Connect with us

Berita Teratas

8 Makanan yang Harus Dihindari untuk Kekebalan Tubuh yang Kuat

Published

on

Jakarta, CNN Indonesia –

Berbicara tentang kekebalan tubuh tak ada habisnya. Sistem imun penting untuk menjaga kesehatan tubuh dan terhindar dari berbagai penyakit. Beberapa makanan perlu dihindari agar daya tahan tubuh tetap kuat.

Selain aktivitas fisik dan tidur yang cukup, makanan juga menjadi kunci untuk menjaga kesehatan sistem kekebalan tubuh. Apa yang Anda makan akan memengaruhi kemampuan tubuh Anda untuk menghasilkan sel-sel kekebalan.

Beberapa makanan seperti sayur dan buah diketahui bagus untuk menjaga daya tahan tubuh. Namun, beberapa makanan lain harus dihindari karena kandungan gizinya yang tidak seimbang.


Berikut beberapa makanan yang harus dihindari untuk kesehatan sistem kekebalan tubuh Makan ini.

1. Permen

Rasa manis dari permen seringkali menjadi camilan yang asyik di sela-sela aktivitas. Namun, permen bisa berdampak pada sistem kekebalan Anda.

Permen kaya akan gula rafinasi. Sejumlah penelitian menemukan bahwa gula rafinasi dapat meningkatkan penanda peradangan pada tubuh. Peradangan dalam jumlah tinggi dalam tubuh dapat berdampak negatif pada sistem kekebalan.

Alih-alih mengunyah permen, Anda disarankan untuk makan buah beri manis alami. Buah beri juga kaya vitamin dan antioksidan yang melawan peradangan.

2. Soda

Sama seperti permen, minuman bersoda atau minuman manis kemasan lainnya mengandung gula dan kalori yang tinggi. Keduanya tidak memberikan nutrisi apapun bagi tubuh. Konon, minuman tanpa tambahan gula adalah pilihan terbaik untuk membangun sistem kekebalan tubuh.

Asupan minuman bersoda dan minuman manis yang tinggi berisiko menambah berat badan dan memicu obesitas. Mereka yang kelebihan berat badan berisiko tinggi mengalami penekanan fungsi sistem kekebalan.

Alih-alih minuman dalam kemasan, Anda disarankan untuk mengonsumsi jus buah yang sehat. Jus buah delima bisa jadi pilihan. Delima kaya akan antioksidan yang mampu melawan radikal bebas yang dapat merusak sel tubuh.

READ  Kelompok NJ untuk polisi kulit hitam kecewa karena ditinggalkan dalam pembicaraan reformasi kepolisian
Ilustrasi. Kandungan gula dan kalori yang tinggi membuat minuman bersoda harus dihindari demi menjaga daya tahan tubuh agar tetap kuat. (kaicho20 / Pixabay)

3. Alkohol

Hindari minuman beralkohol jika Anda tidak ingin merasa tidak enak badan di hari-hari berikutnya. Konsumsi minuman beralkohol dalam batas yang disarankan, yaitu tidak lebih dari satu gelas sehari untuk wanita, atau dua gelas sehari untuk pria.

Ahli gizi Patricia Bannan mengatakan bahwa alkohol dapat mengganggu jalur kekebalan tubuh serta mengganggu pola tidur. Kondisi ini pada akhirnya akan membuat daya tahan tubuh menurun.

4. Minuman energi

Minuman energi tidak ada gunanya jika Anda tetap tidak mendapatkan kualitas tidur. Alih-alih bermanfaat, minuman berenergi justru bisa memengaruhi sistem kekebalan tubuh.

Selain mengandung gula dan soda, minuman energi juga memiliki kandungan kafein yang jauh lebih tinggi. Asupan kafein yang berlebihan dapat meningkatkan peradangan pada tubuh.

Daripada mengandalkan minuman energi agar tetap bugar saat beraktivitas, Anda disarankan untuk lebih fokus untuk mendapatkan tidur yang berkualitas di malam hari.

5. Goreng

Betapapun enaknya gorengan, gorengan bukanlah pilihan terbaik untuk mendukung sistem kekebalan tubuh. Kandungan lemak yang sangat tinggi dapat mempengaruhi sistem kekebalan tubuh.

