Connect with us

Olahraga

5 Penyebab Lyon Menyingkirkan Man City di Perempat Final Liga Champions: Okezone bola

Published

on

LISBON – Oylmpique Lyon memberikan kejutan dengan menyingkirkan Manchester City di Liga Champions 2019-2020. The Gones –julukan Lyon – menghentikan Man City di babak perempat final yang berlangsung di Stadion Alvalade, Minggu (16/8/2020) dini hari tadi.

Man City justru tampil begitu mendominasi jalannya pertandingan. Namun, Lyon berhasil meredam permainan Ilkay Gundogan dan kawan-kawan dengan sangat baik.

Melansi dari situs Sportskeeda, Minggu (16/8/2020), berikut 5 alasan sukses Lyon mengalahkan Manchester City di Liga Champions 2019-2020.

5. Rudi Garcia Menemukan Taktik yang Tepat


Garcia dan Lyon mendapatkan taktik yang tepat di pertandingan ini. Membentuk tiga bek di belakang dan bermain serangan balik hingga pergantian pemain membuat mereka berhasil meredam dominasi permainan lawan.

Pelatih berusia 64 tahun itu menurunkan formasi 3-5-2 untuk meredam Man City yang tampil dengan 4-3-3. Taktik bertahan dengan mengandalkan serangan balik dipilih untuk menang.

4. Keputusan Man City mendatangkan Nathan Ake dinilai terlalu lambat

Lini belakang harus menjadi fokus Manchester City sejak bursa transfer musim dingin kemarin. Kepergian seorang Vincent Kompany harus diganti dengan sosok yang tepat agar pertahanan tim tetap kokoh di musim ini.

Keputusan Pep Guardiola menunjuk Eric Garcia juga dinilai terlalu berisiko. Faktanya, Manchester Biru memiliki beberapa bek senior lagi seperti Nicolas Otamendi atau John Stones

3. Maxwel Cornet kembali menjadi momok lini belakang Man City

Maxwel Cornet juga menjadi salah satu pemain penting kesuksesan Lyon saat mengalahkan Man City di babak perempat final Liga Champions 2019-2020 dini hari tadi. Berkat golnya di babak pertama, pemain Lyon semakin percaya diri merebut satu tiket ke semifinal.

READ  5 pemain yang tampil baik dan buruk dalam pertandingan Juventus vs Barcelona: bola sepak

Maxwel sepertinya cukup paham dengan gol Manchester City. Pada pertemuan kedua tim musim lalu, pemain Pantai Gading itu juga berhasil mencetak beberapa gol ke gawang Ederson Moraes.

2. Format Pertandingan Hanya Satu Kaki

Tak bisa dipungkiri, keputusan UEFA melakoni laga di leg terakhir perempat final dan semifinal cukup berdampak pada permainan tim di lapangan.

Mereka harus membidik gawang secepatnya tapi juga dituntut untuk tidak melakukan kesalahan yang bisa berdampak besar pada hasil akhir.

1. Lyon Diuntungkan oleh Kompetisi Liga Prancis yang berakhir lebih awal

Faktor lain yang juga cenderung berpengaruh adalah keunggulan Lyon karena kompetisi Liga Prancis selesai lebih awal dibanding kompetisi lainnya. Seperti diketahui, sejak pandemi virus Corona menyerang daratan Prancis, pihak penyelenggara langsung memutuskan mengakhiri musim dan menunjuk PSG yang berada di peringkat teratas sebagai juara.

Keputusan ini tampaknya berdampak baik karena Lyon memiliki waktu yang cukup lama untuk melakukan persiapan yang lebih baik.


Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Olahraga

5 pemain yang tampil baik dan buruk dalam pertandingan Juventus vs Barcelona: bola sepak

Published

on

BARCELONA meraih poin penuh pada laga kedua Grup G Liga Champions 2020-2021. Blaugrana –julukan Barcelona – menang meyakinkan 2-0 atas Juventus di Allianz Stadium, Turin, Italia, Kamis (29/10/2020), dini hari WIB.

Kemenangan tersebut tidak berarti seluruh pemain Barcelona bermain bagus dalam pertandingan tersebut. Begitu pula Juventus, ada beberapa pemainnya yang tampil bagus saat kalah dari Barcelona. Berikut lima pemain yang tampil bagus dan buruk pada laga Juventus vs Barcelona Sportskeeda, Kamis (29/10/2020):

5. Alvaro Morata – Juventus (Bagus)


Striker Juventus, Alvaro Morata, menjadi momok bagi pertahanan Barcelona. Bagaimana tidak, tiga kali pemain Spanyol itu menjaringkan bola ke gawang Barcelona, ​​namun tidak dianggap sebagai gol karena offside.

