Connect with us

Ilmu

9 Metode Penelitian Menurut Para Ahli

Published

on

NKRIKU.COM – Dalam menyusun penelitian tidak lepas dari metode penelitian yang digunakan. Menurut Prof. Sutrisno Hadi MA dalam buku Educational Research Methodology (2005), penelitian adalah suatu usaha untuk menemukan, mengembangkan, dan menguji kebenaran pengetahuan. Oleh karena itu, metode penelitian yang digunakan juga harus ilmiah dan sesuai dengan fakta di lapangan. Metode penelitian adalah ilmu yang menjelaskan bagaimana suatu penelitian dilakukan.

Ada beberapa metode penelitian yang tepat yang dapat digunakan untuk memahami objek yang dipandang secara ilmiah guna mencapai tujuan dan hasil yang diharapkan. Dilansir dari berbagai sumber, berikut jenis metode penelitian menurut para ahli.

Metode penelitian deskriptif
Mengutip buku Konstruksi Menuju Penelitian Deskriptif (2000) karya Widodo, Erna dan Mukhtar, penelitian deskriptif adalah metode penelitian yang digunakan untuk memperjelas fenomena sosial melalui berbagai variabel penelitian yang saling berkaitan satu sama lain. Dengan menggunakan metode penelitian deskriptif, peneliti tidak perlu menggunakan hipotesis karena proses pengujian dan penulisan hasil dilakukan setelah terjun langsung ke lapangan. Metode penelitian eksperimental
Mengutip buku Metodologi Penelitian (1985) karya Sutrisno Hadi, penelitian eksperimen adalah penelitian yang dilakukan untuk mengetahui akibat dari suatu perlakuan yang sengaja diberikan oleh peneliti. Oleh karena itu, metode penelitian ini memerlukan perbandingan antara sebelum dan sesudah penelitian diujicobakan. Metode penelitian kualitatif
Mengutip buku Quantitative Research Methods Quantitative and R&D (1995) karya Johnson David Williams dan Frank P Johnson, penelitian kualitatif merupakan upaya peneliti untuk mengumpulkan data berdasarkan setting alam. Tentunya karena dilakukan secara alami atau natural, maka hasil penelitiannya juga bersifat ilmiah dan dapat dipertanggungjawabkan. Metode ini menekankan pada kualitas gambar yang jernih menurut analisis. Metode penelitian kuantitatif
Mengutip dari buku Pengantar Metodologi Penelitian (2020) karya Qomariyatus Sholihah, penelitian kualitatif adalah proses mengamati atau mengamati objek secara mendalam dengan menggunakan pengalaman sebagai dasar analisisnya. Metode ini sering digunakan dalam penelitian ilmu sosial. Metode penelitian expo facto
Menurut buku Metode Penelitian Pendekatan Kuantitatif Pendidikan, Kualitatif, dan R&D (2013) oleh Sugiyono, metode expo facto adalah penelitian yang bertujuan untuk menemukan suatu masalah yang memungkinkan terjadinya perubahan perilaku, fenomena yang disebabkan oleh peristiwa dan perilaku atau hal-hal yang berdampak. dalam perubahan. pada variabel bebas yang telah terjadi secara keseluruhan. Metode penelitian sejarah
Menurut buku Pengantar Penelitian Ilmiah karya Tarsito, Surakhmad, Winarno (2003), metode Historis adalah metode penelitian yang meliputi pengumpulan data dan interpretasi gejala-gejala peristiwa yang timbul pada masa lampau yang secara kritis menggambarkan seluruh kebenaran peristiwa atau fakta untuk membantu mencari tahu apa yang harus dilakukan. metode penelitian korelasional masa depan
Menurut buku How to Design and Evaluate research in Education (2008) oleh Faenkel, JR dan Wallen, NE, metode penelitian korelasional atau korelasional adalah studi untuk menentukan hubungan dan tingkat hubungan antara dua variabel atau lebih tanpa ada upaya untuk mempengaruhi variabel agar tidak terjadi manipulasi variabel. Penelitian korelasional memiliki hubungan antara dua variabel atau lebih yang bersifat kuantitatif. Metode penelitian survei
Melansir dari buku berjudul Geography Research Methods (1997) karya Moh Pabundu Tika, metode survei merupakan metode penelitian yang bertujuan untuk mengumpulkan data dalam jumlah besar berupa variabel, unit atau individu sekaligus, data dikumpulkan melalui individu. atau sampel fisik tertentu dengan tujuan dapat menggeneralisasikan apa yang sedang dipelajari. Variabel yang dikumpulkan bisa berupa fisik atau sosial. Evaluasi metode penelitian
Melansir dari buku Educational Research Methods (2009) karya Sukmadinata, NS metode evaluasi merupakan kegiatan mengumpulkan informasi tentang bekerjanya sesuatu, yang kemudian digunakan untuk menentukan alternatif yang tepat dalam mengambil keputusan.

