Connect with us

Olahraga

Apa Adaptasi di Liga Premier?

Published

on

London

Untuk manajer Everton, Carlo Ancelotti, konsep pemain yang harus beradaptasi dengan Liga Premier terlalu dilebih-lebihkan. Sepak bola sama di mana-mana.

Everton menang di minggu pertama Liga Primer musim 2020/2021 ketika mereka mengunjungi rumah Tottenham Hotspur. The Toffees menang dengan skor 1-0.

Manajer Everton, Carlo Ancelotti debutan lapangan seperti Allan, Abdoulaye Doucoure, dan James Rodriguez. Semua pemain debut juga tampil gemilang.

Allan dan Abdoulaye Doucoure tampil bagus sebagai bodyguard di lini tengah. James Rodriguez, eks pemain Real Madrid, tampil bagus di sayap kanan dengan menciptakan banyak peluang.

James Rodriguez melakukan debut Liga Premiernya (Getty Images / Catherine Ivill)

Melaporkan dari Alkitab Olahraga, Carlo Ancelotti ditanya tentang bagaimana dia mempersiapkan pemain barunya untuk beradaptasi dengan Premier League. Ancelotti menjawab dengan kata-kata yang mencolok.

“Para pemain tidak ada masalah beradaptasi dengan Liga Inggris. Karena kita semua memainkan olahraga yang sama, yaitu sepak bola,” jawab Ancelotti.

“Sepak bola sama di mana-mana,” canda manajer Italia itu.

LIVERPOOL, INGGRIS - 05 SEPTEMBER: Sikap manajer Carlo Ancelotti selama pertandingan persahabatan pramusim antara Everton dan Preston North End di Goodison Park pada 05 September 2020 di Liverpool, Inggris. (Foto oleh Nathan Stirk / Getty Images)Carlo Ancelotti mengatakan konsep adaptasi di Liga Premier dibesar-besarkan (Getty Images / Nathan Stirk)

Ancelotti menjelaskan bahwa para pemain harus bisa tampil baik satu sama lain. Itulah yang disebut adaptasi.

“Mereka semua harus mengetahui pergerakan satu sama lain. Mereka hanya harus beradaptasi dengan rekan-rekan mereka dan mengetahui kualitas satu sama lain,” kata Ancelotti.

Carlo Ancelotti sebenarnya juga bukan pelatih kemarin sore. Banyak gelar yang berhasil diraihnya di berbagai negara, seperti Scudetto bersama AC Milan, Premier League bersama Chelsea, juara Liga Champions bersama Real Madrid, juara Bundesliga bersama Bayern Munich, dan juara Liga Prancis bersama PSG.

John Terry dan Carlo AncelottiCarlo Ancelotti telah mencicipi gelar Liga Premier bersama Chelsea (Getty Images)

Everton berikutnya adalah Salford City di Piala Liga Premier pada 17 September dini hari CET besok. Selanjutnya di ajang Liga Inggris pada 19 September mendatang, mereka akan menjamu tim promosi West Brom.

READ  Tabrak pembatas sirkuit, Sebastian Vettel tersingkir dari F1 Italia 2020 akibat rem rusak

Bisakah kamu menang lagi, Don Carlo?

(aff / bay)


Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Olahraga

Duh, pembalap penguji Honda yang menyelinap keluar membeberkan kondisi Marc Marquez

Published

on

HONDA RACING CORPORATION

Pembalap Repsol Honda, Marc Marquez, berharap bisa kembali membalap secepatnya setelah lama absen akibat patah tulang humerus kanan.

BOLASPORT.COM – Pembalap penguji Honda, Stefan Bradl, secara tidak sengaja mengatakan itu Marc Marquez akan absen sampai MotoGP 2020 berakhir.

Kemajuan pemulihan cedera Marc Marquez masih menjadi teka-teki sejak pembalap Repsol Honda Itu absen dari balapan seri kedua MotoGP 2020.

