pengurai

Fitoplankton dalam rantai makanan berperan sebagai produsen. Karena ia juga memiliki kemampuan membuat makanan sendiri melalui fotosintesis dengan bantuan sinar matahari.

Selanjutnya fitoplankton akan dimakan oleh zooplankton sebagai konsumen I. Zooplankton akan dimakan oleh ikan kecil sebagai konsumen II. Kemudian ikan kecil dimakan oleh ikan besar sebagai konsumen III.

READ  Diduga Menyelamatkan Kehidupan, Bulan Saturnus Ini Memiliki Arus Es Luar Biasa

Ikan besar masih dimakan paus bergigi sebagai konsumen keempat. Setelah paus mati, ia terurai dan kemudian tumbuh kembali fitoplankton dan seterusnya.



[Gambas:Video CNBC]

(dru)


Continue Reading

Trending