Connect with us

Berita Teratas

5 Minuman untuk Meningkatkan Kekebalan Tubuh, Bisa Dibuat di Rumah

Published

on

Jakarta, CNN Indonesia –

Banyak cara untuk menyimpannya daya tahan tubuh tetap kuat. Beberapa minum untuk meningkatkan imunitas tubuh anda bisa membuatnya sendiri di rumah.

Seiring dengan merebaknya Covid-19, sistem kekebalan tubuh menjadi hal yang sangat penting. Diyakini bahwa sistem kekebalan yang kuat dapat melindungi dirinya dari berbagai penyakit.

Tak hanya makanan, beberapa minuman juga bisa menjaga sistem kekebalan tubuh berfungsi dengan baik. Konsumsilah minuman yang alami dan hindari minuman kemasan.


Berikut ini beberapa minuman alami penambah kekebalan tubuh beserta resepnya, kutip HealthifyMe.

1. Teh kunyit

Kunyit mengandung senyawa kurkumin yang dapat memodulasi sistem kekebalan tubuh. Sifat anti-peradangannya juga dapat membantu meredakan peradangan dan nyeri.

Bahan:

1 sendok makan kunyit parut atau 2 sendok teh bubuk kunyit

1 sendok makan jus lemon

Madu untuk dicoba

4 gelas air

Bagaimana membuat:

Rebus kunyit dengan air selama 15-20 menit. Saring dan sajikan dengan campuran lemon dan madu.

2. Teh bumbu

Minuman ini bersifat antimikroba, anti inflamasi, dan kaya senyawa yang dapat membantu menangkal infeksi. Fitonutrien dalam madu memiliki khasiat antibakteri dan antivirus yang dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh.

Bahan:

1 sendok makan jahe parut

Merica untuk rasa

1 inci (2,5 cm) kayu manis cincang

2 siung

Adas bintang 1

1 buah kapulaga, haluskan

1 sendok makan madu

segenggam daun tulsi

Bagaimana membuat:

Rebus semua bahan kecuali madu bersama 1 liter air selama 30 menit. Konsumsi minuman ini dengan tambahan madu.

Ilustrasi. Konsumsi minuman alami untuk meningkatkan imunitas tubuh, hindari minuman kemasan. (Pixabay / PDPics)

3. Air jahe dan cuka sari apel

Jahe mengandung bahan kimia yang disebut sesquiterpenes yang dapat menargetkan virus penyebab flu. Sedangkan cabai rawit mengandung capsaicin dalam jumlah tinggi yang menekan neuropeptida yang terlibat dalam proses inflamasi. Sedangkan cuka sari apel mengandung bakteri baik dan berperan sebagai prebiotik yang dapat memberikan manfaat bagi sistem kekebalan tubuh.

READ  Trump secara keliru menuduh Obama melakukan pengkhianatan dalam serangan tak berdasar terbaru pada pendahulunya

Bahan:

1 gelas air

1 inci (2,5 cm) jahe cincang, kupas dan parut

1 sendok teh cuka sari apel

1 sendok teh madu

sejumput cabai rawit

Bagaimana membuat:

Bawa air untuk direbus. Tambahkan jahe dan biarkan selama 5 menit. Tambahkan cuka sari apel, madu, dan cabai rawit. Sajikan hangat.

4. Jus sayuran hijau

Sayuran hijau kaya vitamin A, C, asam folat, dan jenis antioksidan lain yang dapat mencegah peradangan dan membantu tubuh melawan infeksi.

Bahan:

30 gram daun ketumbar

30 gram daun mint

30 gram bayam

1 apel atau pir

30 gram mentimun, cincang

2 sendok makan jus lemon

sedikit garam

Bagaimana membuat:

Haluskan semua bahan dan tambahkan sedikit air. Dianjurkan untuk dikonsumsi secepatnya.

5. Susu kunyit

Bahan aktif kurkumin yang terdapat pada kunyit dapat meningkatkan kapasitas antioksidan tubuh untuk melawan radikal bebas. Bumbu dan sambal kacang yang mengandung lemak sehat bersifat anti inflamasi yang baik untuk tubuh.

Bahan:

500 ml susu almond

125 ml santan

2 sendok makan madu

1 sdt kunyit parut

1/2 sendok teh jahe parut

1/2 sendok teh bubuk lada hitam

1 inci (2,5 cm) kayu manis cincang

Bagaimana membuat:

Gabungkan semua bahan kecuali madu. Panaskan adonan di atas kompor dengan api kecil selama 5-10 menit, tidak perlu menunggu hingga mendidih. Sajikan dengan madu.

