Connect with us

Ilmu

Astronom Menemukan 6 Galaksi yang Terjebak di Lubang Hitam Supermasif

Published

on

Ilustrasi lubang hitam. (Pixabay / Gerd Altmann)

Hitekno.com – Tidak lagi galaksi siapa yang terjebak di dalam lubang hitam supermasif ditemukan oleh para ahli astronomi.


Lubang hitam yang muncul di awal sejarah alam semesta diperkirakan terbentuk dari runtuhnya bintang-bintang pertama.


Namun, para astronom bingung bagaimana ia berkembang menjadi raksasa.


Lubang hitam yang baru ditemukan ini memiliki berat 1 miliar kali massa Matahari dan ditemukan oleh Observatorium Selatan Eropa (BAHWA).


Para astronom mengatakan temuan tersebut memberikan penjelasan tentang bagaimana lubang hitam supermasif seperti yang ada di pusat Bima Sakti bisa berkembang.


Lokasi lubang hitam supermasif. [ESO]

Para ahli percaya bahwa filamen yang menjebak gugus galaksi membawa cukup gas untuk “memberi makan” lubang hitam agar bisa tumbuh.


“Filamen dari jaring kosmik seperti benang jaring laba-laba. Galaksi berdiri dan tumbuh di mana filamen berpotongan dan aliran gas dapat mengalir di sepanjang filamen,” kata Marco Mignoli, astronom di National Institute for Astrophysics (INAF), dalam penelitian yang dipublikasikan di jurnal Astronomi & Astrofisika.


Mignoli menambahkan, hingga saat ini belum ada penjelasan yang baik tentang keberadaan lubang hitam awal tersebut.


Para ahli mengatakan struktur jaringan mungkin terbentuk dengan bantuan materi gelap, yang diperkirakan menarik sejumlah besar gas di awal alam semesta. Menurut ESO, seluruh jaringan lebih dari 300 kali ukuran Bima Sakti.


Namun dilaporkan bahwa galaksi tersebut juga termasuk yang paling redup yang dapat dilihat teleskop saat ini, dan mengatakan bahwa penemuan itu hanya mungkin dilakukan dengan menggunakan teleskop optik terbesar yang ada, termasuk Teleskop Sangat Besar milik ESO di Chili.

READ  Rahasia Alam Semesta: Mengapa Bulan Disebut Satelit Alami? Semua halaman


“Kami yakin beberapa galaksi yang ditemukan sejauh ini di sekitar lubang hitam supermasif hanya yang paling terang,” kata Barbara Balmaverde, astronom di INAF, Italia, seperti dikutip. Science Alert, Sabtu (3/10/2020).


Penelitian terbaru ini mencoba menemukan formasi misterius dari monster kosmik ini, yang begitu padat sehingga cahaya pun tidak dapat lepas dari tarikan gravitasinya.


astronomo mengatakan temuan itu menantang teori saat ini untuk pembentukan lubang hitam supermasif, yang menunjukkan bahwa hal itu dapat terjadi melalui penggabungan berulang benda berukuran sedang. (Suara.com/Lintang Siltya Utami)



Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ilmu

Jangan Lewatkan! 3 Asteroid Ini Akan Melintas Dekat Bumi Bulan Ini – Senayanpost

Published

on

JAKARTA, SENAYANPOST.com – Bagi Anda yang menikmati fenomena langit, akan ada tiga asteroid yang akan melintas di dekat bumi, pada akhir Januari 2021.

Astronom amatir Indonesia Marufin Sudibyo menyatakan ketiga fenomena asteroid tersebut adalah Asteroid 65717 (1993 BX3), Asteroid 2020 PP dan Asteroid 468727 (2010 JE87). Berikut penjelasan detailnya.

1. Asteroid 65717 (1993 BX3)

Dinyatakan, Asteroid 65717 (1993 BX3) akan melintas di dekat Bumi pada Minggu, 17 Januari 2021.

Asteroid 65717 (1993 BX3) ditemukan tahun 1993, memiliki diameter 246 m dan tergolong asteroid dekat bumi kelas Apollo sehingga memiliki orbit yang dapat berpotongan dengan orbit Bumi.