“Makanan yang digoreng cenderung tinggi lemak yang dapat menekan sistem kekebalan Anda,” kata Bannan. Diet tinggi lemak diketahui berdampak negatif pada mikrobioma usus, yang berperan penting dalam memproduksi sel kekebalan.

Alih-alih menggoreng, Anda disarankan untuk mengolah makanan dengan cara memanggangnya.

6. Makanan cepat saji

Bukan rahasia lagi, fast food jelas tidak baik untuk kesehatan. Makanan cepat saji kaya akan kalori, lemak jenuh, natrium dan gula yang tidak ideal untuk melindungi sistem kekebalan tubuh.

READ  'Merusak polisi' adalah 'salah satu slogan terburuk'

Selain berdampak jangka panjang pada sistem kekebalan tubuh, makanan cepat saji juga dapat meningkatkan risiko diabetes tipe 2 dan gangguan jantung.

7. Natrium

Menghindari natrium bukanlah perkara mudah. Namun, setidaknya batasi asupan garam Anda. Pasalnya, hampir semua makanan mengandung natrium.

Selain dapat meningkatkan tekanan darah, asupan natrium yang tinggi juga dapat menekan fungsi kekebalan tubuh.

Bannan menganjurkan agar Anda memilih makanan kemasan dengan kandungan natrium tidak lebih dari 600 mg.

8. Es krim

Es krim bisa menenangkan dahaga di sore yang panas. Namun, es krim tinggi lemak jenuh dan gula, yang bisa memicu peradangan.

“Es krim bisa mengandung gula enam kali lebih banyak dari yang seharusnya Anda konsumsi sepanjang hari,” kata Bannan.

Alih-alih es krim, Anda disarankan mengonsumsi yogurt tanpa rasa atau kefir. Keduanya meningkatkan kesehatan usus yang merupakan lokasi utama pembuatan sel kekebalan.

(asr)

[Gambas:Video CNN]

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Teratas

KESABARAN DULU, Bioskop di Pekanbaru Masih Belum Diizinkan Beroperasi

Published

on

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU – Meskipun bioskop di sejumlah kota di Indonesia mulai beroperasi, bioskop di Pekanbaru masih belum buka lagi.

Pengelola bioskop di Kota Pekanbaru hingga kini belum diizinkan menjalankan bisnis di tengah pandemi Covid-19.

Apalagi hingga saat ini angka peningkatan kasus COVID-19 di Pekanbaru dan Riau secara umum masih tinggi dan menjadi perhatian pemerintah pusat.

Sekretaris Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM-PTSP) Kota Pekanbaru F Rudi Misdian mengatakan larangan tersebut bioskop untuk beroperasi sesuai dengan arahan dari Pemerintah Pusat.

“Jadi dari pusat belum diperbolehkan. Pusat minta tunggu, jangan beroperasi dulu,” kata Rudi Misdian kepada tribunpekanbaru.com, Minggu (24/10/2020).

Larangan itu disampaikan Rudi bioskop beroperasi juga mengingat penyebaran wabah yang tinggi Covid-19 di Pekanbaru dan Riau, tentunya.

“Karena (penyebaran) virus corona terus meningkat, itulah salah satu penyebab bioskop belum diizinkan beroperasi,” jelasnya.

Baca juga: Tonton Streaming Film Story of Kale: When Someones in Love di bioskop Online

Baca juga: Ada kekhawatiran akan timbul cluster baru virus corona, wacana pembukaan kembali bioskop harus ditunda.

Meski belum diizinkan beroperasi, Rudi mengatakan sudah ada 7 pengelola bioskop yang mengajukan izin operasional dan semuanya sudah diproses.

“Memang ada 7 izin operasional yang sedang kita proses. Hanya saja untuk bisa beroperasi kita harus menunggu arahan dari pusat. Jadi meski izin sudah diproses, sampai sekarang belum ada yang beroperasi,” ujarnya. .

Seperti yang diketahui bioskop sendiri belum terbuka sejak wabah covid pandemi melanda Indonesia awal tahun lalu hingga sekarang.