(asr)

[Gambas:Video CNN]

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Teratas

Waspadai Covid-19 dan Infeksi Ganda Dengue

Published

on

Memuat…

Prof. Tjandra Yoga Aditama
Guru Besar FKUI Paru, Mantan Direktur WHO SEARO, dan Mantan Direktur Jenderal P2P & Kepala Balitbangkes

KITA sudah mulai memasuki musim hujan. Jika kita melihat data tahun lalu, di akhir tahun seperti ini kemungkinan kasus demam berdarah dan demam berdarah dengue (DBD) akan meningkat. Di sisi lain, kita masih menghadapi pandemi Covid-19 yang kasus dan kematiannya masih terus terjadi. Alangkah baiknya jika kita mengantisipasi kemungkinan demam berdarah di saat kita masih harus berkonsentrasi menangani Covid-19. Perlu dicatat bahwa saat ini terdapat lebih dari 50 juta kasus Covid-19 di dunia, dan di sisi lain, setiap tahun diperkirakan terdapat sekitar 105 juta kasus infeksi Dengue di dunia, beberapa tentunya di Asia Tenggara. , termasuk negara kita.

Infeksi Ganda
Sejak beberapa bulan lalu sudah ada beberapa karya ilmiah dari berbagai negara tentang kedua penyakit ini sekaligus. Laporan bulan pertama pandemi salah satunya berasal dari Singapura yang dimuat di jurnal ilmiah internasional Lancet pada Maret 2020. Kedua kasus yang mereka laporkan pada awalnya ditangani dengan hasil laboratorium serologis yang menunjukkan DBD positif dan gejala yang sesuai dengan penyakit DBD. Ternyata kemudian hasil laboratorium itu positif palsu (positif palsu) dan baru-baru ini kedua kasus tersebut menunjukkan hasil Covid-19 yang positif.

Contoh lainnya, pada Agustus 2020 ada laporan kasus yang terjangkit DBD dan Covid-19. Ini terjadi di Pulau Reunion di Samudera Hindia yang berpenduduk hanya 850.000 orang. Pasien datang dengan gejala demam berkepanjangan, kemerahan (eritema) pada kulit, nyeri di sekujur tubuh, nyeri di belakang mata, fotofobia (cahaya kurang), dan sakit kepala. Dia tinggal di daerah di mana ada penyakit demam berdarah, dan baru saja tiba dengan pesawat dari kota Strasbourg di mana kemudian diketahui ada penumpang lain yang terjangkit Covid-19 (+).

READ  Laporan ME resmi mengatur pembunuhan dalam kematian George Floyd

Keluhan pasien memang demam, gejala khas dari kedua penyakit tersebut. Kita tahu bahwa meskipun tidak terlalu sering, kelainan kulit (eritema dll.) Juga telah dilaporkan pada beberapa pasien Covid-19, setidaknya seperti yang dilaporkan di Italia, Prancis, dan Thailand, sedangkan kemerahan pada kulit juga merupakan ciri dari gejala demam berdarah. Artinya, dari segi gejala yang muncul bisa jadi hampir sama.

Selain masalah diagnosa penyakit, ada juga hal lain yang sedang dihadapi saat ini. Pertama, banyak pasien kini menahan diri untuk pergi ke puskesmas, klinik dan rumah sakit jika ada keluhan kesehatan karena takut tertular Covid-19. Hal tersebut dapat mengakibatkan keterlambatan diagnosis DBD dengan berbagai masalah. Ini tentu tidak bagus. Jika memang perlu kita tetap harus memeriksakan diri, tentunya dengan protokol kesehatan yang ketat.

Kedua, petugas kesehatan masyarakat yang dulunya menangani DBD sekarang juga dapat beralih tugas menangani Covid-19, sehingga pengendalian vektor (dalam hal ini terutama nyamuk) menjadi relatif terkendala. Hal ini dapat menyebabkan nyamuk demam berdarah terus menyebar dan permasalahan DBD akan semakin kita hadapi di masyarakat. Memang, ada juga laporan ilmiah yang mengatakan bahwa infeksi dengue dapat memberikan beberapa bentuk kekebalan terhadap Covid-19, tetapi data pendukungnya masih sangat terbatas dan perlu penelitian lebih lanjut.

Hal lain yang juga menarik adalah kebijakan kuncitara pada Covid-19, yang menutup tempat kerja dan melarang orang banyak sehingga lebih banyak orang berada di lingkungan mereka. Peneliti dari Singapura mengkaji kemungkinan dampak kebijakan ini terhadap kejadian DBD di Singapura, Malaysia, dan Thailand, yang hasilnya dilaporkan dalam jurnal ilmiah pada Oktober 2020. Hasilnya menunjukkan peningkatan kasus DBD yang mencolok di Thailand, tetapi tidak di Singapura dan Malaysia, meskipun data terus berlanjut. menunjukkan bahwa tampaknya ada penjemputan di Singapura juga. Tim peneliti ini berpendapat bahwa ada perbedaan kebijakan jarak sosial dan perbedaan pola struktur rumah dan tempat kerja di ketiga negara ini menghasilkan perbedaan hasil dari penguncian insiden demam berdarah di masyarakat.