“Pada Minggu 17 Januari 2021, asteroid ini akan melintas di dekat Bumi dengan jarak 18,5 kali lipat jarak Bumi-Bulan rata-rata atau setara 7,1 juta kilometer,” kata Marufin, Jumat (1/1/2021).

Namun, tegas Marufin, asteroid ini tidak berpotensi bertabrakan dengan Bumi, setidaknya hingga satu abad mendatang.

2. Asteroid 2020 PP

Untuk asteroid kedua, Asteroid PP 2020 juga diprediksi akan melintas di dekat Bumi yaitu pada hari Sabtu tanggal 23 Januari 2021. Sekadar informasi, Asteroid PP 2020 ditemukan pada tahun 2020, memiliki diameter 218 m dan tergolong dekat- asteroid bumi tergolong dalam kelas Apollo sehingga memiliki orbit yang serupa. dapat berpotongan dengan orbit bumi.

Pada Sabtu (23/1/2021), asteroid ini akan melintas di dekat Bumi dengan jarak 18,2 kali lipat jarak Bumi-Bulan rata-rata atau setara dengan 7 juta kilometer. Seperti halnya asteroid pertama, asteroid kedua ini juga tidak memiliki potensi untuk bertabrakan dengan Bumi, setidaknya untuk satu abad mendatang.

3. Asteroid 468727 (2010 JE87)

Berikutnya adalah Asteroid 468727 (2010 JE87) yang ditemukan tahun 2010, akan melintas di dekat Bumi pada Senin (25/1/2021). Marufin mengatakan, asteroid berdiameter 257 meter ini tergolong asteroid dekat bumi dalam kelas Aten, sehingga memiliki orbit yang dapat berpotongan dengan orbit Bumi.

READ  Tahu Apa Itu Fenomena Equinox, Apakah Ini Memiliki Dampak Negatif Pada Manusia? Ini adalah Penjelasan Ahli

Pada Senin 25 Januari 2021, asteroid ini akan melintas di dekat Bumi dalam jarak 15,8 kali lipat jarak Bumi-Bulan rata-rata atau setara dengan 6,1 juta kilometer.

Mirip dengan Asteroid 65717 (1993 BX3) dan Asteroid 2020 PP, Asteroid 468727 (2010 JE87) ini juga tidak memiliki potensi untuk bertabrakan dengan Bumi, setidaknya untuk satu abad mendatang.

Continue Reading

Ilmu

Jangan lewatkan 3 asteroid yang akan mendekati Bumi pada Januari 2021

Published

on

KOMPAS.com – Bagi Anda yang menikmati acara surgawi, akan ada tiga acara Asteroid Itu akan bergerak lebih dekat ke Bumi pada akhir Januari 2021.

Astronom amatir Indonesia Marufin Sudipio mengatakan ada tiga peristiwa asteroid Asteroid 65717 (1993 PX3), asteroid 2020 pp dan asteroid 468727 (2010 JE 87). Berikut penjelasan detailnya.

1. Asteroid 65717 (1993 × 3)

Minggu 17 Januari 2021 Asteroid 65717 (1993 PX3) dikatakan bergerak mendekati Bumi.

Asteroid 65717 (1993 PX3) ditemukan pada tahun 1993, memiliki diameter 246 m dan merupakan asteroid Bumi yang paling dekat dengan kelas Apollo, sehingga memiliki orbit yang dapat mengganggu orbit Bumi.

“Pada Minggu 17 Januari 2021, asteroid tersebut akan berada 18,5 kali atau lebih dekat 7,1 juta kilometer dari jarak rata-rata Bumi-Bulan di dekat Bumi,” kata Marufin, Jumat (1/1/2021).

Namun, Marufin menegaskan bahwa asteroid tersebut tidak berpotensi untuk bertabrakan dengan Bumi, setidaknya hingga abad berikutnya.

Baca juga: Seperti batu bara, para ilmuwan menerbitkan foto sampel asteroid Ryu

2. Asteroid 2020 hal

Asteroid kedua, asteroid 2020 PB, diperkirakan akan mendekati Bumi pada Sabtu, 23 Januari 2021.