Kecelakaan di seri pembuka balapan dilakukan pada pertengahan Juli Marc Marquez harus menepi karena cedera serius.

Setelah dioperasi dua kali, The Baby Alien dikabarkan akan kembali ke meja bedah dan memperpanjang masa istirahatnya hingga akhir musim.

Baca juga: MotoGP Teruel 2020 – Nakagami Adopsi Gaya Marquez Rebut Pole

Kabar ini langsung dibantah oleh Honda.

“Tim Repsol Honda ingin memastikan pemulihan Marc Marquez sesuai rencana,” tulis Honda dalam siaran pers.

Meski proses yang panjang dan intens, Marc dan anak buahnya terus berlanjut dan tim tidak punya alasan untuk khawatir, tulis Honda.

Meski Honda sudah angkat bicara, teka-teki tentang kondisi sebenarnya Marquez kembali diperdebatkan.

Baca juga: MotoGP Teruel 2020 – Kenali Dirimu, Alex Marquez Tak Berani Incar Podium

READ  Grid Awal MotoGP Catalunya 2020 - Dapatkan Posisi Bagus, Valentino Rossi Bisa Menang
Continue Reading

Olahraga

5 alasan Real Madrid menang 3-1 atas Barcelona, ​​Sergio Ramos tunjukkan: bola oke

Published

on

Real Madrid Kemenangan 3-1 atas Barcelona pada laga lanjutan Liga Spanyol 2020-2021 yang berlangsung pada Sabtu, 24 Oktober 2020, WIB. Gol-gol Real Madrid dalam pertandingan ini dicetak oleh Federico Valverde pada menit kelima, Sergio Ramos (63 ‘) dan Luka Modric (90’). Sedangkan gol tunggal Barcelona dicetak oleh Ansu Fati pada menit kedelapan.

Kemenangan Real Madrid pada laga El Clasico kali ini juga terasa istimewa. Pasalnya, kemenangan dibuat Madrid saat menjamu lawannya, yakni Estadio Camp Nou. Lantas, apa saja faktor yang membuat Madrid menang 3-1 atas Barcelona di kandang lawan?

Berikut 5 alasan mengapa Real Madrid menang 3-1 atas Barcelona:

5. Taktik Ampuh Zinedine Zidane


Di laga ini, Zidane meminta para pemainnya untuk bermain dengan sabar. Zidane hanya menginstruksikan timnya untuk membangun serangan jika ada kesempatan. Bahkan saat Nacho Fernandez (bek kanan) cedera, Zidane tetap meminta Lucas Vazquez yang sebenarnya merupakan winger kanan untuk bertahan.

Saat itu, Zidane meminta Lucas Vazquez dan pemain sayap kanan Madrid, Marco Asensio, untuk memblokir pergerakan Ansu Fati. Bisa dibilang, keberhasilan menutup ruang Ansu Fati menjadi kunci sukses Madrid menang 3-1 atas Barcelona.

4. Sergio Ramos

Sergio Ramos

Sergio Ramos menunjukkan bahwa dia masih membutuhkan Madrid. Terbukti kembalinya Ramos dari cedera lutut membantu Madrid mengalahkan Barcelona. Tak hanya jago mengatur pertahanan, suami dari Pilar Rubio ini juga aktif membantu serangan.

BACA JUGA: Cristiano Ronaldo mengomentari hasil pertandingan Barcelona vs Real Madrid

Terbukti di menit 62 Madrid mendapat hadiah penalti setelah Ramos dijatuhkan oleh bek Barcelona Clement Lenglet di kotak terlarang. Ramos yang menjadi algojo berhasil menjalankan tugasnya dengan baik, sekaligus membuat Madrid menang 2-1 atas Barcelona. Pada akhirnya, Modric mencetak gol di masa injury time sekaligus membuat Madrid menang 3-1 atas Barcelona.