Jika Morata tidak terjebak offside, aksinya akan membawa Juventus meraih tiga poin pada Kamis malam. Meski gagal mencetak gol, Morata tampil bagus sebagai ujung tombak Juventus.

4. Antoine Griezmann – Barcelona (Buruk)

Antoine Griezmann (Foto: Twitter / @ FCBarcelona)

Antoine Griezmann bermain sebagai penyerang tengah Barcelona melawan Juventus. Pertandingan itu menjadi kesempatan bagi Griezmann untuk membuktikan kualitasnya kepada pelatih Barcelona Ronald Koeman. Namun, dia tidak tampil maksimal.

Griezmann melewatkan beberapa peluang untuk memperbesar keunggulan Barcelona atas Juventus. Jika pemain Prancis itu lebih tajam di depan gawang lawan, Barcelona kemungkinan akan menang lebih dari 2-0.

3. Ousmane Dembele – Barcelona (Bagus)

Ousmane Dembele (Foto: Twitter / @ FCBarcelona)

Ousmane Dembele menjawab keyakinan Koeman dengan sangat baik. Dembele yang berposisi sebagai winger kanan kerap menimbulkan masalah di pertahanan Juventus.

Aksi Dembele di menit ke-14 bahkan membuka keunggulan Barcelona pada laga tersebut. Gol Dembele menjadi salah satu kunci Barcelona meraih tiga poin di Juventus.

2. Paulo Dybala – Juventus (Buruk)

READ  Taklukkan Liverpool, Arsenal Jadi Kolektor Community Shield Terbanyak ke-2

Paulo Dybala vs Frenkie de Jong (Foto: Twitter / @ juventusfc)

Paulo Dybala tak mampu mengangkat performa Juventus melawan Barcelona. Dybala yang diharapkan bisa menjadi sumber kreativitas Juventus justru tak berdaya di pertahanan Blaugrana.

Dybala nyaris tak terlihat sepanjang pertandingan. Pemain asal Argentina itu harus berbenah untuk menemukan permainan terbaiknya lagi jika tidak ingin ditempatkan di bangku cadangan oleh pelatih Juventus, Andrea Pirlo.

1. Lionel Messi – Barcelona (Bagus)

Lionel Messi (Foto: Twitter / @ FCBarcelona)

Kapten Barcelona, ​​Lionel Messi, menjadi salah satu sosok paling merepotkan pertahanan Juventus. Messi menunjukkan dirinya belum selesai dalam pertandingan melawan Juventus.

Pemain berusia 33 tahun itu membuat lima umpan kunci, menciptakan dua peluang besar, melewati enam lawan, dan memenangkan sembilan duel. Ia pun mencetak gol penalti di menit 90 + 1 untuk memastikan kemenangan 2-0 Barcelona atas Juventus. Messi kembali bersinar setelah tenggelam saat Barcelona kalah dari Real Madrid pada El Clasico di Liga Spanyol.

Continue Reading

Olahraga

Ronaldo Menghapus Komentar Miring terkait Hasil Tes COVID-19

Published

on

Jakarta

Cristiano Ronaldo sempat mengungkapkan kekesalannya dengan hasil tes COVID-19 di media sosial. Bintang penyelamatan Juventus sekarang telah dihapus.

Ronaldo awalnya dinyatakan positif COVID-19 pada tes 13 Oktober lalu saat dia bersama tim nasional Portugal. Sejak itu dia menjalani karantina di rumahnya di Turin.

Hasil tes kedua pekan lalu menyebutkan Cristiano Ronaldo masih positif terjangkit virus Corona sehingga tak bisa kembali beraksi di lapangan hijau. Di depan Juventus vs Barcelona Di ajang Liga Champions, Kamis (29/10/2020) dini hari WIB, ia menjalani tes ketiga.

Hasil tes PCR masih dinyatakan positif virus Corona. Cristiano Ronaldo yang kesal dan mengungkapkan kekesalannya di media sosial.

Cristiano Ronaldo kesal dengan hasil tes virus Corona. Foto: Instagram @cristiano

Pemain berusia 35 tahun itu mengunggah foto yang menunjukkan senyum lebar, bersama dengan teks yang mempertanyakan keakuratan hasil tes usap. Trennya, Ronaldo sudah menjalani masa karantina selama 14 hari sebagai orang tanpa gejala.

