Connect with us

Berita Teratas

Antara Antiseptik dan Disinfektan, Mana yang Lebih Efektif dalam Memberantas Virus Corona?

Published

on

Antiseptik dan disinfektan sama-sama membunuh mikroorganisme, dan banyak orang menggunakan istilah tersebut secara bergantian. Untuk menambah kebingungan, antiseptik terkadang disebut sebagai disinfektan kulit.

Tetapi ada perbedaan besar antara antiseptik dan desinfektan. Antiseptik diaplikasikan ke tubuh, sedangkan disinfektan diaplikasikan ke permukaan atau benda mati, seperti meja dan gagang pintu. Dalam pengaturan pembedahan, misalnya, dokter akan mengoleskan antiseptik ke situs bedah di tubuh seseorang dan menggunakan disinfektan untuk mensterilkan meja operasi.

Antiseptik dan desinfektan mengandung bahan kimia yang terkadang disebut biosida. Hidrogen peroksida adalah contoh bahan umum dalam antiseptik dan disinfektan. Namun, antiseptik biasanya mengandung konsentrasi biosida yang lebih rendah daripada disinfektan.

Jadi yang membedakan antiseptik dan desinfektan hanya di tempat kita mengaplikasikannya. Dan terlihat jelas bahwa disinfektan lebih berbahaya daripada antiseptik. Kandungan kimiawi dalam cairan desinfektan dibuat sedemikian rupa untuk mensterilkan suatu benda dari bakteri atau kuman. Cairan desinfektan juga tidak dianjurkan untuk digunakan pada kulit, melainkan antiseptik.

(Deskhila Wijaya)

READ  Wanita yang memalsukan kematian untuk menghindari penjara ditemukan bersembunyi di lemari
Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Teratas

KESABARAN DULU, Bioskop di Pekanbaru Masih Belum Diizinkan Beroperasi

Published

on

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU – Meskipun bioskop di sejumlah kota di Indonesia mulai beroperasi, bioskop di Pekanbaru masih belum buka lagi.

Pengelola bioskop di Kota Pekanbaru hingga kini belum diizinkan menjalankan bisnis di tengah pandemi Covid-19.

Apalagi hingga saat ini angka peningkatan kasus COVID-19 di Pekanbaru dan Riau secara umum masih tinggi dan menjadi perhatian pemerintah pusat.

Sekretaris Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM-PTSP) Kota Pekanbaru F Rudi Misdian mengatakan larangan tersebut bioskop untuk beroperasi sesuai dengan arahan dari Pemerintah Pusat.

“Jadi dari pusat belum diperbolehkan. Pusat minta tunggu, jangan beroperasi dulu,” kata Rudi Misdian kepada tribunpekanbaru.com, Minggu (24/10/2020).

Larangan itu disampaikan Rudi bioskop beroperasi juga mengingat penyebaran wabah yang tinggi Covid-19 di Pekanbaru dan Riau, tentunya.

“Karena (penyebaran) virus corona terus meningkat, itulah salah satu penyebab bioskop belum diizinkan beroperasi,” jelasnya.

Baca juga: Tonton Streaming Film Story of Kale: When Someones in Love di bioskop Online

Baca juga: Ada kekhawatiran akan timbul cluster baru virus corona, wacana pembukaan kembali bioskop harus ditunda.

Meski belum diizinkan beroperasi, Rudi mengatakan sudah ada 7 pengelola bioskop yang mengajukan izin operasional dan semuanya sudah diproses.

“Memang ada 7 izin operasional yang sedang kita proses. Hanya saja untuk bisa beroperasi kita harus menunggu arahan dari pusat. Jadi meski izin sudah diproses, sampai sekarang belum ada yang beroperasi,” ujarnya. .

Seperti yang diketahui bioskop sendiri belum terbuka sejak wabah covid pandemi melanda Indonesia awal tahun lalu hingga sekarang.

Continue Reading

Berita Teratas

5 Risiko Makan Terlalu Banyak Telur, Bisakah Penyebab Diabetes?

Published

on

LENGKONG, AYOBANDUNG.COM Telur merupakan makanan yang cukup lengkap untuk kesehatan. Selain mengandung banyak protein, telur mengandung karbohidrat dan 8 jenis asam amino yang bermanfaat bagi tubuh, terutama bagi anak-anak yang masih dalam masa pertumbuhan.