Sekadar informasi, asteroid 2020 PP ditemukan pada tahun 2020, memiliki diameter 218 m dan tergolong kelas asteroid terdekat dengan Apollo, sehingga memiliki orbit yang dapat mengganggu orbit Bumi.

Pada Sabtu (23/1/2021), asteroid tersebut akan mengorbit 18,2 kali atau lebih panjang 7 juta kilometer dari rata-rata jarak Bumi-Bulan di dekat Bumi.

Seperti asteroid pertama, asteroid kedua ini tidak memiliki energi untuk bertabrakan dengan Bumi, setidaknya hingga abad berikutnya.

ratpack223 Interpretasi asteroid

3. Asteroid 468727 (2010 JE87)

Asteroid berikutnya 468727 (2010 JE87) yang ditemukan tahun 2010 akan mendekati Bumi pada Senin (25/1/2021).

READ  Berikut adalah Langkah-Langkah yang Harus Dilakukan untuk Membuat Iklan Elektronik - Semua Halaman

Dengan diameter 257 meter, asteroid tersebut termasuk asteroid terdekat dengan Bumi di kelas Aden, sehingga memiliki orbit yang dapat mengganggu orbit Bumi, kata Marufin.

Pada Senin 25 Januari 2021, asteroid ini akan berada 15,8 kali atau 6,1 juta kilometer lebih dekat dari jarak rata-rata Bumi-Bulan di dekat Bumi.

Seperti Asteroid 65717 (1993 PX3) dan Asteroid 2020 PP, asteroid 468727 (2010 JE 87) ini tidak berpotensi bertabrakan dengan Bumi, setidaknya hingga abad berikutnya.

Baca juga: NASA membawa 3 instrumen ilmiah dalam misi pertamanya ke asteroid Trojan

Continue Reading

Ilmu

Mendarat di Mars, NASA Menyiapkan Mikrofon Khusus untuk Merekam …

Published

on

Memuat…

WASHINGTON – Badan Antariksa Amerika Serikat ( NASA ) akan segera mendaratkan Rover Perseverance, yang diperkirakan akan tiba di Mars pada 18 Februari.
BACA JUGA: Open Cafe bertema Honda N-VAN ini bikin kamu jatuh cinta

Dalam misi eksplorasi ini, Rover akan mengambil sampel batuan di planet merah tersebut. Selain itu, Rover juga akan merekam suara di Mars dan akan disiarkan langsung oleh NASA untuk disiarkan secara luas.

NASA menjelaskan, Rover Perseverance telah dilengkapi dengan sepasang mikrofon yang terdapat pada instrumen SuperCam. Alat tersebut rencananya akan memberikan audio live saat NASA melakukan pendaratan di Mars.

Diluncurkan dari halaman resminya, eksperimen bersejarah ini akan merekam suara saat memasuki dan mendarat di Mars. Namun, para ilmuwan memprediksi suara yang dihasilkan tidak akan sama dengan di Bumi. Ini karena perbedaan suara disebabkan oleh suhu, kepadatan dan komposisi atmosfer di Planet Merah. Bacalah juga: Merapi Meluncurkan Awan Panas 1,5 Km Jauh, Tinggi Di Bawah 500 Meter

Suhu dingin di atmosfer Mars akan memperlambat gelombang suara. Maka kepadatan di Mars hanya 1% dari Bumi. Hal ini mempengaruhi emisi suara dan populasi yang dihasilkan.

Selain itu, karbondioksida yang terdapat di atmosfer Mars juga akan melemahkan suara, padahal mikrofon yang digunakan bukanlah mikrofon biasa.

Alat ini dilengkapi dengan kisi khusus untuk mencegah masuknya debu. Para peneliti juga tidak mengetahui seberapa buruk kondisi permukaan Mars nantinya. Ini dapat merusak mikrofon.

(wbs)

READ  Berikut adalah Langkah-Langkah yang Harus Dilakukan untuk Membuat Iklan Elektronik - Semua Halaman
Continue Reading

Trending