READ  Konjungsi Jupiter dan Saturnus akan kembali pada akhir tahun ini

Itulah jenis-jenis metode penelitian.

Kontributor : Lolita Valda Claudia

Baca juga:
Langkah-Langkah Mempersiapkan Proposal Penelitian: Cara Membuat dan Menulis

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ilmu

Pemandangan Kawah di Bulan dengan Resolusi Tertinggi

Published

on

Para ilmuwan mampu mendapatkan pemandangan Kawah Tycho berukuran 1,4 miliar piksel.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Teknologi radar tak hanya digunakan untuk melacak pesawat. Teknologi ini juga dapat digunakan untuk melakukan sejumlah pengukuran astronomi, mulai dari rotasi Planet Venus hingga gambar objek luar biasa di luar angkasa.

Para ilmuwan menggunakan radar berteknologi tinggi untuk menampilkan foto-foto Bulan. Dengan teknologi ini, para ilmuwan bisa mendapatkan melihat Kawah Tycho 1,4 miliar piksel dalam ukuran. Foto ini menunjukkan sisi menonjol yang terletak di dataran tinggi bulan selatan.

Gambar tersebut mencakup area seluas 200 kali 175 kilometer (124 kali 108 mil), sesuai dengan ukuran penuh Tycho yang membentang sejauh 86 kilometer (53 mil). Gambar ini merupakan gambar bulan dengan resolusi tertinggi yang pernah dicapai.

Gambar yang luar biasa itu kemungkinan menggunakan Green Bank Telescope (GBT) dan teknologi yang disebut Syntheyic Aperture Radar (SAR). Teleskop radio yang sepenuhnya dapat dikontrol secara global, mengirimkan sinyal yang memantul dari permukaan Bulan dan kembali ke Bumi saat diterima, disimpan, dan dianalisis menjadi gambar penuh.

“Ini adalah gambar radar aperture sintetis terbesar yang kami hasilkan hingga saat ini dengan bantuan mitra kami di Raytheon,” kata Direktur Observatorium Astronomi Radio Nasional Tony Beasly dan presiden Radio Astronomi Wakik di Associated Universitiew Inc dalam sebuah pernyataan. ilmu pengetahuan, Selasa (28/9).

Dia menambahkan bahwa sekarang lebih banyak pekerjaan terbentang di depan untuk meningkatkan gambar-gambar ini. Kami dapat membagikan lebih banyak gambar dari proyek ini dalam waktu dekat. Tim berharap dapat menunjukkan bahwa karya inovatif ini dapat melakukan lebih dari apa yang telah mereka tunjukkan sejauh ini.

“Data radar seperti ini belum pernah direkam sebelumnya pada jarak atau resolusi ini,” kata Galen Watts, seorang insinyur di Green Bank Oservatory.

Ia menambahkan, hal ini telah dilakukan sebelumnya pada jarak beberapa ratus kilometer tetapi tidak ratusan ribu kilometer dari proyek ini dan tidak pada resolusi tinggi sekitar 1 meter pada jarak ini. Semuanya membutuhkan banyak waktu komputasi. Sekitar 10 tahun yang lalu, butuh komputasi berbulan-bulan untuk mendapatkan satu gambar dari receiver dan mungkin satu tahun atau lebih dari itu.

Pendekatan ini suatu hari nanti dapat digunakan untuk membuat peta radio dunia yang jauh dan lebih jauh, seperti bulan-bulan raksasa gas. Tidak hanya itu, gambar Tycho adalah yang pertama dari banyak gambar yang akan dirilis dalam beberapa bulan ke depan.

READ  Past Venus, Misi Pengorbit Surya Semakin Dekat ke Halaman Matahari

Continue Reading

Ilmu

2021 PH27, Asteroid Tercepat Di Tata Surya

Published

on

Kecepatan gerak orbit 2021 PH27 juga mencapai 106 km per detik pada fase perihelionnya.

JAKARTA – Baru-baru ini, para peneliti telah menemukan asteroid dengan periode orbit tercepat di tata surya. Asteroid itu adalah 2021 PH27.

Mengutip laman Pendidikan Sains Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN), PH27 2021 pertama kali ditemukan oleh astronom Scott Sheppard yang bekerja di Carnegie Institution for Science (CIS) menggunakan instrumen Dark Energy Camera (DEC).