Telur juga menjadi salah satu makanan favorit orang Indonesia. Telur seperti telur ayam, bisa direbus, telur dadar dan daging sapi. Namun telur yang dikonsumsi dalam jumlah banyak justru tidak bermanfaat bagi kesehatan, karena salah satunya menyebabkan penyakit diabetes.

Berikut beberapa risiko makan terlalu banyak telur.

1. Meningkatkan kolesterol

Satu telur mengandung sekitar 185 mg kolesterol. Konsumsi 6 butir telur per minggu adalah jumlah maksimal yang diperbolehkan. Namun, jumlah tersebut juga harus diimbangi dengan olahraga.

2. Pemicu diabetes

Kandungan lemak pada telur juga bisa memicu penyakit diabetes, terutama pada wanita. Menurut penelitian, makan telur ayam setiap hari menempatkan pria pada risiko 55% terkena diabetes tipe 2. Sedangkan pada wanita, risikonya 77% lebih besar dibandingkan pada pria.

3. Jerawat

Meskipun tidak langsung menyebabkan jerawat, telur dapat memperburuk jerawat pada beberapa orang. Pola makan yang kaya akan daging dan produk daging, termasuk telur, biasanya mengandung karbohidrat olahan dan makanan olahan yang dapat meningkatkan peradangan dalam tubuh.

4. Ketidakseimbangan hormonal

Pada telur anorganik, burung biasanya disuntik dengan hormon. Hormon-hormon tersebut dapat mengganggu aktivitas hormonal dalam tubuh Anda. Makan banyak telur memudahkan hormon Anda berfluktuasi. Terutama pada wanita. Konsumsi protein hewani harus diatur dengan lebih banyak sayuran dan buah-buahan untuk mengimbangi efek samping.

5. Penambahan berat badan

Telur mengandung 75 kalori per telur. Jika Anda makan telur orak-arik untuk sarapan dengan tiga butir telur, itu berarti Anda mendapatkan 225 kalori. Telur yang tinggi kalori bisa membuat Anda bertambah gemuk, seperti dilansir dari Halluchat. (Aufa Fadel)

READ  Sayangnya bahwa pengunjuk rasa yang tidak berpendidikan 'berkembang biak'

Continue Reading

Berita Teratas

Dorong Daya Beli, Pemerintah Percepat Pencairan Bantuan Subsidi Gaji

Published

on


BATAMCLICK.COM, Pemerintah melalui Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN) akan terus mempercepat proses pencairan Program Bantuan Gaji / Subsidi Upah hingga mencapai 100 persen pada akhir tahun 2020.

Hingga Senin (19/10), total penerima Program Bantuan Subsidi Gaji / Upah telah mencapai 12,16 juta penerima atau 98 persen dari total data 12,4 juta calon penerima Bantuan Subsidi Upah (BSU). Melalui Kementerian Ketenagakerjaan, program Bantuan Gaji / Subsidi Upah telah disalurkan dalam beberapa tahap dengan perincian sebagai berikut.

● Tahap I menerima 2,48 juta penerima
● Tahap II menerima 2,98 juta penerima
● Tahap III mendistribusikan 3,47 juta penerima
● Tahap IV mendistribusikan 2,62 juta penerima
● Tahap V mendistribusikan 602 ribu penerima

Persyaratan yang dibutuhkan calon penerima Bantuan Gaji / Subsidi Upah relatif sederhana, antara lain WNI, memiliki NIK, peserta BPJS Ketenagakerjaan hingga Juni 2020, memiliki gaji di bawah Rp5 juta dan memiliki rekening bank yang aktif.

Besarnya subsidi yang diterima Rp 600 ribu per bulan per pekerja selama empat bulan, atau Rp 2,4 juta per orang. Skema pencarian atau transfer dana akan diberikan setiap dua bulan ke rekening masing-masing peserta. (tikar)

sumber: detik.com

READ  Madonna memposting video putranya menari, tetapi itu tidak mengakhiri rasisme
Continue Reading

Trending