READ  Trump secara keliru menuduh Obama melakukan pengkhianatan dalam serangan tak berdasar terbaru pada pendahulunya
Continue Reading

Berita Teratas

4 Fakta Iis Rosita Dewi, Bukan Hanya Istri Edhy Prabowo

Published

on

Jakarta

Angka Iis Rosita Dewi Menjadi sorotan setelah dirinya juga terkena penangkapan tangan (OTT) NCP. Iis Rosita Dewi bukan hanya istri Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo, tapi dia juga anggota DPR Periode RI 2019-2024.

Iis Rosita Dewi dan Edhy Prabowo ditangkap KPK saat berada di Bandara Soekarno-Hatta. KPK juga menangkap sejumlah orang dari KKP atas dugaan kasus ekspor benih lobster.

“Memang benar KPK sudah menangkap, terkait dengan ekspor benur,” kata Wakil Ketua KPK Nurul Ghufron, Rabu (25/11/2020).

Mereka ditangkap di Bandara Soekarno-Hatta. Usai ditangkap, rombongan dibawa dan sampai di gedung KPK. Penyidik ​​KPK Novel Baswedan terlihat masih berada di gedung KPK saat rombongan datang.

Iis juga ditangkap bersama KPK Edhy Prabowo di OTT pada Rabu (25/11) pagi setelah kembali dari Amerika Serikat. Sebanyak 17 orang ditangkap termasuk Edhy dan istrinya.

“Tadi pagi jam 01.23 WIB di Soetta. Ada beberapa dari KKP dan keluarganya,” ujarnya.

KPK juga menetapkan Edhy Prabowo dan 6 orang lainnya sebagai tersangka kasus suap benih lobster impor. Istri Edhy Prabowo, Iis Rosita, dibebaskan karena tidak termasuk dalam 6 orang lain yang ditetapkan sebagai tersangka.

Lebih lanjut, KPK mengaku belum menemukan keterlibatan Iis dalam kasus dugaan suap ekspor benih lobster. Berdasarkan paparan tersebut, KPK hanya menemukan keterlibatan tujuh orang yang ditetapkan sebagai tersangka.

“KPK hingga menggelar jumpa pers ini sebelumnya sudah melakukan judul perkara, Pimpinan dan Satgas, kemudian Deputi Penindakan. Dalam judul perkara disimpulkan bahwa sejauh ini baru 7 orang yang kami sebutkan sudah memenuhi syarat minimal. bukti dua barang bukti. cuma 7 orang, ”kata Wakil Ketua KPK Nawawi Pomolango dalam jumpa pers di kantornya, Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (26/11).

READ  Alibaba untuk mempekerjakan 5.000 pekerja sebagai pandemi mendorong permintaan untuk layanan cloud

Berikut 4 fakta menarik tentang sosok Iis Rosita Dewi yang juga ditangkap dalam OTT terkait ekspor benih lobster. Lihat penjelasannya di halaman selanjutnya.

Continue Reading

Berita Teratas

Ingat, makanan dan minuman berikut ini harus dihindari oleh penderita diabetes, mulai dari pasta hingga yogurt, berikut alasannya!

Published

on

Intisari-Online.comDiabetes merupakan penyakit tidak menular yang jumlahnya meningkat secara global.

Di Indonesia sendiri, jumlah pengidapnya menempati urutan keenam dunia.

Meski tidak bisa disembuhkan diabetes bisa dikendalikan dengan mengubah gaya hidup menjadi lebih sehat.

Diabetes Tidak terkontrol dapat menyebabkan komplikasi serius seperti penyakit jantung, penyakit ginjal, kebutaan, dan komplikasi lainnya.

Baca juga: Awas Penderita Diabetes, 10 Buah Ini Enak Dikonsumsi Asalkan Tak Berlebihan, Dari Apel Hingga Plum

Makan makanan yang salah dapat meningkatkan gula darah dan kadar insulin

Hal ini dapat menyebabkan peningkatan peradangan dan meningkatkan risiko penyakit ini.

Karbohidrat, protein, dan lemak merupakan makronutrien (nutrisi dalam jumlah besar) yang memberikan energi bagi tubuh.

Karbohidrat diketahui memiliki pengaruh paling besar terhadap kadar gula darah selama ini.

Baca juga: Ingat, jangan pernah melewatkan sarapan karena bisa jadi penyebab diabetes melitus, kok? Berikut penjelasannya!

Video Unggulan


KONTEN YANG DIPROMOSIKAN

READ  Kenali Penyebab dan Jenis Diabetes Melitus
Continue Reading

Trending