Continue Reading

Berita Teratas

5 Risiko Makan Terlalu Banyak Telur, Bisakah Penyebab Diabetes?

Published

on

LENGKONG, AYOBANDUNG.COM Telur merupakan makanan yang cukup lengkap untuk kesehatan. Selain mengandung banyak protein, telur mengandung karbohidrat dan 8 jenis asam amino yang bermanfaat bagi tubuh, terutama bagi anak-anak yang masih dalam masa pertumbuhan.

Telur juga menjadi salah satu makanan favorit orang Indonesia. Telur seperti telur ayam, bisa direbus, telur dadar dan daging sapi. Namun telur yang dikonsumsi dalam jumlah banyak justru tidak bermanfaat bagi kesehatan, karena salah satunya menyebabkan penyakit diabetes.

Berikut beberapa risiko makan terlalu banyak telur.

1. Meningkatkan kolesterol

Satu telur mengandung sekitar 185 mg kolesterol. Konsumsi 6 butir telur per minggu adalah jumlah maksimal yang diperbolehkan. Namun, jumlah tersebut juga harus diimbangi dengan olahraga.

2. Pemicu diabetes

Kandungan lemak pada telur juga bisa memicu penyakit diabetes, terutama pada wanita. Menurut penelitian, makan telur ayam setiap hari menempatkan pria pada risiko 55% terkena diabetes tipe 2. Sedangkan pada wanita, risikonya 77% lebih besar dibandingkan pada pria.

3. Jerawat

Meskipun tidak langsung menyebabkan jerawat, telur dapat memperburuk jerawat pada beberapa orang. Pola makan yang kaya akan daging dan produk daging, termasuk telur, biasanya mengandung karbohidrat olahan dan makanan olahan yang dapat meningkatkan peradangan dalam tubuh.

4. Ketidakseimbangan hormonal

Pada telur anorganik, burung biasanya disuntik dengan hormon. Hormon-hormon tersebut dapat mengganggu aktivitas hormonal dalam tubuh Anda. Makan banyak telur memudahkan hormon Anda berfluktuasi. Terutama pada wanita. Konsumsi protein hewani harus diatur dengan lebih banyak sayuran dan buah-buahan untuk mengimbangi efek samping.

5. Penambahan berat badan

Telur mengandung 75 kalori per telur. Jika Anda makan telur orak-arik untuk sarapan dengan tiga butir telur, itu berarti Anda mendapatkan 225 kalori. Telur yang tinggi kalori bisa membuat Anda bertambah gemuk, seperti dilansir dari Halluchat. (Aufa Fadel)

READ  Trump berjuang untuk menekan informasi yang tidak nyaman dengan buku Bolton dan coronavirus

Continue Reading

Berita Teratas

Dorong Daya Beli, Pemerintah Percepat Pencairan Bantuan Subsidi Gaji

Published

on


BATAMCLICK.COM, Pemerintah melalui Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN) akan terus mempercepat proses pencairan Program Bantuan Gaji / Subsidi Upah hingga mencapai 100 persen pada akhir tahun 2020.

Hingga Senin (19/10), total penerima Program Bantuan Subsidi Gaji / Upah telah mencapai 12,16 juta penerima atau 98 persen dari total data 12,4 juta calon penerima Bantuan Subsidi Upah (BSU). Melalui Kementerian Ketenagakerjaan, program Bantuan Gaji / Subsidi Upah telah disalurkan dalam beberapa tahap dengan perincian sebagai berikut.

● Tahap I menerima 2,48 juta penerima
● Tahap II menerima 2,98 juta penerima
● Tahap III mendistribusikan 3,47 juta penerima
● Tahap IV mendistribusikan 2,62 juta penerima
● Tahap V mendistribusikan 602 ribu penerima

Persyaratan yang dibutuhkan calon penerima Bantuan Gaji / Subsidi Upah relatif sederhana, antara lain WNI, memiliki NIK, peserta BPJS Ketenagakerjaan hingga Juni 2020, memiliki gaji di bawah Rp5 juta dan memiliki rekening bank yang aktif.

Besarnya subsidi yang diterima Rp 600 ribu per bulan per pekerja selama empat bulan, atau Rp 2,4 juta per orang. Skema pencarian atau transfer dana akan diberikan setiap dua bulan ke rekening masing-masing peserta. (tikar)

sumber: detik.com

READ  Black Lives Matter memprotes dan upacara peringatan George Floyd
Continue Reading

Trending