“Merasa sehat dan baik-baik saja. Forza Juve !,” Cristiano Ronaldo memulai, sebelum menambahkan kalimatnya dengan, “PCR IS BULL ****”.

Pernyataan Ronaldo sudah tidak ada lagi. Dia menghapusnya, padahal sebelumnya dia telah menerima komentar balasan seribu kali dan lebih dari lima ribu suka.

Tidak diketahui mengapa Ronaldo menghapus komentar yang mengungkapkan rasa frustrasinya. Kemungkinan besar, eks pemain Real Madrid itu akhirnya merasa pernyataan yang salah.

Absennya Ronaldo pada pertandingan tersebut kemudian menunda pertemuannya dengan Lionel Messi. Kedua pemain tersebut sebelumnya selalu bersaing ketat di LaLiga.

Menonton video “Ronaldo Positif Corona, Sang Kakak Pikirkan Penipuan
[Gambas:Video 20detik]
(ran / adp)


READ  Rossi tentang insiden MotoGP Austria: Saya pikir itu adalah helikopter
Continue Reading

Olahraga

Impian Tak Terpenuhi Khabib Nurmagomedov

Published

on


Jakarta

Khabib Nurmagomedov pensiun dari UFC. ‘The Eagle’ dapat mempertahankan sabuk juara ringan. Tapi, ada mimpi yang tidak jadi kenyataan.

UFC 254 di Fight Island, Abu Dhabi pada Minggu (25/10) kemarin merupakan oktagon terakhir Khabib Nurmagomedov. Pejuang asal Dagestan itu ditantang oleh Justin Gaethje.

Khabib mampu mengalahkan Justin Gaethje hanya dalam dua ronde. Lewat segitiga tersedak, Justin dibuat menyerah.

Khabib pun menutup karirnya dengan rekor kemenangan 29-0. Karena perintah ibunya untuk tidak berperang lagi setelah Abdulmanap (ayah Khabib) meninggal pada bulan Juli, Khabib menyatakan pengunduran dirinya.

Khabib Nurmagomedov memenangkan duel melawan Justin Gaethje (Zuffa LLC via Getty Images / Handout)

Khabib Nurmagomedov adalah salah satu fenomena di UFC. Gaya gulatnya mencuri perhatian, bahkan di luar segi delapan dari kehidupannya yang sederhana.

Seperti pesilat UFC lainnya, Khabib juga memiliki impian untuk bertarung melawan ‘A’ atau ‘B’. Namun sayang, impian tersebut tidak akan terwujud karena petarung Dagestan memilih pensiun.

Mimpi pertama adalah Khabib Nurmagomedov ingin melawan legenda UFC, Georges St-Pierre. Khabib juga mengidolakannya.

“Saya selalu menyaksikan pertarungan Georges St-Pierre. Dia sangat hebat di pertarungan puncak, gulatnya juga menawan, “kata Khabib dalam wawancara dengan UFC.

Faktanya, Khabib Nurmagomedov bertemu dengannya pada 2017 di acara UFC 209. Khabib bertingkah buruk setelah berjabat tangan dengannya!

“Impian ayah saya adalah saya bertarung dengan Georges St-Pierre. Dia akan mencoba berbagai cara untuk mewujudkannya,” jelas Khabib saat itu.

Georges St-PierreGeorges St-Pierre (Instagram / georgesstpierre)

Presiden UFC Dana White dikabarkan siap menggelar duel. Namun, Georges St-Pierre terlebih dahulu harus menurunkan berat badannya menjadi 155 pound. Atau mungkin, sekedar pertandingan amal tanpa menghitung beratnya.

READ  Hasil Kualifikasi MotoGP Republik Ceko 2020 - Johann Zarco Raih Pole Position, Rossi Masih Masuk 10 Besar

Tapi, Georges St-Pierre tidak ingin memaksa Khabib. Pemenang sabuk di dua divisi berbeda, yaitu kelas welter dan kelas menengah, menghormati keputusan tersebut Khabib Nurmagomedov.

“Itu keputusan yang bijak. Khabib punya pilihan sendiri, saya sangat bangga padanya. Dia menutup kariernya dengan sempurna,” kata Georges St-Pierre.

[Selanjutnya: Impian kedua yang tak kesampaian dari Khabib Nurmagomedov]


Continue Reading

Trending