DEC adalah instrumen multiguna yang dapat menangkap gambar objek di alam semesta dengan rentang frekuensi yang luas seperti ultraviolet dekat, cahaya tampak, dan inframerah dekat.

Instrumen ini dipasang pada Teleskop 4-Meter Victor M. Blanco di Cerro Tololo Inter-American Observatory, Chili. Berdasarkan data JPL Small-Body Database Browser (SBDB) NASA, kecepatan asteroid 2021 PH27 mengorbit matahari adalah 114,48 hari.

Panjang periode orbit ini sedikit lebih panjang jika dibandingkan dengan Merkurius yang mampu mengorbit matahari hanya selama 88 hari.

Dikategorikan memiliki periode orbit cepat karena orbit 2021 PH27 lebih lonjong dari Merkurius. Jika elongasi orbit Merkurius adalah 0,21; Perpanjangan orbit PH27 2021 adalah 0,71 atau hampir 3,5 kali lebih oval dari orbit Merkurius. Kecepatan gerak orbit 2021 PH27 juga mencapai 106 km per detik pada fase perihelionnya.

Perlu diketahui, 2021 PH27 termasuk dalam keluarga asteroid Atira, yaitu asteroid yang orbitnya berada di dalam orbit Bumi. Jadi keluarga asteroid Atira juga disebut sebagai Interior Earth Object. Ini karena jarak aphelion—titik terjauh objek dari Matahari—asteroid lebih kecil dari jarak aphelion Bumi.

Asteroid 2021 PH27 memiliki jarak aphelion 117.983.472 km. Sedangkan jarak perihelion atau titik terdekat benda dengan Matahari adalah 20.067.388 km. Juga, asteroid ini mengorbit Matahari pada kemiringan orbit 31,66 derajat terhadap ekliptika. Asteroid ini akan mencapai perihelion pada 7 Oktober.

READ  Konjungsi Jupiter dan Saturnus akan kembali pada akhir tahun ini

Untuk ukurannya, asteroid 2021 PH27 diperkirakan berdiameter 1 km, yang diperoleh dari skala magnitudo atau kecerahan mutlak 17,73 dan memantulkan kembali 15% cahaya matahari yang diterima asteroid.

Meskipun berukuran 1 km, 2021 PH27 tidak termasuk dalam kelompok objek yang berpotensi bahaya karena jarak perpotongan orbit minimum jika diukur dari Bumi adalah 0,227 sa (34 juta kilometer) lebih besar dari MOOD Bumi minimum untuk PHO sebesar 0,05 sa (7, 5 juta kilometer).

Continue Reading

Ilmu

Teleskop Hubble Menemukan Enam Galaksi Mati

Published

on

Galaksi mati pada awal pembentukan alam semesta.

REPUBLIKA.CO.ID, FLORIDA — Para astronom yang menggunakan Teleskop Luar Angkasa Hubble dan Atacama Large Millimeter/Submillimeter Array (ALMA) menemukan enam galaksi awal (sekitar 3 miliar tahun setelah Big Bang). Galaksi ini “mati” karena kehabisan hidrogen suhu yang dibutuhkan untuk pembentukan bintang.

“Ini adalah periode puncak untuk kelahiran bintang, jadi hilangnya hidrogen adalah sebuah misteri,” kata pemimpin peneliti Kate Whitaker. Engadget, Selasa (28/9).

Tim menemukan galaksi berkat lensa gravitasi yang kuat, menggunakan gugus galaksi untuk membelokkan dan memperbesar cahaya dari semesta awal.

Hubble mengidentifikasi di mana bintang-bintang terbentuk di masa lalu. Sementara itu, ALMA mendeteksi debu dingin (pengganti hidrogen) untuk menunjukkan di mana bintang akan terbentuk jika bahan yang diperlukan ada.

Galaksi diyakini telah berkembang sejak saat itu, tetapi tidak melalui penciptaan bintang. Sebaliknya, mereka tumbuh dengan bergabung dengan galaksi dan gas kecil lainnya.

Temuan ini merupakan bukti kekuatan gabungan Hubble dan ALMA. Pada saat yang sama, temuan ini menggarisbawahi keterbatasan teknologi dan pemahaman manusia dengan mengajukan sejumlah pertanyaan.

Whitaker mencatat bahwa para ilmuwan tidak tahu mengapa galaksi mati begitu cepat, atau apa yang terjadi untuk memotong bahan bakar.

READ  4 Teori Tentang Bagaimana Bulan Bisa Terbentuk Seperti Sekarang
Continue Reading

Trending