READ  Batalkan melatih AC Milan, Ralf Rangnick: Ini keputusan paling bijak

3. Thibaut Courtois

Thibaut Courtois

Thibaut Courtois seperti momok bagi Lionel Messi. Sejak datang ke Santiago Bernabeu pada musim panas 2018 lalu, penjaga gawang Belgia itu tak mampu membobol gawang Messi, termasuk di laga semalam. Dalam laga semalam, Courtois menyelamatkan tiga peluang emas Barcelona.

Dari tiga peluang tersebut, salah satunya dilakukan oleh Lionel Messi, yakni melalui tembakan kaki kanan dari dalam kotak penalti. Namun, eks kiper Chelsea itu dengan sigap menggagalkan gawang Messi.

2. Performa buruk Lionel Messi

Barcelona

Messi gagal menjadi sosok antagonis bagi pertahanan Madrid. Pasalnya, top skor El Clasico sepanjang masa dibuat tanpa ragu oleh Sergio Ramos dan kawan-kawan.

Ironisnya, pertandingan ini kemungkinan besar akan menjadi El Clasico terakhir Messi di Estadio Camp Nou. Pasalnya, pada musim panas 2021, Messi berpotensi hengkang dari Barcelona, ​​klub tempatnya bermain sejak 2000.

1. Menyelamatkan nasib Zinedine Zidane

Zinedine Zidane

Sebelum laga Barcelona vs Madrid digelar, nama Zidane sempat ramai dibicarakan. Jika Madrid kalah di laga El Clasico ini, Zidane bakal dipecat. Manajemen Madrid menurut kabar AS telah menyiapkan dua nama untuk menggantikan Zidane, yakni Raul Gonzalez dan Mauricio Pochettino.

Namun, kabar di atas membuat Karim Benzema dan kawan-kawan siap tampil mati-matian demi sang pelatih. Benar saja, personel Madrid tampil militan sehingga menang 3-1 atas Barcelona.

Kemenangan ini otomatis membuat isu pemecatan Zidane langsung sirna. Apalagi berkat kemenangan ini, Madrid langsung naik ke puncak klasemen Liga Spanyol 2020-2021 dengan koleksi 13 poin, unggul satu poin dari Atletico Madrid di posisi kedua.

Continue Reading

Olahraga

Gila! Ajax Menang 13-0 atas VVV

Published

on

Jakarta

Skor gila dibuat saat Ajax menghadapi VVV lebih lanjut Liga Belanda. Ajax menang 13-0 dalam pertandingan itu dan mencetak rekor.

Ajax bertandang ke Stadion Covebo De Koel, Sabtu (24/10/2020) malam WIB, pada pekan keenam Liga Belanda. Ajax sudah unggul 4-0 di babak pertama berkat Jurgen Ekkelenkamp, ​​dua gol dari Lassina Traore, dan satu gol dari Dusan Tadic.

Sembilan gol lainnya dicetak oleh Ajax di babak kedua. Traore mencetak tiga gol lagi dalam periode ini, kemudian Klaas Jan Huntelaar mencetak dua gol, dan Antony, Ekkelenkamp, ​​Daley Blind dan Lisandro Martinez masing-masing menyumbang satu sama lain.

Berkat kemenangan tersebut, Ajax menjadi tim pertama yang mencetak 13 gol dalam satu pertandingan Liga Belanda. Mereka memecahkan rekor mereka sendiri pada Mei 1972 dengan kemenangan 12-1 atas Vitesse.

Sementara itu, Lassina Traore menjadi pemain Ajax pertama yang mencetak lima gol dalam pertandingan liga setelah Marco van Basten pada 1985. Ia juga menjadi pemain pertama yang mencetak tiga assist dalam satu pertandingan sejak Frenkie de Jong pada 2017.

Kemenangan tersebut menempatkan Ajax di puncak klasemen Liga Belanda dengan 15 poin dari enam pertandingan.

Menonton video “Liga Belanda ditangguhkan, Ajax gagal menang
[Gambas:Video 20detik]
(mentah / pur)


READ  Batalkan melatih AC Milan, Ralf Rangnick: Ini keputusan paling bijak
Continue Reading

Trending